Loading...

KAJI TERAP PEGGEMUKAN SAPI POTONG DI KELOMPOK TANI SUMBER REJEKI DESA DAYUREJO KECAMATAN PRIGEN

KAJI TERAP PEGGEMUKAN SAPI POTONG DI KELOMPOK TANI SUMBER REJEKI DESA DAYUREJO KECAMATAN PRIGEN
Kaji terap penggemukan Sapi Potong Dilaksanakan di Kelompoktani Sumber Rejeki di Dusun Gamoh Desa Dayurejo Kecamatan Prigen. Dayurejo sendiri merupakan sentra Peternakan Sapi di kecamatan prigen. Pengembangan Ternak Sapi Potong dilakukan agar supaya ternak yang memiliki kualitas genetik yang bagus ini tidak d jual atau keluar daerah akan tetapi dapat berkembang dan menyebar di masyarakat atau kelompok peternak kecamatan prigen sehinga dapat meningkatkan Pendapatan Petani Peternak . Dalam Rangka Mengoptimalkan Perkembangan ternak sapi potong tersebut,maka melalui kegiatan Kaji Terap Pengembangan Sapi Potong diharapkan mampu mendukung kebutuhan daging dan pada akhirnya peningkatan pendapatan Bagi peternak. Kaji Terap Penggemukan Sapi potong Tersebut Dilakukan Pada Jenis Sapi Limosin . Sapi Limosin merupakan salah satu dari beberapa jenis sapi favorit yang disukai oleh peternak sapi untuk digemukkan, dipelihara sebagai sapi kereman dan bahkan untuk dibentuk menjadi sapi exstrim jumbo yang bisa memiliki bobot sampai diatas satu ton lebih.Ciri ciri Keunggulan Sapi Limosin 1. Secara umum memiliki warna coklat muda, kuning agak kelabu 2. Bentuk tubuh besar, panjang, kompak , dan padat.3. Cocok didaerah yang mempunyai curah hujan tinggi 4. Sangat cocok dipelihara di daerah iklim sedang 5. Tidak begitu bagus dikembangkan didaerah beriklim panas6. Pertumbuhan badab sangat cepat 7. Berat jantan dewasa mencapai 1.200Kg8. Kualitas daging tinggi 9. Kualitas karkas bagus10 Pertumbuhan berat badan per hari bisa diatas 1 -1,5Kg lebih dengan dukungan pakan yang bagus.Agar kaji terap ini dapat diukur keberhasilannya maka diperlukan pengukuran bobot sapi sebelum dan sesudah perlakuan. Pengukuran bobot sapi dilakukan menggunakan tali yang dilingkarkan pada badan (dada) sapi. Hasilnya kemudian dikonversi menjadi bobot sapi. Lingkar dada diperoleh dengan melingkarkan seutas tali di belakang gumba melalui belakang belikat. Sementara panjang badan diukur dari bahu hingga penonjolan tulang duduk. Dengan memperhatikan volume organ kepala, kaki, ekor, dan massa jenis daging atau jeroan bakal diperoleh pendekatan untuk memperoleh berat hewan sebenarnya. Melalui berbagai percobaan, para ahli akhirnya menemukan rumus untuk menghitung bobot ternak. Sebut saja, Schoorl menemukan rumus untuk mengetahui berat badan dengan cukup mengetahui satu komponen, yakni lingkar dada. Rumus itu dinamai namanya sendiri rumus Schoorl yaitu Lingkar Dada (LD) merupakan salah satu dimensi tubuh yang dapat digunakan sebagai indikator mengukur pertumbuhan dan perkembangan ternak. Pengukuran lingkar dada diukur pada tulang rusuk paling depan persis pada belakang kaki depan. Pengukuran lingkar dada dilakukan dengan melingkarkan pita ukur pada badan.Cara Mengukur Lingkar Dada : Teknik pengukuran yang baik dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :1. Siapkan pita ukur dengan panjang minimal 200 cm. 2. Siapkan buku data untuk mencatat hasil pengukuran lingkar dada3. Pengukuran lingkar dada dilakukan simultan setelah ternak ditimbang4. Pastikan ternak sudah tenang dan berdiri dengan posisi yang tegak5. Catat angka lingkar dada yang terukur pada pita 6. ukur kedalam buku data atau masukkan ke dalam software kalkulator berat badan ternak Berdasarkan hasil pengukuran awal, dengan mengukur lingkar dada diketahui bobot awal sapi• Sapi I : lingkar dada = 180 cm Bobot awal = 408,04 kgBobot daging = 75% dari bobot awal = 285,6 kg• Sapi II : lingkar dada = 179 cm Bobot awal = 395,84 kg Bobot daging = 75% dari bobot awal = 277,09 kgPada pelaksanaan kaji terap pengemukan sapi potong ini ada beberapa perlakuan yang diterapkan agar pertumbuhan sapi maksimal. Perlakuan tersebut yaitu :1. Perbaikan kandang lantai kandang sesuai anjuran teknis perkandangan. Sebelum di cor, batu kali ditata sebagai dasar lantai kemudian diatasnya dilapisi dengan cor (pasir dan semen). Kemiringan lantai Ini bertujuan untuk mengurangi kondisi basah pada lantai karena terkena air kencing dan kotoran. Dengan kemiringan lantai yang tepat maka sanitasi kandang lebih mudah dilakukan, kotoran dan air kencing sapi lebih mudah untuk dibersihkan2. Pemberian Tambahan Pakan Konsentrat Selain pemberian pakan rumput / hijauan perlu bahan makan tambahan (konsentrat) untuk melengkapi kekurangan gizi dan zat makanan lainnya. Anjuran pemberian konsentrat untuk ternak sapi 5 % dari berat badan atau tergantung dari jumlah makanan tambahan yang dibutuhkan secara rutin setiap harinya. Konsentrat diberikan pada saat kondisi sapi sudah kenyang. Perlu diperhatikan bahwa konsentrat hanya merupakan pakan tambahan. Konsentrat diberikan dengan cara dicampur dengan air minum sapi. Setiap ember diberikan 1 genggam konsentrat. Pemberian konsentrat disesuaikan dengan berat badan sapi. Dengan pemberian konsentrat secara rutin pertumbuhan sapi terlihat sangat cepat dan didukung oleh pemberian vitamin untuk nafsu makan. Selain itu, pada minumnya juga dianjurkan untuk di beri larutan garam dan tetes untuk mempercepat pertumbuhan. Larutan garam dan tetes membantu untuk meningkatkan nafsu makan sapi, sehingga nafsu makan sapi meningkat agar penambahan bobot sapi lebih cepat.3. Pemberian Obat CacingPemberian obat cacing sangat penting bagi sapi, terutama pada awal pemeliharaan. Dosis obat cacing diberikan berdasarkan kondisi ternak, jika sapi terindikasi cacingan berdasarkan ciri-cirinya pemberian obat cacing 2 bollus sekaligus, Jika kondisi ternak sehat untuk pencegahan cukup diberikan 1 bollus saja. Obat cacing diberikan sebanyak 3 kali pada setiap pemberian. 4. Pemberiaan Vitamin Pemberian vitamin bertujuan untuk menambah nafsu makan, meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki kekurangan vitamin, berfungsi sebagai koenzim dalam metabolisme. 5. FFD / Temu lapangTemu lapang dilakukan untuk mengevaluasi kegiatan kaji terap sapi yang telah dilakukan, mulai perbaikan kandang, pemberian pakan tambahan, pemberian obat cacing dan vitamin. Dengan adanya pertambahan berat badan sapi yang sangat nampak dapat diambil kesimpulan bahwa kaji terap perlu di informasikan kepada peternak lain supaya mengikuti anjuran-anjuran dari kegiatan kaji terap untuk mendapatkan hasil penggemukan sapi yang baik sehingga menambah nilai jual dalam jangka waktu sekitar empat – enam bulan. Setelah perlakuan kaji terap Mulai Agustus – Desember 2017 diketahui perkembangan bobot ternak sapi yang cukup pesat. Bobot akhir sapi adalah : Bobot Akhir Sapi Hidup• Sapi I : lingkar dada = 208 cm Bobot akhir = 529 kgBobot daging = 75% dari bobot Akhir = 396,8 kg• Sapi II : lingkar dada = 195 cm Bobot akhir = 472,9 kg Bobot daging = 75% dari bobot Akhir = 354,7 kgNB :Kenaikan Rata rata Per Hari = 0,9 - 1,4 Kg Berat Dengan Adanya Kaji Terap Penggemukan Sapi Potong tersebut Mampu mendukung kebutuhan daging dan pada akhirnya pendapatan peternak juga meningkat. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.