Loading...

Jenis Nilam di Indonesia

Jenis Nilam di Indonesia
Nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan tumbuhan yang berbentuk semak yang tingginya dapat mencapai satu meter. Tumbuhan ini menyukai suasana teduh, hangat dan lembab. Tanaman nilam mudah layu jika terkena sinar matahari langsung atau kekurangan air. Bunganya menyebarkan bau wangi yang kuat, bijinya kecil, dan perbanyakan biasanya dilakukan secara vegetatifNilam termasuk dalam Kerajaan: Plantae; Ordo: Lamiales; Famili: Lamiaceae; Genus: Pogostemon, Spesies P. cablin. Nilam merupakan tanaman tropis penghasil sejenis minyak atsiri yang dinamakan minyak nilam. Daun dan bunga nilam mengandung minyak ini, tetapi orang biasanya mendapatkan minyak nilam dari penyulingan uap terhadap daun keringnya. Di Indonesia minyak nilam juga disuling dari kerabat dekat nilam yang asli di Indonesia, nilam jawa (Pogostemon heyneatus Benth) yang memiliki kualitas lebih rendah. Aroma minyak nilam wangi dan khas, dan sulit dihilangkan. Karena sifat aromanya yang kuat, minyak ini banyak digunakan dalam industri parfum, dan sepertiga dari produk parfum dunia memakai minyak ini, termasuk lebih dari separuh parfum untuk pria. Minyak ini juga digunakan sebagai pewangi tissue, campuran detergen pencuci pakaian, dan pewangi ruangan. Fungsi yang lebih tradisional adalah sebagai bahan utama setanggi dan pengusir serangga perusak pakaian. Tanaman Nilam di Indonesia tersebar di beberapa provinsi, dimana sebagian besar berada di wilayah Sumatera dan sisanya berada di wilayah lain yang belum tercatat sebagai wilayah produsen minyak nilam. Sebaran di wilayah Sumatera terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung. Di Wilayah Kalimantan mulai dikembangkan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Wilayah Sulawesi meliputi Sulawesi Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Sedangkan untuk wilayah Jawa seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Barat tanaman nilam dikembangkan dengan sistem tanaman sela. Tanaman nilam di Indonesia sebagian besar masih diusahakan oleh petani dengan menggunakan benih asalan, teknologi yang sederhana dan sarana produksi yang minimal. Oleh karena itu produksi maupun produktivitas serta mutu minyak yang dihasilkan masih rendah.Di Indonesia hingga kini terdapat tiga jenis nilam, yaitu nilam aceh, nilam jawa dan nilam sabun. Nilam AcehNilam Aceh (Pogostemon cablin Benth atau Pogostemon Patchouli) merupakan tanaman standar ekspor yang direkomendasikan karena memiliki aroma khas dan kadar minyak daun keringnya tinggi dibandingkan jenis lain, yaitu 2,5-5%. Nilam aceh dikenal pertama kali dan ditanam secara meluas hampir di seluruh wilayah Aceh. Jenis tanaman nilam ini berasal dari Filipina, yang kemudian ditanam dan dikembangkan juga di wilayah Malaysia. Madagascar, Brazil serta Indonesia. Saat ini hampir seluruh wilayah Indonesia mengembangkan nilam secara khusus. Prospek nilam Aceh ke depan semakin cerah, hal tersebut karena banyak negara di dunia memanfaatkannya sebagai salah satu bahan baku industri pembuatan minyak wangi dan kosmetik. Aceh merupakan daerah nomor satu penghasil nilam dengan kualitas terbaik . Faktor itulah yang menjadikan Aceh sebagai penopang utama Indonesia, sebagai pemasok minyak nilamNilam Jawa. Nilam Jawa ( Pogostemon heyneatus Benth) disebut juga nilam hutan. Nilam ini berasal dari India dan masuk ke Indonesia serta tumbuh liar di beberapa hutan di Pulau Jawa. Tanaman ini memiliki kadar minyak sekitar 0,5-1,5 %. Jenis daun dan rantingnya tidak memiliki bulu-bulu halus dan ujung daunnya agak meruncing. Nilam Sabun Nilam Sabun (Pogostemon hortensis Backer) sering digunakan untuk mencuci pakaian, terutama pakaian jenis batik. Jenis nilam ini hanya memiliki kadar minyak sekitar 0,5-1,5%. Selain itu , komposisi kandungan minyak yang dimiliki dan dihasilkan tidak baik sehingga minyak dari jenis nilam ini tidak tidak memperoleh pasaran dalam bisnis minyak nilam. Nilam Jawa dan Nilam sabun tidak direkomendasikan sebagai tanaman komersial karena kandungan minyaknya relatif sangat kecil. Selain itu aroma yang dimiliki keduanya berbeda dengan nilam Aceh dan komposisi kandungan minyaknya tidak baik. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan).Sumber: 1. Pedoman Teknis Penanganan Pasca panen Nilam. Direktorat Pasca Panen dan Pembinaan Usaha. Direktorat jenderal Perkebunan. Kementerian Indonesia, 2012. 2. nad.litbang.pertanian.go.id/ind/i3. id.m.wikipedia.org/wiki/Nilam