Musim tanam padi Gadu 2020 sedang berlangsung dan sudah dilaksanakan oleh petani yang berada di garda terdepan dalam mengamankan keberlangsungan ketahanan pangan bangsa dalam kondisi Pandemi Covid 19 yang melanda dunia saat ini. Petani tetap berada di sawah, mempersiapkan-mengolah lahan dan menanam tanaman pangan di lahannya.Sebagai kota yang mempunyai lahan sawah yang subur yang berada di bawah perbukitan dan delta sungai, kota Singkawang berperan dalam menjaga keberlangsungan pangan di Kalimantan Barat. Memiliki lahan sawah seluas 2.706,47 ha, dengan IP 200 di sebagian besar lahan dan di berapa lokasi telah mampu melakukan IP 300 dalam usahatani padinya. Untuk produksi petani Kota Singkawag telah menghasilkan produktivitas 32,25 kuintal/ha (BPS 2019) lebih banyak dibandingkan dengan rata-rata produktivitas padi Kalimantan Barat yang baru mencapai 28,95 kuintal/ha (BPS 2019).Petani di kota Singkawang dalam melakukan usahatani telah menerapkan teknologi yang direkomendasi oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang yang disampaikan oleh Penyuluh Pertanian. Telah banyak petani yang tergabung dalam kelompok tani menggunakan alat mesin pertanian untuk pengolahan lahan, tanam hingga panen. Penerapan teknologi Jajar Legowo serta pemupukan berimbang juga diterapkan oleh petani dan kelompok tani maju di Kota Singkawang.Adapun tahapan usahatani yang dilakukan oleh petani adalah sebagai berikut:1. Pengolahan LahanPengolahan lahan dilakukan petani untuk mempersiapkan lahan sehingga lahan siap untuk ditanami tanaman padi. Untuk musim Gadu 2020 ini pengolahan lahan telah dimulai sejak awal bulan maret dan masih berlangsung hingga saat ini. Lahan diolah menggunakan traktor dengan menggunakan singkal yang berfungsi untuk membalikkan lapisan olah tanah. Kemudian lahan dialiri air yang berasal dari saluran irigasi untuk dilakukan pengglebekan sehingga lahan menjadi rata. Tahap selanjutnya adalah dengan menyisir lahan sehingga lahan benar-benar rata dan siap untuk ditanami tanaman padi. Proses ini berlangsung 4-5 hari/ha lahan.2. PersemaianPersemaian dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan menggunakan dapog atau Tray dan menggunakan persemaian kering dengan membuat bedengan di lahan sawah yang sebelumnya dialas dengan plastik.Persemaian berlangsung 14 hari-21 hari. Dengan cara persemaian ini petani dapat lebih mudah dalam pemeliharaan bibit padinya, lebih murah dan efisien pada saat penanaman di lahan sawah.Dipersemaian, bibit padi dipelihara dengan memberikan pemupukan dan penyemprotan pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit. Cara ini dilakukan agar pada saat ditanam, bibit akan lebih sehat sehingga mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya.3. TanamProses penanaman menjadi perhatian penting bagi petani. Pada musim tanam Gadu 2020 ini hampir sebagian besar petani telah melakukan penanaman. Mengejar waktu tanam sehingga penanaman dapat selesai sebelum intensitas curah hujan semakin berkurang. Penanaman padi dilakukan petani salah satunya dengan menggunakan Transplanter. Dengan Transplanter, petani Kota Singkawang sangat terbantu karena proses tanam dapat lebih cepat-mudah dan murah dalam hal biaya.Pindah tanam dilakukan pada saat umur padi di persemaian telah berumur 14-21 hari. Menggunakan teknologi Jajar Legowo 2:1 menjadi pilihan petani karena telah terbukti lebih banyak populasi tanaman yang tertanam, mudah dalam perawatan baik itu memberikan pupuk maupun dalam hal pengendalian hama dan penyakit, dan tanaman mendapat Sinar Matahari yang lebih merata (efek tepi).4. PemeliharaanProses pemeliharaan tidak terlepas dari ketersediaan sarana produksi. Saat ini di Kota Singkawang ketersediaan pupuk masih cukup dan dapat diakses/dibeli petani di kios-kios resmi pengecer pupuk bersubsidi. Penggunaan pupuk NPK sangat disarankan untuk memberikan asupan nutrisi awal bagi tanaman padi karena kandungan nutrisi yang diperlukan tanaman padi telah tersedia dan lengkap. Saat ini sebagian petani telah melakukan pemupukan pertama dan melakukan pengendalian hama dan penyakit,Disaat Pandemi Covid 19 yang melanda dunia saat ini, petani kita-petani Kota Singkawang-petani Indonesia masih tetap melakukan aktivitas untuk menjaga keberlangsungan pangan Bangsa Indonesia. Semoga Pandemi Covid 19 segera berlalu.Oleh : Eka Afriyan H, SPPenyuluh Pertanian Madya