Jenis- Jenis JagungJagung memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan bahan pangan dan penganekaragaman menu makanan bagi penduduk, dan dibutuhkan sebagai bahan baku berbagai industri, seperti industri makanan dan industri makanan ternak. Agar produksi industri pangan kita tidak sia-sia dan usaha yang kita tekuni bisa berjalan langgeng dan berkesinambungan, maka kita perlu mengetahui bentuk asli tanaman jagung.Berdasarkan karakteristik endosperma yang membentuk bulirnya, jagung dibedakan menjadi Indentata (Dent corn/gigi-kuda), Indurata (Flint corn/mutiara), Saccharata (Sweet corn, manis), Everta (Popcorn, berondong), Amylacea (Flour corn, tepung), Glutinosa (Sticky corn, ketan); dan Tunicata (Podcorn). 1. Jagung Gigi Kuda ( Dent Corn) Jenis Jagung dent corn masih jarang ditanam di Indonesia karena tidak tahan tarhadap hama bubuk dan cocok untuk dibuat tepung jagung. Ciri khas biji dent corn adalah adanya lekukan dibagian tengah atau bagian atas biji, batangnya tinggi, tumbuhnya tegap dan umurnya lama. Setiap batang menghasilkan 1-2 tongkol. Biji berukuran besar, berwarna kuning, putih atau kadang-kadang berwarna lain, berat per 1000 biji antara 300-500 gr. Cara penyimpanannya yaitu ditaruh di tempat yang teduh dan strategis. Pisahkan rambut, jagung dan tongkol, selanjutnya disortir berdasarkan ukuran, lalu dikemas dalam wadah dan disimpan didalam wadah yang dingin. 2. Jagung Mutiara ( Flint Corn) Di Indonsia, jagung mutiara dimanfaatkan untuk konsumsi manusia dan ternak. Jenis ini beradaptasi baik di daerah tropis dan subtropis, banyak terdapat di Amerika Serikat dan Argentina. Umur tanaman agak lama, berat per 1000 biji antara 100-700 gr, bentuknya agak bulat dan ukurannya lebih kecil dari pada biji jagung gigi kuda, warnanya bervariasi, putih, kuning.dan juga agak merah. Permukaan biji cerah dan bersinar dan agak keras, kandungan zat tepung relatif sedikit dan terletak di bagian dalam (tengah). Biji tidak berkerut saat mengering sehingga lebih tahan terhadap serangan hama gudang dan gangguan dari luar, seperti keadaan hujan yang tidak teratur.Cara penyimpanannya ditaruh ditempat yang teduh dan strategis dimasukan ke gudang. Jagung disortir dengan memisahkan rambut, jagung, tongkol dan disortir ukuran yang seragam, kemudian dikemas dalam wadah dan disimpan di dalam wadah dengan suhu yang stabil tidak terlalu dingin.3. Jagung Manis ( Sweet Corn) Jagung manis dapat digunakan sebagai bahan pembuatan sirup, karena mengandung zat gula yang sangat tinggi. Di Indonesia, jagung manis baru mulai ditanam kurang lebih sekitar tahun 2000 dan dalam beberapa tahun terakhir ini jagung manis menjadi mata dagangan ekspor ke pasar dunia. .Ciri khas jagung manis adalah biji-biji yang masih muda bercahaya dan berwarna jernih, biji yang telah masak dan kering berkeriput, rambut tongkol berwarna putih, umur tanam berkisar antara 60-70 hari, namun di dataran tinggi mencapai 80 hari. Jagung manis apabila ditanam satu tempat dengan jagung biasa maka akan berubah rasa manis, karena jagung ini tidak bisa mempertahankan sifat terhadap penyerbukan silang. Sebaiknya menanam jagung manis agak berjauhan dengan jagung biasa (minimal 100 meter) atau pada batas petakan perlu ditanam tanaman pelindung sebagai pembatas. Cara penyimpanannya yaitu ditaruh di tempat yang teduh dan strategis, dimasukan ke gudang. Pisahkan rambut, jagung, tongkol dan dipisahkan ukuran yang seragam, kemudian dikemas dalam wadah dan disimpan di dalam wadah yang teduh dan dingin. 4. Jagung Brondong( Pop Corn) Ciri-ciri jagung brondong yaitu bijinya kecil-kecil, hampir seluruh bentuk (endosperm) merupakan bagian yang keras, serta jika dipanaskan dapat mengembang 10-30 kali dari volume semula. Biji jagung berondong ini berwarna putih atau kekuning-kuningan dengan bentuk yang agak meruncing dan tongkolnya berukuran kecil. Berat 1000 biji antara 80 sampai 130 gr. Jenis jagung ini ada dua tipe yaitu rice pop corn dan pear pop corn. Rice pop corn bijijnya agak pipih dan meruncing, sedangkan pear pop corn bentuk bijinya bulat dan kompak. Jagung ini cocok untuk snack. Cara penyimpanannya ditaruh ditempat yang teduh dan strategis dimasukan ke gudang. Jagung disortir dengan memisahkan rambut, jagung, tongkol dan disortir berdasarkan ukuran yang seragam, kemudian dikemas dalam wadah dan disimpan di dalam wadah yang dingin. 5. Jagung Pod (Pod Corn) Jenis Jagung Pod (Z.m.Tunicata) merupakan bentuk primitif yang dijumpai pertama kali di Amerika Selatan, terutama di Uruguay dan Paraguay. Di Indonesia tidak ada yang mengusahakan karena jagung ini kurang menguntungkan. Ciri khas nya yaitu biji dan tongkolnya banyak diselubungi oleh kelobot, bijinya hampir tidak kelihatan. Cara penyimpanannya ditaruh di tempat yang teduh dan strategis dimasukan kegudang, disortir dengan memisahkan rambut, jagung, tongkol dan disortir ukuran yang seragam, kemudian dikemas dalam wadah dan disimpan di dalam wadah yang dingin6. Jagung Ketan ( Waxy Corn) Jagung ketan (Z.m Ceratina) biasa disebut jagung pulen karena kadar amilopektinnya tinggi. Ciri-crii jagung ini adalah lengket apabila dimasak, bijinya kecil berwarna jernih dan mengkilap seperti lilin dan dan zat patinya seperti tepung tapioka serta memiliki ekonomis tinggi sebab dapat mengganti tepung tapioka dan bahan pengganti sagu serta dapat dijadikan bahan pakan ternak. Asal mula jagung ini adalah dari Asia. Cara penyimpanannya ditaruh ditempat yang teduh dan strategis dimasukan ke gudang. Jagung disortir dengan memisahkan rambut, jagung, tongkol dan disortir berdasarkan ukuran, kemudian dikemas dalam wadah dan disimpan di dalam wadah yang dingin.7. Jagung Tepung ( Flour Corn) Ciri-ciri jagung tepung adalah hampir seluruh bijinya berisi pati yang berupa tepung dan lunak, serta apabila terkena panas akan mudah pecah. Panjang tongkolnya berkisar 25- 30 cm dan barisan bijinya berkisar 8- 12 baris. Jagung jenis ini cocok untuk membuat tepung maizena. Cara penyimpanannya ditaruh ditempat yang teduh dan strategis dimasukan kegudang namun sebelumnya dijemur dibawah sinar matahari selama 7 hari atau lebih, hingga kadar air mencapai 18 %. Jagung disortir dengan memisahkan rambut, jagung, tongkol dan disortir berdasarkan ukuran, kemudian dikemas dalam wadah dan disimpan di dalam wadah yang dingin. Apabila jagung kering mau dipipil dengan menggunakan alat pemipil, maka dikeringkan kembali sampai kadar airnya 12% kemudian disimpan di gudang yang sejuk dan kering serta berventilasi baik.