Pemerintah saat ini telah mencanangkan program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Program tersebut dilakukan karena kebutuhan beras penduduk Indonesia terus meningkat. Program ini Ditujukan untuk meningkatkan produksi dan juga dapat meningkatkan pendapatan petani serta pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri yaitu beras.Berbagai cara dan upaya telah dilakukan untuk mewujudkan program tersebut antara lain dengan pemupukan berimbang, pengembalian kesuburan tanah dengan bahan organik, pengendalian hama terpadu, cara tanam jajar legowo, penggunaan varietas unggul dan juga penggunaan pupuk hayati dan sebagainya.Dalam menyikapi hal tersebut maka Dinas peternakan dan ketahanan pangan melaksanakan Kajiterap Budidaya Padi Penggunaan Agensi Hayati dan Pesnab Kaji terap adalah merupakan metode penyuluhan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani nelayan dalam memilih paket teknologi usahatani yang telah direkomendasikan sebelum didemonstrasikan dan atau dianjurkan. Kaji Terap Budidaya Padi Penggunaan Agensi Hayati Dan Pesnab dilakukan di Kelompok tani Sekar Mulya Dusun Sekar Putih Desa Sekarjoho Kec Prigen yang dilaksanakan Mulai Bulan Febrari sampai Akhir bulan juni. Adapun Metode Pelaksanaan Kaji Terap Budidaya Padi Adalah sebaga berikut Pengamatan Untuk Mengetahui Perkembangan Pelaksanaan Lapangan , Permasalahan hasil Kaji Terap dilakukan Pemantauan Oleh Penyuluh Pertanian secara Teratur dan berkesinambungan. Pemantauan perkembangan pelaksanaan dilakukan mulai dari tingkat kabupaten dan lapangan. Pemantauan oleh Penyuluh pertanian dapat dilakukan melalui pengamatan lapangan secara langsung selama pelaksanaan kaji terap atau menganalisa data laporan yang diterima oleh pelaksana kaji terap1.1.Benih- Varietas Unggul yang sesuai dengan masing masing daerah - Jumlah Kebutuhan 20 kg/0.5Ha- Daya Tumbuh > 80%- Di rendam 24 Jam dan diperam 24 jam 1.2.Persemaian- Dipupuk 10 kg urea , 5kg phonska- Disebari furadan 4 kg- Bedengan ukuran 1,25 x 8mt- Pindah Tanam umur 15 hari 1.3.Pengolahan Tanah - Bajak I disebarkan pupuk organik 1 ton- Bajak II 2 minggu setelah bajak I- Glabeg dan garu sampai rata- Arak-arak gulma 2 hari sebelum tanam 1.4.Tanam - Kondisi air macak-macak- Jarak Tanam jajar Legowo 2 :1 adalah 40cm (20 x 10 cm )- Jumlah tanam 2-3 bibit per rumpun 1.5.Pemupukan Pupuk Dasar : - Urea : 50 kg/0.5Ha - Phonska : 50 kg/0.5Ha- Pupuk susulan I ( 15hst ) urea 50Kg /0,5 Ha- Cara Pemupukan diklicir dan dibenamkan- Gunakan Agensi hayati sesuai petunjuk - Saat Pemupukan Air macak – macak 1.6.Penyiangan- Penyiangan 1 (15 HST) Menggunakan Landakan - Penyiangan 2 (23 HST) Menggunakan Tangan 1.7.Pengairan- Tinggi genangan air 2,5 cm- Pengairan terputus-putus 2-3 hari sekali- 10 hari sebelum panen petakan dikeringkan 1.8 Pengendalian OPT- Terapkan kaidah pengendalian Hama Terpadu- Hama yang diwaspadai adalah : Wereng Coklat, Penggerak batang, dan tikus- Penyakit yang diwaspadai adalah : Tungro, hawar daun, piri cularia, Xanthomonas- Gunakan Pestisida Nabati sesuai petunju Pemakaian 1.9 Panen- Umur panen : 107 HST, gunakan pedal threser, alas terpal- Ubinan gunakan ukuran 6 baris, panjang 5,5 m- Faktor perkalian produktivitas 1000- Setelah panen dibuat analisa usaha tani Hasil pengamatan kaji terap pada tanaman padi terhadap produktivitas adalah sebagai berikut :Hasil Panen Kaji Terap Padi Inpari 4 menggunakan Agen Hayati dengan sistem jajar legowo dan Pola pemupukan Yaitu : Petak Kaji Terap Dengan ubinan 2,5m x 2,5m menghasilkan 8Kg GKP. Dengan Rata rata tinggi tanaman 110cm, Rata rata anakan Produktif 25 , Jumlah rumpun 2,5mx 2,5m adalah 200 rumpun . Jhasil ubinan 11,52 Ton/ Ha sudah dikurangi Galengan 10 %. Petak Kontrol Dengan ubinan 2,5m x 2,5m menghasilkan 7Kg GKP. Dengan rata rata Tinggi tanaman 108 cm. Rata rata anakan produktif 20. Jumlah rumpun 2,5m x 2,5 m adala 118 rumpun.Hasil Ubinan 10,08 Ton/ Ha sudah dikurangi galengan 10%. Jarak tanam legowo dan Pola Pemupukan menghasilkan Lebih banyak dari pada yang menggunaka Jarak tanam sistem tegel. Kaji terap yang dilaksanakan di kelompoktani Sekar Mulya Dusun Sekar Putih Desa Sekarjoho dengan menggunakan Sistem Jajar Legowo Dan Pola Pemupukan bisa meningkatkan produksi. Dibandingkan dengan yang kontrol perlakuan dipetak kaji terap ada selisih hasil 1 ton, sehingga dengan peningkaatan produksi maka pendapatan petani pun juga meningkat .Disamping itu penggunaaan varietas Inpari 4 cocok untuk diterapkan di kelompoktaani Sekaar Mulya.