Loading...

Jewawut Sebagai Sumber Pangan Alternatif

Jewawut Sebagai Sumber Pangan Alternatif
Pada masanya, jewawut merupakan pangan pokok bagi masyarakat di Indonesia. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, kedudukannya tergeser oleh beras yang hingga kini menjadi makanan pokok yang paling popular. Permasalahan kesehatan yang mulai banyak dihadapi oleh sebagian besar orang Indonesia menggiring masyarakat untuk mulai melirik sumber pangan yang dinilai lebih sehat dan lebih aman untuk dikonsumsi, salah satunya adalah jewawut ini. Ancaman penyakit kardiometabolik, salah satunya adalah diabetes gegara konsumsi gula berlebih maka banyak yang melakukan diet keto. Diet ini adalah menjaga asupan karbohidrat dan salah satunya beras. Alternatif dari beras, banyak yang berpindah pada karbohidrat dengan indek glikemik yang rendah. Tujuan dipilihnya jenis makanan ini adalah adalah pelepasan gula yang pelan, sehingga gula darah terkontrol. Jewawut merupakan tanaman pangan sejenis serelia berbiji kecil dengan diameter sekitar 1 mm. Jewawut populer sebagai makanan pokok di beberapa wilayah di Indonesia seperti Sulawesi Barat, Pulau Buru, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Tengah. Keberadaan tanaman jewawut mulai ditinggalkan dan langka seiring membaiknya ekonomi masyarakat. Secara tidak langsung masyarakat Indonesia telah menjadikan komoditas jewawut menjadi komoditas inferior yang secara ekonomis tidak menguntungkan. Jewawut memiliki malai menyerupai bulir dengan panjang antara 8-18 cm. Tangkai malai sepanjang 25-30 cm, tegak atau melengkung. Warna bulir tanaman jewawut beraneka ragam, mulai dari hitam, kuning, ungu, merah, sampai jingga kecoklatan. Tanaman jewawut toleran kekeringan serta beradaptasi baik pada wilayah yang kurang subur. Hal inilah yang menyebabkan makanan ini banyak ditanam oleh masyarakat khususnya pada musim kemarau. Tanaman ini kaya akan kandungan nutrisi yang lebih baik dibanding beras dan jagung. Kandungan gizi yang dimiliki meliputi karbohidrat 84,2%, protein 10,7%, lemak 3,3%, dan serat 1,4%. Daun jewawut bisa digunakan sebagai pakan dan pakan burung. Jewawut dapat diolah menjadi berbagai bentuk makanan seperti nasi, bubur, bahkan dodol. Namun, bagi masyarakat Biak Numfor tanaman ini bisa diolah menjadi bubur yang dipercaya baik bagi ibu hamil ataupun sebagai MPASI bayi. Cara mengolah jewawut sama dengan pengolahan beras. Jewawut yang telah dipanen kemudian dijemur lalu kemudian dikuliti hingga didapatkan dagingnya. Bulir dari jewawut terlihat mirip dengan beras ketan. Secara kandungan nutrisi, jewawut memiliki kadar protein sampai 13 persen, dibanding padi yang hanya 8%-10%. Jewawut memiliki antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas, untuk mencegah pembentukan sel kanker. Kalsium pun cukup tinggi dibanding padi, sorgum ataupun jagung. Disusun : Retno Wulan Utaminingsih, SP