KABUPATEN KARIMUN MODEL BIOINDUSTRI PADI DI WILAYAH PERBATASAN
Kabupaten Karimun sebagai salah satu wilayah yang ditetapkan sebagai lokasi LPBE (Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor dalam mewujudkan program yang dicanangkan Presiden Jokowi "Membangun Dari Pinggiran". Tentunya dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir mulai peningkatan produksi tanaman, penanganan pascapanen, pengolahan hingga pemasarannya. Dalam mewujudkan Kepulauan Riau sebagai Lumbung Pangan Dalam rangka membangun Model Bioindustri khususnya pada pertanaman padi, Pemda Kabupaten Karimun menggandeng Balitbangtan untuk Membangun Model Pengembangan Kawasan Bioindustri Padi di Desa Teluk Radang, Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun. Implementasi Model Kawasan Bioindustri Padi diawali dengan dibangunnya sarana penggilingan padi system auto-pneumatic (AP-RMU). Dengan kapasitas giling 1,2-1,5 ton per jam, penggilingan padi yang dikembangkan ini bisa menghasilkan beras 50 ton per bulan. Jumlah ini diharapkan bisa mencukupi kebutuhan penduduk Karimun dan sekitarnya tanpa impor dari Negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Peresmian Model Kawasan Pengembangan Bioindustri Padi ini dilakukan oleh Bupati Karimun dengan dilakukannya penandatangan Naskah Kesepahaman (MOU) antara Balitbangtan dan Pemda Kabupaten Karimun serta Perjanjian Kerjasama antara Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian deang Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun beberapa bulan yang lalu tepat pada bulan April 2018. Pada kesempatan tersebut Bupati Karimun mengucapkan terimakasih kepada balitbangtan yang telah memberikan sarana pertanaman padi terutama mesin pengilingan padi . Bupati berharap .mudah mudahan kawasan bio industri ini khususnya Desa Teluk Radang tetap maju dan solid. Dan pada kesempatan itu pula Bupati Karimun meresmikan beras hasil produksi sendiri yang bernama beras Aura Karimun. Dalam kesempatan itu hadir juga Kepala Balai Besar Pascapanen Prof. Risfaheri. Dalam sambutannya beliau berharap dengan adanya Model Bioindustri ini beroperasi secara berkelanjutan sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan nilai tambah pertanaman padi di Kabupaten Karimun. Ke depannya lanjut beliau, pelau Kundur mampu menghasilkan beras premium yang bisa diekspor ke negara tetangga Singapura dan Malaysia.