Beternak kambing dapat dipertimbangkan sebagai sebuah usaha keluarga sekaligus sebagai tabungan di pekarangan rumah, karena ternak kambing mudah dipelihara, dimana bisa dilakukan di pekarangan rumah sendiri serta tidak membutuhkan modal yang besar. Bila tidak memiliki waktu untuk merawat, kambing bisa digaduhkan atau membayar orang. Kambing mampu beradaptasi dengan beragam kondisi geografis dan iklim di suatu wilayah. Disamping itu kambing tidak pilih-pilih pakan, baik itu rumput-rumputan atau daun-daunan yang mudah diperoleh disekitar rumah sehingga petermak tidak perlu direpotkan mencari pakan. Kalau takut bau kotorannya , pemberian pakan dengan probiotik bisa mengatasinya. Bau kotoran akan tereduksi. . Kambing juga berpotensi untuk diusahakan dalam skala yang lebih besar sebagai sebuah bisnis terutama kambing perah. Saat ini banyak orang mencari susu kambing karena dipercaya berkhasiat mengobati beberapa jenis penyakit. Selain itu peternak kambing perah belum banyak sehingga bisa bersaing dengan produk lain yang memberikan keuntungan yang lebih tinggi . Susu & daging kambing juga merupakan bahan pangan bergizi yang dibutuhkan manusia.Manfaat lain sebagai ternak yang multiguna , kambing menghasilkan anakan yang bisa dijual, menghasilkan kulit sebagai bahan kerajinan serta menghasilkan limbah berupa feses atau kotoran dan urine yang bisa diubah menjadi pupuk organik berkualitas. Pupuk organik dari kotoran dan urine kambing dapat memperbaiki sifat fisik, kimia tanah . Selain itu dapat diolah menjadi biogas sebagai sumber energi untuk penerangan atau memasak. Mengenal jenis-jenis kambing perah multiguna di Indonesia :Di Indonesia terdapat galur kambing yang berpotensi sebagai penghasil susu yaitu kambing Peranakan Ettawa /PE (PE kaligesing, PE Sundoro, PE jawa randu), Kambing Saanen dan kambing Sapera ( persilangan kambing saanen dengan PE).Kambing PE merupakan hasil persilangan antara kambing lokal dengan kambing perah Jamnapari atau Etawa. Kambing PE kaligesing (hasil persilangan kambing etawa dengan kambing lokal) ditetapkan sebagai kambing galur lokal Jawa Tengah mampu memproduksi susu antara 0,5 – 3 liter per hari. Dalam hal reproduksi memiliki kecenderungan melahirkan anak kembar atau lebih satu. Angka kelahiran mencapai 85% dengan jarak beranak sekitar 8 bulan. Ciri fisik postur tubuh besar, tegap dan kokoh. Warna bulu kombinasi hitam dan putih , bagian kepala berwarna hitam. Kepalanya tegak dengan muka cembung, memiliki tanduk kecil melengkung kebelakang. Telinganya lebar, panjang, menggantung dan ujungnya melipat. Ekornya pendek dan mengarah ke atas atau ke belakang. Kaki belakangnya berbulu lebat dan panjang.Kambing PE senduro ( persilangan kambing Jamnapari dengan kambing menggolo (kambing lokal di daerah Senduro Lumajang Jawa Timur). PE senduro memiliki kemampuan produksi susu sama dengan PE kaligesing, ciri fisik sama , hanya warna didominasi warna putih.Kambing PE jawarandu ( hasil persilangan Jamnapari dengan kambing kacang . Cirinya sama dengan PE kaligesing dan PE senduro , hanya warna bulu kombinasi putih dan cokelat dan produksi susu bisa mencapai 1,5 liter per hari.Kambing Saenen. Kambing perah ini berasal dari daerah lembah Saenen Swiss. Tubuhnya besar tapi kepala relatif kecil, lancip, dengan leher yang relatif panjang. Telinga berukuran sedang , tegak dan mengarah kedepan. Warna bulu putih atau krem. Produksi susu mencapai 5 liter per hari, sehingga dijuluki ratu kambing perahKambing Sapera (Kambing persilangan antara kambing saenen dengan PE). Sapera merupakan singkatan dari saenen dengan peranakan etawa. Postur tubuh mendekati kambing PE. Produksi susu 4 – 5 liter per hari. Bibit ini masih sulit didapat karena masih dalam pengembangan. Nilai Gizi dan khasiat susu kambingNilai gizi susu kambing tidak kalah dengan susu sapi bahkan lebih baik. Susu kambing memiliki beberapa keunggulan, lemak susu yang terkandung di dalamnya lebih mudah dicerna sehingga tidak menyebabkan diare pada anak-anak. Khasiat susu kambing mengobati beberapa penyakit seperti asma, bronkitis, pneumonia dan TBC dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi susu kambing. Kandungan flourin yang tinggi dalam susu kambing dapat bersifat antiseptik, juga mencegah infeksi jamur dan kudis. Kandungan kalsium yang tinggi dalam susu kambing sangat baik untuk kesehatan gigi dan mencegah osteoporosis, dan zat besi dan asam folat dalam susu dapat mencegah penyakit thalasemia. Kandungan natrium dan klorida yang tinggi dalam susu mencegah keseimbangan darah, sedangkan vitamian A dalam susu untuk kesehatan mata, sistem kekebalan tubuh dan menyediakan zat gizi untuk kulit,rambut dan kuku. Kandungan lemak dalam susu kambing dibuat sebagai sabun kecantikan untuk merawat kesehatan kulit. Produk olahan dari kotoran dan urine kambingPetani yang memiliki ternak kambing seperti memiliki pabrik pupuk sendiri, karena telah memiliki pupuk organik dari kotoran dan urine kambing yang dipelihara.Kotoran kambing mengandung 0,75 % nitrogen, 0,5 % posfor, dan 0,48 % kalium. Sementara urine kambing mengandung sekitar 37 % nitrogen,16,8% fosfor dan 1,27 % kalium.Berdasarkan pengalaman petani memilhara kambing,kotoran dan urine dari 20 ekor kambing dapat diolah menjadi kompos atau pupuk cair untuk memupuk sawah atau ladang seluas 1 ha. Kalau luas sawah hanya 2500 m2, berarti membutuhkan 5 ekor kambing. Selain itu kotoran dan urine dapat juga dijual dengan cara dikemas dalam wadah plastik atau karung. Rata-rata seekor kambing bisa menghasilkan sebanyak 2,5 liter per hari. Urine sebanyak 2,5 liter setara dengan 2 kg pupuk urea. Sehingga dalam sebulan urine seekor kambing bisa menggantikan 60 kg pupuk urea.Selain sebagai pupuk cair, urine kambing juga digunakan sebagai pestisida hayati. Pengalaman petani, tanaman padi yang disemprot dengan urine kambing tidak diserang hama wereng hal ini karena ada zat penolak dalam urine kambing sehingga wereng tidak mau mendekat pada tanaman padi tersebut. Penyunting : Asia ( Penyuluh BPPSDMP)Sumber informasi : Berbagai sumber dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan 2014.