Pertumbuhan tanaman kedelai yang baik dan menghasilkan produksi tinggi merupakan target yang harus dicapai dalam mendukung program swasembada. Produksi tinggi bisa dicapai apa bila semua unsur paket teknologi ditrerapkan secara tepat, termasuk di dalamnya adalah pemenuhan kebutuhan pupuk bagi tanaman. Nitrogen (N) merupakan unsur hara yang sangat dibutuhkan dan cukup menentukan dalam proses produksi tanaman kedelai. Namun sebaliknya apa bila tanaman kekurangan unsur hara N akan menunjukkan organ pertumbuhan tanaman tidak normal yang sangat berpengaruh terhadap produksi yang akan dicapai. Nitrogen adalah komponen utama penyusun protein (asam amino), enzim, klorofil, enzim, dan vitamin pada tanaman. Nitrogen oleh tanaman diserap dalam bentuk nitrit (NH3) dan Amonium (NH4). Nitrogen merupakan unsur yang mudah ditranslokasikan (mobile) ke seluruh bagian tubuh tanaman. Gejala Kahat Nitrogen (N)Gangguan hara pada tanaman merupakan masalah utama bagi petani, disamping masalah-masalah penting lainnya. Gejala defisiensi hara atau kahat hara secara visual umumnya telah cukup membantu dalam mendiagnosis gangguan hara, terutama bila dilakukan oleh ahlinya. Secara visual gejala kekahatan nitrogen pada tanaman kedelai akan nampak pada daun-daun tua. Sedangkan kekahatan nitrogen pada tanaman kedelai muda, menunjukan gejala daun berwarna hijau pucat dan berangsur- angsur menjadi kuning pucat pada kondisi kekahatan yang berat. Sedangkan pada tanaman kedelai tua, kekahatan nitrogen akan menunjukan gejala berupa menguningnya daun tanaman bagian bawah dan pada keadaan kekahatan yang parah, daun-daun tersebut kemudian akan gugur. Secara umum, kahat nitrogen menyebabkan tanaman tumbuh menjadi tidak normal, pertumbuhannya lambat dan kerdil, batang tanaman menjadi berwarna kemerah-merahan, perkembangan polong kedelai terhambat, daun menguning dan berdinding tebal sehingga daun tersebut menjadi kasar, keras, dan berserat. Kekahatan nitrogen sangat sering terjadi umumnya pada budidaya kedelai di lahan yang memiliki tanah bertekstur pasir dan tanah-tanah yang memiliki derajat kemasaman (pH) rendah. Pada tanah-tanah yang demikian menjadikan aktivitas mikroorganisme tanah terutama mikroorganisme yang berfungsi sebagai penambat nitrogen menjadi terhambat. Perlu kita ketahui bahwa tanaman kedelai mampu memfiksasi nitrogen dari udara sebanyak 46 kg N per hektar. Jumlah penambatan nitrogen dari udara tersebut telah mencukupi ½ kebutuhan nitrogen selama hidupnya. Penambatan nitrogen dari udara dibantu oleh adanya bakteri rhizobium pada bintil akar tanaman kedelai. Secara umum pada lahan-lahan yang sebelumnya pernah ditanami kedelai, memiliki populasi rhizobium alami yang tinggi. Penanggulangan Kahat Nitrogen (N)Mengetahui kapan tanaman kedelai benar-benar memerlukan tambahan pupuk N akan sangat membantu, dan ini dapat memberikan peningkatan efisiensi serapan N yang nyata; dan ini dapat dilakukan dengan memonitor warna daun tanaman. Pemberian N yang tepat waktu ke tanaman adalah salah satu usaha yang dapat meningkatkan efisiensi N Pada tanah-tanah yang memiliki kandungan N-total sebanyak Ruslia Atamaja (rusliatmaja.atmaja326@gmail.com)Sumber : Puslibang Tanaman Pangan 2014