Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementrian Pertanian, DR. IR. Momon Rusmono didampingi Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Moch Bhakti Poerwadikarta, melakukan inspeksi mendadak ke acara Pelatihan Teknis Tematik Kakao Angkatan I, bagi non Aparatur di BPP Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, pada hari Kamis tanggal 2 Nopember 2017. Pelatihan Tematik Kakao Angkatan I diikuti oleh 30 orang peserta dan berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 30 Oktober sampai 2 November 2017.Pada kunjungan tersebut, Kepala Badan PPSDM Kementrian Pertanian menyempatkan diri untuk melihat kondisi BPP, berdiskusi dengan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, dan juga dengan para penyuluh yang ada di BPP. Beliau menyampaikan bahwa latihan bagi petani yang biasanya dilakukan di Balai Pelatihan Pertanian Provinsi kini digeser ke BPP Kecamatan, tujuannya adalah untuk mengoptimalkan peran BPP dalam penyuluhan. "Kantor BPP sebagai ujung tombak penyuluhan diharapkan menjadi pusat penyuluhan di daerah, dan semua pihak yang mau membantu penyuluhan, seperti universitas dan lembaga penelitian, harus masuk melalui BPP"Pak Momon menambahkan : "Saat ini Penyuluh Pertanian rata-rata memegang 2-3 desa, ini berat, untuk mengatasi masalah tersebut Penyuluh harus dapat menumbuhkembangkan pos penyuluhan desa (posluhdes) dan mencari mitra petani yang bisa dijadilkan penyuluh swadaya."Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kab. Lampung Selatan Ir. Rini Ariasih, MM, kondisi BPP yang ada di kecamatan sebagian besar sangat memprihatinkan. Sehingga sulit untuk memenuhi harapan agar BPP dapat menjalankan fungsinya secara optimal. Dukungan dari APBD hanya berupa pembayaran rekening listrik. "Kami sangat mengharapkan dukungan pusat untuk penguatan BPP, Posluhdes dan penyuluh swadaya, baik berupa bantuan fisik maupun bantuan dana operasional. Dulu pernah ada anggaran daerah untuk bantuan penyuluh swadaya akan tetapi sekarang sudah tidak ada lagi." Penulis : Toto Haryanto, (PPL Lampung Selatan).