Pencapaian produksi rata rata usaha tani relatif masih berada dibawah potensi genetik varietas yang di usahakan, sehingga masih terdapat cukup besar peluang untuk meningkatkan produksi. Upaya peningkatan produksi dapat di lakukan melalui pendekatan sistem pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara secara terintegrasi untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik, serta hasil yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Dengan semakin cepatnya laju perkembangan inovasi di bidang varietas tanaman dan penggunaan sarana produksi pertanian, mutlak dikuasai oleh penyuluh pertanian dan petani dalam rangka percepatan proses alih teknologi di bidang produksi pertanian. Di samping itu di perlukan hasil kajian tentang adaptasi beberapa varietas tanaman dan sarana produksi pertanian hasil inovasi baru yang di terapkan pada berbagai jenis tanah di Kabupaten Pasuruan, sehingga di mungkinkan adanya rekomendasi lokal tentang penggunaan varietas dan sarana produksi pertanian hasil inovasi baru. Dalam mendukung Program Peningkatan Beras Nasional ( P2BN ) dan mengetahui kecocokan suatu varietas Jagung di Desa Rembang, Kecamatan Rembang, maka dilaksanakan Kaji terap menggunakan benih jagung Bisi 18 dengan perlakuan tanam tanpa olah tanah dan penggunaan pupuk organik serta pupuk hayati. Agar penyuluhan bisa berjalan lebih efisien dan efektif maka di perlukan metode yang tepat sesuai dengan kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha. Salah satu metode penyuluhan yang bisa di laksanakan adalah Kaji Terap. 1.2. PENGERTIAN KAJI TERAP. Kaji Terap adalah merupakan metode penyuluhan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani-nelayan dalam memilih paket teknologi usaha tani yang telah di rekomendasikan sebelum di demonstrasikan dan atau di anjurkan. Kaji terap ini di laksanakan pada kondisi petani-nelayan yang sebenarnya dengan di bimbing oleh penyuluh. Materi teknologi dalam kegiatan kaji terap di peroleh dari pengemban fungsi penyuluhan, penelitian, pengaturan dan pelayanan dalam rangka pemberdayaan petani-nelayan beserta keluarganya. TUJUAN KAJI TERAP. 1. Meyakinkan kesesuaian paket inovasi teknologi usaha tani dengan kebutuhan dan kemampuan serta kondisi agroekosistem petani-nelayan dimana di wilayah dimana kaji terap dilaksanakan, 2. Mempercepat penyebaran informasi paket teknologi pertanian yang telah direkomendasikan secara umum, 3 .Mempercepat penyebaran informasi paket teknologi penggunaan pupuk organik dan pupuk hayati yang direkomendasikan secara lokal. KEGUNAAN.1. Mengurangi resiko kegagalan usaha tani-nelayan melalui pemilihan paket teknologi yang paling sesuai baik ditinjau dari segi teknis maupun secara ekonomi,2 Meningkatkan keyakinan pelaksana kaji terap yaitu petani-nelayan mengenai paket teknologi usaha tani yang akan diterapkan,3. Menghimpun serta memberikan umpan balik kepada lebaga penelitian dan instansi terkait dalam pengembangan paket teknologi usaha tani-nelayan,4. Menyiapkan petani-nelayan untuk menjadi demonstrator yang bersifat motivator dan atau pelatih / petani pemandu bagi petani-nelayan,5. Merangsang petani untuk menerapkan paket teknologi dalam usaha taninya. MANFAAT.1. Dapat merangsang petani-nelayan atau petani-nelayan lainnya untuk menerapkan Paket teknologi tersebut dalam usaha taninya,2. Keberhasilan kaji terap menunjukkan bahwa paket teknologi tersebut sesuai dengan kondisi dan usaha tani para petani. Dari hasil pengamatan yang di lakukan selama pelaksanaan kaji terap dapat di peroleh beberapa hal sebagai berikut :» Pengamatan I dilakukan pada tanaman berumur 31 hst, diperoleh hasil : 1. Jumlah rumpun per lubang : batang2.Tinggi tanaman : 46 cm 3.Hama/Penyakit : Penggerek batang (10 %)» Pengamatan II dilakukan pada tanaman berumur 45 hst, diperoleh hasil : 1. Jumlah anakan : 20 batang 2. Tinggi tanaman : 61 cm 3. Hama/Penyakit : Xanthomonas (10 %)» Pengamatan III dilakukan pada tanaman berumur 59 hst, diperoleh hasil : 1. Jumlah anakan : 25 batang 2. Tinggi tanaman : 70 cm» Pengamatan IV dilakukan pada tanaman berumur 73 hst, diperoleh hasil : 1.Jumlah anakan produktif : 29 batang 2.Tinggi tanaman : 85 cm» Pengamatan V dilakukan pada tanaman berumur 87 hst, diperoleh hasil : 1. Jumlah anakan produktif : 31 batang 2. Tinggi tanaman : 102 cm Dari hasil pelaksanaan kegiatan kaji terap tanaman padi varietas citubagendit dengan menggunakan pupuk organik dan agensi hayati di Desa Tampung di dapatkan hasil ubinan sebesar 7,24 ton/ha dan hasil real di lapangan 7,3 ton/ha. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil dari semula rata-rata produksi padi dengan sistem konvensional menghasilkan 6,5 ton/ha menjadi 7,3 ton/ha dengan sistem tanam jajar legowo dengan kombinasi penggunaan pupuk organik dan agensi hayati . Dengan demikian penerapan kaji terap tanaman padi varietas Citubagendit dengan menggunakan pupuk organic dan agensi hayati yang dilaksanakan di Desa Tampung cocok untuk diterap Dari hasil pelaksanaan Kaji Terap tanaman padi varietas citubagendit dengan menggunakan pupuk organic dan agensi hayati di Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Varietas citubagendit cocok untuk di tanam di Desa Tampung2. Penggunaan pupuk organik dan agensi hayati berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, yang terlihat pada awal pertumbuhan lebih hijau warna daunnya di bandingkan sekitarnya yang tidak menggunakan.3. Pemakaian pupuk organic dan agensi hayati memperbaiki ekologi dan ekosistem sehingga perakaran lebih sempurna menyerap unsur hara yang berdampak pada jumlah anakan yang banyak dimana harapannya adalah meningkatnya produksi.4. Sistem tanam tanam jajar legowo cocok digunakan di Desa Tampung karena tanah sudah subur sehingga lebih hemat biaya dan juga dapat meningkatkan produksi dan mempermudah dalam memelihara dan juga dalam segi pemupukan. SARAN SARAN 1. Peningkatan produksi sebagai akibat dari kegiatan kaji terap perlu dipertahankan dan ditingkatkan sehingga dapat memenuhi target swasembada beras.2. Ilmu yang telah diterapkan agar ditularkan pada petani sekitarnya dengan cara mendorong petani lainnya/sekitarnya untuk dapat melaksanakan teknologi yang ada.3. Sosialisasi oleh penyuluh tentang keunggulan teknologi yang diterapkan pada kajii terap padi dengan sistem tanam jajar legowo dan penggunaan pupuk organik dan agensi hayati secara berkelanjuta