Loading...

KABUPATEN SELUMA MENUJU SWASEMBADA DAGING

KABUPATEN SELUMA MENUJU SWASEMBADA DAGING
Dalam rangka menghadapi swasembada daging perlu peningkatan budidaya ternak dengan cara meningkatkan jumlah populasi ternak dalam jumlah besar. "Upaya meningkatkan populasi dan produksi ternak maka pemerintah Kabupaten Seluma melalui Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan melakukan langkah-langkah untuk memotivasi peternak dengan menyediakan bibit ternak yang unggul serta berkualitas, hal itu disampaikan Bupati Seluma H. Bundra Jaya di sela-sela kunjungan Wakil Menteri Pertanian ke Desa Bukit Peninjauan 1 Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma. Lebih lanjut Bupati Seluma menyatakan "Program peternakan sapi yang telah dikembangkan di Desa Bukit Peninjauan 1 ini diharapkan dapat menjadi solusi atas kelangkaan daging sapi di Kabupaten Seluma pada khususnya dan Provinsi Bengkulu pada umumnya. Ke depannya kita berharap peternakan sapi dapat tersebar merata ke seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten seluma. Sehingga Kabupaten Seluma dapat menjadi sentral peternakan sapi di Provinsi Bengkulu".Untuk mendukung program tersebut Bupati Seluma menghimbau kepada Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Seluma untuk selalu memberikan bimbingan, pelatihan, dan monitoring terhadap kelompok-kelompok peternakan sapi yang ada di Kabupaten seluma. Dan salah satu hal yang sangat terpenting adalah menyediakan bibit sapi unggul yang dapat dikembangbiakkan di Kabupaten Seluma.Salah satu jenis usaha pada sub sektor peternakan yang berpotensi untuk dikembangkan adalah peternakan sapi potong. Sapi potong ditetapkan sebagai komoditas unggulan sub sektor peternakan di Kabupaten Seluma. Jenis sapi potong yang di budidayakan di Kabupaten Seluma diantaranya adalah sapi bali, sapi PO, sapi Limosin, sapi Simental, sapi Brahman Cross (BX). Salah satu indikator keberhasilan pemerintah kabupaten Seluma dengan mendapatkan juara umum dalam expo ternak di Provinsi Bengkulu tahun 2013, selain itu kabupaten Seluma memiliki populasi unggas tertinggi dan populasi sapi potong ke tiga di provinsi Bengkulu. Populasi yang besar ini tentunya merupakan modal dasar dalam pengembangan peternakan baik untuk program pembibitan ternak maupun program budidaya ternak. Peningkatan produktivitas sapi potong melalui manajemen perkawinan dengan cara Inseminasi Buatan (IB). Sebelum teknologi IB sistem perkawinan dilakukan melalui kawin alam. Sistem kawin alam ini apabila tidak dilakukan pengaturan pejantan yang dipergunakan sebagai pemacek maka akan terjadi perkawinan sedarah/inbreeding. Perkawinan inbreeding akan berdampak pada penurunan mutu genetik ternakSalah satu kegiatan terpadu yang telah dilakukan yaitu melalui program integritas budidaya ternak sapi dengan budidaya sawit di Desa Bukit Peninjauan I karena pelepah dan daun sawit dapat dijadikan sebagai pakan ternak sapi potong, ujar Mahyudin, kades Bukit Peninjauan I, Kecamatan Sukaraja.