Tanggapan masyarakat terhadap pengenalan teknologi sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kemudahan teknologi tersebut untuk diterapkan, secara ekonomi menguntungkan dan tidak bertentangan dengan sosial budaya masyarakat setempat. Ketidak berdayaan petani disebabkan karena petani tidak cukup mampu untuk menggunakan peralatan produksi secara optimal (Mutmainah dan Sumardjo, 2014).Upaya meningkatkan produktivitas padi secara berkelanjutan dengan ino-vasi teknologi yang mampu mening-katkan efisiensi usahatani tanaman padi. Salah satu alternatif teknologi dengan sistem tanam jajar legowo. Sistem tanam jajar legowo merupakan rekayasa teknik tanam dengan meng-atur jarak tanam antar rumpun dan antar barisan sehingga terjadi pema-datan rumpun padi dalam barisan dan melebar jarak antar barisan sehingga seolah-olah rumpun padi berada diba-risan pinggir dari pertanaman yang memperoleh manfaat sebagai tanaman pinggir (border effect) Salah satu teknologi yang telah terbukti meningkatkan hasil atau produktivitas padi adalah Jajar legowo super adalah teknologi budi daya padi sawah irigasi berbasis tanam jajar legowo 2 : 1. Jajar legowo 2 : 1 adalah sistem penanaman padi sawah dengan dua barisan tanaman yang diselingi satu lorong kosong memanjang sejajar dengan barisan tanaman. Jarak tanam dalam barisan adalah setengah dari jarak tanam antarbaris. Sistem jajar legowo memberi keuntungan, antara lain meningkatkan populasi tanaman per satuan luas, memperluas pengaruh tanaman pinggir, dan mempermudah pemeliharaan tanaman. Penerapan sistem tanam jajar legowo 2 : 1 dengan jarak tanam 25 cm × 12,5 cm × 50 cm meningkatkan populasi tanaman 33,3% atau 213,3 rumpun per hektare. Teknologi jajar legowo super dilengkapi dengan komponen-komponen berikut. Paket teknologinya dintaranya; Penggunaan varietas unggul baru berpotensi hasil tinggi, Pemberian biodekomposer bersamaan dengan pengolahan tanah, Aplikasi pupuk hayati, Pengendalian organisme pengganggu tanaman, Alat mesin pertanian, khususnya jarwo transplanter dan combine harvester.Teknologi ini sudah diuji di lahan sawah irigasi dan terbukti meningkatkan hasil 60–90% dibanding sistem tanam tegel 25 cm × 25 cm. Penerapan jajar legowo super diyakini mampu meningkatkan hasil sampai 10 ton GKG/ha. Biaya penerapannya pun lebih murah 2–3%, bahkan memberikan keuntungan sampai 151,3%. Keberhasilan dalam penerapannya ditentukan oleh komponen teknologi dan teknik budi daya yang digunakan. Hasil Panen rata-rata demonstrasi Padi di indramayu yang dilakukan oleh BPTP seluas 50 ha, dengan produksi 13,6 ton/h, dengan pendapatan bersih Rp. 42.487.222/ha (Kementan, 2017). Oleh ; JONI PARDILO, SP NIP 19791112010011021 Jabatan Penyuluh Pertanian Muda GOL III.c (Penata) Referensi;Kementan. Jajar Legowo Super Teknolgi terkini Budidaya Padi Irigasi. Badang Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta.Mutmainah, R dan Sumardjo. 2014. Peran Kepemimpinan kelompok dan Efektivitas Pemberdayaan Petani. Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB.Jurnal Sosiologi Pedesaan | Desember 2014, hlm : 182-199. ISSN : 2302 - 7517, Vol. 02, No. 03PERAN KEPEMIMPINAN KELOMPOK TANIDAN EFEKTIVITAS PEMBERDAYAAN PETANIThe Leadership Role of Farmer Groups and Effectiveness of the Farmers EmpowermentSodality :