KAKI ANDA LUKA ATAU BOROKAN TEMPELKAN EKSTRAK KATUK
Tanaman Katuk ( Sauropus androgynus ) telah dikenal dikalangan masyarakat luas, baik di Kecamatan Haurgeulis maupun di Kabupaten Indramayu pada umumnya. Beragam sebutan untuk tanaman katuk ini. Bila di Jawa disebut katuk berbeda halnya dengan masyarakat Bali. Masyarakat Bali menyebutnya sebagai tanaman kayu manis. Di kalangan masyarakat Jawa tanaman ini dapat digunakan sebagai sayuran dan lalapan. Di samping itu dapat juga digunakan sebagai bahan pewarna makanan. Di Bali tanaman ini digunakan sebagai bahan pengobatan, perangsang ASI dan tanaman hias pekarangan. Di samping itu daunnya dapat bermanfaat sebagai peluruh kencing. Sementara akarnya dapat digunakan sebagai obat luar seperti borok dan bisul. . Menurut hasil penelitian Puslitbang Biologi LIPI Bogor tanaman ini mengandung energi 59 kalori, proyein 6, 4 g, vitamin A dalam bentuk karotin 10.020 mcg, vitamin C 164 mg dan mineral 33.4 mg.Pada waktu lalu banyak ibu-ibu menyusui dalam rangka memperlancar ASI, meminum perasan daun katuk setiap hari. Namun seiring dengan perkembangan jaman dan semakin praktisnya minum air katuk, banyak perusahaan yang memproduksi kapsul dari ekstrak daun katuk ini, sehingga ibu-ibu tidak perlu repot lagi mencari daun katuk. Tinggal siapkan uang dan pergi ke toko obat atau toko jamu pelancar ASI pun sudah ada di tangan. Khasiat tanaman katuk khususnya bagian daun tentu tak lepas dari kandungan kimia yang terdapat di dalamnya. Menurut puslitban biologi Bogor katuk mengandung alkaloid paparin, protein, lemak, vitamin dan mineral. Akar tanaman katuk secara emperis dapat digunakan sebagai pelancar air seni ( diuretic ) dan demam. Sebagai obat luar daun katuk dapat digunakan untuk mengobati bisul dan birik. Hasil penelitian dari jurusan farmasi Universitas Hasanuddin ekstrak daun katuk dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Salmonella typhosa dan Escheria coli. Bakteri-bakteri tersebut dapat menyebabkan borok, oleh karena itu ekstrak katuk dapat menghambat bakteri-bakteri diatas, maka dapat disimpulkan katuk pun dapat bermanfaat untuk obat borok. (Rohayati, SP)