Loading...

JELAI MAKANAN MASA DEPAN

JELAI MAKANAN MASA DEPAN
Dari dulu tanaman ini sudah dibudidayakan oleh suku dayak asli Kalimantan, setelah melihat tanaman ini Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Loa Kulu Bpk. Gunawan berinisiatif mengembangkan tanaman ini secara percobaan di depan rumahnya sekitar 1 are. Tanaman ini tidak terlalu sulit untuk dikembangkan pada lahan yang kurang subur dan dapat dipanen berulang kali pada tanaman yang sama dengan cara setelah dipanen tanaman dibiarkan akan tumbuh suli baru dan berbuah lagi. Setelah panen PPL tersebut merasa ingin mempromosikan tanaman ini secara luas dengan member tahu kami dari Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kabupaten Kukar. BKPP merespon dengan baik dan dikunjungi ke tempat PPL tersebut ternyata tanaman sudah dipanen dan suli yang dipelihara sudah berbuah lagi dengan suburnya. BKPP Kukar melalui Bidang Pelayanan Informasi dan Teknologi mulai mengimformasikan ke publik melalui pertemuan di Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) di masing masin kecamatan. Pada Tahun 2014 BKPP Provinsi bersama BKPP Kab/Kota se Kalimantan Timur mengikuti pameran di PENAS KTNA Malang Jawa Timur dan salah satunya memamerkan tanaman jelai dan hasil olahannya. Bapak Gubernur Kalimantan Timur sendiri sempat berkunjung di Stand BKPP Provinsi, sangan tertarik dan menyampaikan kepada PPL Loa Kulu Bpk Gunawan dan Ibu Sunyiani untuk mengembangkan secara luas nanti akan dilihat perkembangannya. Pengembangan secara luas terkendala benih. Karena PPL sendiri belum mempunyai benih yang cukup untuk tanam secara luas. Benih dicari dan dibeli di penduduk lokal didaerah pedalaman Kecamatan Kota Bangun tepatnya di Desa Kedang Ipil (DKI). Setelah mendapatkan benih jelai PPL bertekat menanam jelai bersama petani binaannya karena mendapat tantangan dari Bapak Gubernur. Tanaman tumbuh subur dan cara budidayanya sangat mudah seperti tanaman jagung. Jelai yang ditanam perdana bersama petani ini seluas 4 ha. Dan pada tanggal 18 April kemarin sudah dipanen secara simbolis oleh Bpk Gubernur melalui BKPP Provinsi dan jajarannya.Tanaman jelai adalah tanaman yang tumbuh baik di lahan kering dan tahan sedikit kekurangan air, sehingga tanaman ini tidak menggeser luasan tanaman padi sawah yang sudah ada. Tanaman ini mudah dibudidayakan sehingga siapapun petani tidak mengalami kesulitan dan tahan terhadap hama dan penyakit sehingga tidak banyak mengeluarkan biaya untuk penaggulangan hama/penyakit. Rasa nasi jelai tidak jauh berbeda dengan beras sehingga konsumen berpindah ke nasi jelai tidak mengalami banyak penyesuaian. Beras Jelai di pasaran dunia sangan mahal harganya berkisar antara Rp. 500.000,- s/d Rp. 1.000.000,- tiap kilogramnya, sehingga kalau ini bisa menembus pasaran internasional sangan menguntungkan petani karena sebagai makanan kesehatan, sedangkan produktifitasnya jelai menurut DR. Suyadi Peneliti dari Unmul pencapai 5 ton/ha dengan 50% jadi beras. Kalau harga lokal sekarang masih berkisar antara Rp. 20.000,- s/d Rp. 30.000,- dan stok masih terbatas. (Suharto, BKPP Kukar)