Tanaman padi (selain jagung dan kedelai) merupakan salah satu tanaman yang termasuk tiga komoditas Program Upaya Khusus (UPSUS) Swasembada Pangan. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian melalui UPSUS PAJALE (padi, jagung, kedelai) bertekad mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional dalam tiga tahun (tahun 2015 - 2017). Selama ini, menurut anggapan sebagian orang, Kota Palangka Raya kurang berpotensi untuk pengembangan tanaman padi. Hal ini dikarenakan berbagai masalah terutama keadaan alam yang kurang mendukung untuk pertumbuhan padi seperti pH tanah yang masam, terutama di daerah Tangkiling yang keadaan alamnya yang berbukit-bukit. Anggapan ini dapat dibatahkan setelah seorang petani bernama Jumaryanto dari Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, berhasil mengupayakan menanam padi di belakang rumahnya. Berdasarkan pengalaman beliau bertanam padi dulu saat masih di Jawa, dengan niat dan tekad yang bulat, ketekunan yang kuat, serta peralatan tani seadanya, beliau berhasil mengembangkan tanaman padi. Berawal dari keinginan Jumaryanto menanam padi hanya untuk mencukupi keperluan keluarga, dalam arti tidak usah membeli beras, beliau mencoba membuka lahan di belakang rumahnya yang berupa semak belukar. Beliau beranggapan keadaan tanah yang lumpur berpasir dan kontur lahan yang lebih rendah dari sekitarnya memungkinkan untuk bertanam padi. Dan ini sudah dibuktikan beliau dengan berhasil panen dalam 3 kali musim tanam dengan rata-rata hasil 6 ton gabah basah untuk luasan satu hektarnya. Yang menjadi permasalahan, Jumaryanto kesulitan untuk mendapatkan benih padi di Palangka Raya. Selama ini beliau harus membeli benih padi Varietas IR 64 dari Pulau Jawa. Dari hal tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya, memberikan bantuan benih padi Varietas Ciherang dan saprodi lainnya berupak pupuk organik dan NPK. Selain itu, Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Kalimantan Tengah juga memfasilitasi memberikan berbagai pestisida untuk mendukung pengendalian hama dan penyakit selama musim pertanaman padi. Harapan Jumaryanto, ke depannya beliau bisa menambah luas tanam yang ada paling tidak sampai satu hektar. Melihat keberhasilan yang sudah dilakukan, beliau berharap nanti petani-petani lain di sekitarnya bisa ikut menanam padi juga. Masharyati, SP (Penyuluh Pertanian Tangkiling, Kota Palangka Raya) Sumber informasi :- Wawancara langsung dengan Jumaryanto, petani padi, Kelurahan Tangkiling, 2017