Kabupaten Indragiri Hulu menyelenggarakan rapat koordinasi dan updating RDKK dalam e-RDKK untuk penyaluran pupuk bersubsidi. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Oktober 2020, dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Indragiri Hulu (PAINO,SP), Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, yang diwakili oleh ALWANI, SP (Kasi Pupuk dan Pestisida) Bidang Sarana Prasarana, Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Perikanan dan seluruh admin e-RDKK kecamatan se- Kabupaten Indragiri Hulu Kadistankan PAINO,SP dalam arahannya menjelaskan bahwa program peningkatan produksi perlu didukung dengan penggunaan teknologi. Parameter penggunaan teknologi ini salah satunya adalah penggunaan pupuk. Agar teknologi pemupukan terlaksana dengan baik maka pemerintah memprogramkan pupuk subsidi dengan penggunaan kartu tani. Dalam mendukung program pupuk bersubsidi dengan penggunaan kartu tani ini, Provinsi Riau juga telah meluncurkan program “Riau Bertani” dengan target pemenuhan beras 50 persen dapat dipenuhi dari daerah sendiri. Untuk itu perlu sinergi dari seluruh jajaran pertanian agar program tersebut dapat berhasil sesuai tujuan. Beliau juga menegaskan agar para penyuluh pertanian selalu proaktif dan mengawal program pupuk subsidi dengan penggunaan kartu tani, khusus pada entri data RDKK kelompok tani yang telah disusun. Walaupun pada masa pandemic COVID 19, kita harus berusaha agar pembangunan pertanian tetap berjalan agar peningkatan produksi, khusus tanaman pangan mampu secara nyata meningkatkan pendapatan para petani. Perwakilan Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM menyampaikan bahwa penyuluh pertanian dalam kegiatan penyaluran pupuk bersubsidi ini, lebih banyak memainkan fungsi-fungsi penyuluh pertanian. Fungsi ini antara lain adalah sebagai fasilitator yang membantu mengikhtiarkan kemudahan para petani dalam mendapatkan pupuk bersubsidi. Fungsi motivator adalah dengan memberikan dorongan semangat kepada para kelompok tani, agar menyusun RDK/RDKK sesuai jadwal yang telah ditentukan. Program penyaluran pupuk subsidi yang dengan sistem e-RDKK dan penggunaan kartu tani tentu ada beberapa kekurangan dan kelemahan, namun dengan evaluasi secara terus menerus, maka kelemahan dan kekurangan ini dapat diselesaikan secara berangsur-angsur dan sistem ini berjalan dengan lebih baik. Sementara itu Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pertanian dan PerikananKabupaten Indragiri Hulu (SULISTYO DARMONO, SP) dalam sambutannya menjelaskan bahwa pendistribusian kartu tani Kabupaten Indragiri baru mencapai 70 persen. Hal ini karena terkendala pandemic Covic 19, namun demikian kegiatan ini mesti di sukseskan. Beliau juga mengharapkan kepada admin e-RDKK selaku peserta, agar mengikuti dan menyimak dengan baik materi yang disampaikan oleh para nara sumber. Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, yang diwakili oleh ALWANI, SP memberikan penjelasan agar memastikan nama dan NIK anggota kelompok tani yang menyusun RDKK sesuai dengan KTP. Hal ini agar tidak ada kendala dalam proses keluarnya kartu tani yang dikeluarkan oleh Bank Mandiri. Untuk penggunaan dosis pupuk baik tanaman pangan maupun perkebunan agar digunakan petunjuk resmi yang benar-benar valid. Pertemuan ini juga menjelaskan bahwa kartu tani yang ada baru terdistribusi sebanyak 70 persen, hal ini terkendala karena Covid 19. Untuk itu sampai akhir 2020 pendistribusian kartu tani akan diselesaikan. Kegiatan ini perlu didukung oleh admin e-RDKK kecamatan agar segera menginput data-data RDKK/RDKK. Kegiatan pertemuan dilanjutkan dengan diskusi yang membicarakan permasalahan pupuk bersubsidi. Hal-hal yang disampaikan dalam diskusi ini antara lain adalah : Untuk menyamakan persepsi agar PNS dan aparat tidak dimasukkan dalam e-RDKK agar untuk mendapatkan kartu tani, hal ini dimaksudkan agar kartu tani benar-benar diperuntukan bagi para petani yang tidak mampu (miskin). Yaitu para petani yang mempunyai garapan tidak lebih dari 2 hektar. Tarsuwi, S.ST, M.MA (PP Madya Distankan Kab. Indragiri Hulu)