Loading...

K3 DALAM PERTANIAN

K3 DALAM PERTANIAN
K3 dalam bidang pertanian mungkin belum begitu familiar di telinga para petani kita. Tapi ini adalah salah satu factor penting bagi orang yang bergelut di bidang pertanian. Sebelum terlalu jauh kita membahas tentang K3, kita harus tahu apa itu K3. K3 adalah kepanjangan dari keselamatan dan kesehatan kerja. K3 merupakan bidang yang terkait dengan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek. Persyaratan yang perlu diterapkan dalam prosedur K3 yakni : Menyiapkan alat dan bahan K3 Menerapkan K3 Melakukan pencatatan penerapan K3 dengan benar Tujuan merencanakan prosedur K3 : Mengidentifikasi dan menyiapkan peralatan kerja sesuai dengan standar. Mengidentifikasi material berbahaya dan bahaya lain yang berdampak pada pelaksana, pekerja lain, tanaman dan hewan di area kerja. Mengidentifikasi tahapan perencanaan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Sedangkan tujuan menerapkan prosedur K3 adalah: Meningkatkan dan memelihara keselamatan dan kesehatan setiap tenaga kerja dalam unit manajemen baik secara jasmani maupun rohani.. Mencegah timbulnya gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kondisi kerja. Melindungi tenaga kerja dari bahaya kecelakaan kerja ataupun gangguan kesehatan yang timbul akibat pekerjaan. Menempatkan tenaga kerja pada suatu lingkungan kerja yang sesuai dengan kondisi fisik, faal tubuh dan mental psikologi tenaga kerja yang bersangkutan. Dalam pertanian, pekerja di bidang pertanian (petani) memiliki resiko luka, penyakit paru-paru akibat paparan asap mesin, kebisingan, sakit kulit, dan kanker akibat bahan kimia seperti pestisida. Pada pertanian industry, kecelakaan melibatkan penggunaan alat dan mesin pertanian. Kecelakaan yang paling umum adalah traktor yang terguling. Pestisida dan bahan kimia lainnya yang digunakan dalam pertanian juga berbahaya bagi kesehatan pekerja, mampu mengakibatkan gangguan kesehatan organ seks dan kelainan kelahiran bayi. Salah satu contoh penerapan k3 dalam pertanian adalah orang yang melakukan penyemptotan pestidida pada lahan sawah. Kebanyakan petani kita tidak memakai peralatan pengaman pada waktu penyemprotan, misalnya saja masker (penutup mulut), sarung tangan, sepatu booth, baju lengan panjang dan tidak dsarankan untuk merokok pada saat penyemprotan. Penulis : Mariani ita Khamiel