Loading...

Kaji Terap Budidaya Jagung Hibrida Dengan Cara TOT di Poktan Polorejo Makmur Kelurahan Purwosari

Kaji Terap Budidaya Jagung Hibrida  Dengan Cara TOT di Poktan Polorejo Makmur Kelurahan Purwosari
KEGIATAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIAN / PERKEBUNAN TEPAT GUNA MELALUI KAJI TERAP BUDIDAYA JAGUNG HIBRIDA DENGAN CARA TANAM TOT 1.1. Latar Belakang Di Indonesia, jagung merupakan komoditas tanaman pangan kedua terpenting setelah jagung, berdasarkan urutan bahan makanan pokok di dunia, jagung menduduki urutan ke-3 setelah gandum dan padi. Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang sudah banyak dibudidayakan oleh para petani.Jagung merupakan sumber makanan pokok pertama dan jagung sebagai sumber makanan pokok kedua setelah nasi.Walau demikian, jagung sangat banyak dibutuhkan untuk membuat pakan ternak ataupun untuk dibuat sebagai tepung tapioka.Tanaman jagung sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan hewan.Jagung merupakan salah satu jenis makanan yang mengandung sumber hidrat arang dan memiliki kalori dan protein yang hampir sama dengan padi. Penyajian makanan/masakan dari jagung dapat dikombinasikan dengan bahan makanan lain sehingga dapat melengkapi zat makanan yang terkandung didalamnya. Berbagai cara dan upaya telah dilakukan untuk mewujudkan program tersebut antara lain dengan pemupukan berimbang,pengembalian kesuburan tanah dengan bahan organik,pengendalian hama terpadu,cara bercocok tanam sistem jajar legowo,penggunaan varietas unggul dan juga dengan penggunaan pupuk hayati serta cara lainnya.Melalui Anggaran APBD Kabupaten Pasuruan Tahun 2017 terdapat kegiatan Fasilitasi Balai Penyuluhan Kecamatan, yaitu Peningkatan Kapasitas Balai Penyuluhan Kecamatan sebagai Posko Pelaksana Pembangunan Pertanian. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam program tersebut adalah kegiatan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian / Perkebunan Tepat guna Tahun 2017 melalui Kaji Terap Jagung Hibrida dengan Cara Tanam TOT di Kelompoktani Polorejo Makmur Kelurahan Purwosari Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan.Kaji Terap ini merupakan suatu metode penyuluhan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani nelayan dalam memilih paket teknologi usahatani yang telah direkomendasikan sebelum di demontrasikan dan untuk dianjurkan sehingga dapat meningkatkan hasil usahataninya.1.2. Tujuan Adanya KegiatanPenelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian / Perkebunan Tepat guna Tahun 2017 melalui Kaji Terap Budidaya Jagung Hibrida dengan Cara Tanam TOT di Kelompoktani Polorejo Makmur Kelurahan Purwosari Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan bertujuan untuk:a. Menyakinkan kesesuaian paket inovasi teknologi usahatani dengan kebutuhan dan kemampuan serta kondisi agroekosistem petani – nelayan di wilayah di mana Kaji Terap dilaksanakanb. Mempercepat penyebaran informasi paket teknologi Anjuran 1.3. Kegunaan dan Manfaata. Memperkenalkan teknologi baru dari hasil kajian Balai Teknologi Pertanian yang telah berhasil dan dibutuhkan petani, sehingga nantinya dapat dicontoh oleh petani, sedangkan komoditasnya sesuai dengan kebutuhan petani.b. Mengurangi resiko kegagalan usahatani melalui pemilihan paket teknologi yang paling sesuai dengan keadaan wilayah ditinjau dari segi teknis maupun secara ekonomis.c. Meningkatkan keyakinan pelaksana Kaji Terap yaitu petani mengenai paket teknologi penggunaan pupuk hayati dalam usahataninya yang akan di terapkan oleh petani disekitarnya.d. Menghimpun dan memberikan umpan balik kepada lembaga peneliti dan instansi terkait dalam pengembangan paket teknologi usahatani.e. Menyiapkan petani untuk menjadi demonstrator yang bersifat motivator dan atau pelatih/pemandu bagi petani lainnya.Dapat merangsang petani lain untuk menerapkan paket teknologi tersebut dalam usahataninya. Pelaksanaan Kegiatan Pemberdayaan Petanimelalui Demfarm JagungDi Kelompoktani Polorejo Makmur Kelurahan PurwosariKecamatan Purwosari Tahun 2017 1.1. Beniha. Varietas Pioner 35b. Jumlah Kebutuhan 15 kg/0,6 Hac. Daya Tumbuh > 80%d. Di campur dengan insektisida (gauco)e. 1.2. Pembuatan saluran drainase1.3. Tanam a. Jarak Tanam 65 cm x 20 cmb. Jumlah tanam 1 biji per lubang tanam1.4. Pemupukan a. Pupuk Dasar : - Pupuk Organik /kompos : 1.000 kg /0,6 Hab. Pupuk susulan I (21 HST) : - Urea : 100 kg/0,6 Hac. Pupuk susulan II (30 HST) : - Urea : 50 kg/0,6 Ha- Phonska : 60 kg/0,6 Had. Pupuk susulan III (50 HST) : - Urea : 50 kg/0,6 Ha- Phonska : 60 kg/0,6 Hae. Cara Pemupukan di tugal 1.5. Penyiangana. Penyiangan 1 (5 HST) b. Penyiangan 2 (23 HST) 1.6. PengairanPengairan 14 hari sekali1.7. Pengendalian OPTa. Terapkan kaidah pengendalian Hama Terpadub. Hama yang diwaspadai adalah : Belalangc. Penyakit yang diwaspadai adalah : Bule 1.8. Panena. Umur panen : 97 HSTb. Ubinan menggunakan ukuran 2,5m x 2,5m a. Hasilnya I = 5 kg (control) II = 5,5 kg (Perlakuanc. Faktor perkalian produktivitas 1600Pengamatan terhadap tanaman jagung meliputi pertumbuhan tinggi tanaman, lebar daun, jumlah daun dan gangguan opt. II. Hasil Pengamatan dan Pembahasan2.1 Pengamatan Tinggi Tanaman Berdasarkan hasil pengamatan tinggi tanaman, dapat diketahui bahwa tinggi tanaman dengan perlakuan demfarm lebih cepat pertumbuhan (tinggi) tanamannya daripada tanaman kontrol, hal ini selain disebabkan karena pada demfarm sistem yang dipakai adalah dengan jarak tanam 65 x 20 cm dengan menggunakan 1 biji perlubang tanam dan penggunaan pupuk hayati.Pengunaan pupuk organic/kompos yang cukup banyak dapat menggemburkan dan menyuburkan tanah sehingga asupan nutrisi yang dibutuhkan tanaman terpenuhi sehingga pertumbuhan tinggi tanaman lebih cepat dibandingkan dengan tanaman pada control yang tidak menggunakan kompos/bahan organik 2.2 Pengamatan Lebar Daun Berdasarkan hasil pengamatan lebar daun, dapat diketahui bahwa lebar daun dengan perlakuan demfarm lebih lebar daripada tanaman kontrol, hal ini selain disebabkan perbedaan varietas yang dipakai juga disebabkan karena pada demfarm menggunakan pupuk kompos dan agensi hayati untuk mencegah penyakit bule.Pengunaan pupuk organic/kompos yang cukup banyak dapat menggemburkan dan menyuburkan tanah sehingga asupan nutrisi yang dibutuhkan tanaman terpenuhi sehingga pertumbuhan anakan tanaman lebih cepat dibandingkan dengan tanaman pada control yang tidak menggnakan kompos/bahan organik 2.3 Jumlah daunBerdasarkan hasil pengamatan jumlah daun, dapat diketahui bahwa tanaman dengan perlakuan demfarm lebih banyak dari pada tanaman kontrol, hal ini disebabkan pada demfarm dosis pemupukan yang dipakai adalah dosis anjuran, dimana setiap Kebutuhan pupuk perhektar-nya adalah :Urea = 250 kg/HaPhonska = 200 kg/HaOrganik = 1000 kg/Ha Penggunaan pupuk berimbang pada tanaman demfarm memberikan nutrisi dan mineral yang cukup pada tanaman sehingga tanaman tumbuh lebih baik dibandingkan pada tanaman control.Pengamatan Organisme Pengganggu Tanamandan Musuh Alami Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada lahan Demfarm dan Kontrol yang dilakukan setiap minggu, dapat diketahui bahwa pada tanaman demfarm dan kontrol sama-sama tidak diserang oleh OPT, maka tidak dilakukan penyemprotan insektisida.