Bawang merupakan sayuran rempah yang meskipun bukan tanamam asli Indonesia, namun penggumaannya sebagai bumbu pelezat masakan sungguh sudah lekat dengan lidah masyarakat Indonesia. Hampir semua masakan Indonesia menggunakan bawang sebagai salah satu bumbu penyedapnya. Proporsi penggunaannya memang tidak banyak , namun karena demikian akrab dan lekatnya dengan lidah masyarakat Indonesia sungguh sulit dicari jenis masakan yang tanpa bawang. Ditinjau dari kandungan gizinya bawang merah bukanlah merupakan sumber karbohidrat , protein, lemak, vitamin ,atau mineral. Namun, komponen-komponen tersebut ada didalam bawang merah walaupun dalam jumlah yang sedikit. Komponen lainnya , minyak asiri juga terkandung didalam umbi bawang merah. Adanya kandungan minyak asiri dapat menimbulkan aroma yang khas dan memberikan cita rasa. Menurut hasil penelitian, bawang merah mampu menurunkan kandungan gula dan kolesterol tubuh, menghambat penumpukan trombosit, serta meningkatkan aktivitas fibrinolitik, sehingga dapat memperlancar aliran darah. Bawang merah juga mampu memobilisasi kolesterol dari tempat penimbunannya. Adanya pengaruh semacam ini menyebabkan bawang merah mampu menekan penyakit kencing manis dan kemungkinan komplikasinya. Untuk pengobatan penyakit tersebut, bawang merah dapat diberikan dalam bentuk utuh, baik dalam keadaan mentah atau dimasak dulu. Selain itu, dapat juga dibuat sari bawang, ekstrak kering yang berupa bubuk atau dalam bentuk minyak asiri. Mengingat kebutuhan terhadap bawang merah yang kian terus meningkat, maka pengusahaan bawang merah memiliki prospek yang cerah. Cerahnya prospek bawang merah juga didukung oleh tidak adanya bahan pengganti baik yang sintetis maupun yang alami. Tinggi rendahnya harga jual bawang merah, salah satunya ditentukan oleh bagaimana cara perlakuan kita terhadap bawang merah pada saat panen. Keberhasilan panen sangat ditentukan oleh perlakuan-perlakuan pada saat penanaman bawang merah mulai saat pemilihan bibit bawang merah hingga pemeliharaan. Pemanenan bawang merah perlu dilakukan dengan hati-hati untuk mempertahankan kualitasnya. Memar dan luka mengakibatkan penurunan kualitas setelah mengalami penyimpanan. Kualitas yang baik dapat diperoleh bila pemanenan dilakukan pada tingkat ketuaan yang cukup. Bawang merah yang dipanen terlalu muda akan mengurangi bobot , menurunkan daya tahan terhadap pembusukan , mudah bertunas serta kualitas dan nilai jualnya murah. Sedangkan bila pemanenan terlambat akan mengeluarkan akar kedua pada penyimpanan. Penanganan panen merupakan suatu rangkaian kegiatan budidaya tanaman. Kegiatan ini perlu mendapat perhatian dan dilakukan secara cermat serta hati-hati agar hasil yang akan dipasarkan tetap mempunyai kualitas yang baik dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Tanaman yang sudah dipanen berarti sudah terptus pula mekanisme penyerapan zat haranya. Akan tetapi, sebenarnya komoditi yang dipetik masih melangsungkan kehidupannya yaitu berupa respirasi. Untuk mencegah agar hasil panen tidak cepat membusuk dan menurun mutunya, maka komoditi hasil panen harus dilindungi dari keadaan lingkungan yang merusak, seperti suhu dan kelembaban yang tinggi serta serangan mikroba pembusuk. Perlakuan panen akan mmempengaruhi hasil produksi dan proses penanganan selanjutnya. Dalam pemanenan beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain waktu atau umur panen serta cara pemanenan. Jenis bawang merah ada yang berumur pendek dan ada yang berumur panjang. Varitas Bima dan Lampung mempunyai umur pendek sehingga dapat dipanen pada umur sekitar 60 sampai 65 hari setelah tanam. Bawang merah varitas Sumenep dan Kuning dipanen lebih lambat,yaitu setelah berumur 70 sampai 80 hari setelah tanam. Umur panen tanaman bawang merah tergantung pada tempat penanaman dan tingkat kesuburan tanahnya. Bawang merah yang ditanamdi dataran tinggi umumnya mempunyai umur panen lebih panjang daripada di dataran rendah. Bawang merah di datarn ti ggi dipanen setelah berumur 75 sampai dengan 100 hari, sedangkan di dataran rendah dapat dipanen pada umur 60 sampai 90 hari. Untuk mengetahi tingkat kemasakan umbi bawang merah dapat juga dilihat dari keadaan fisik tanaman maupun umbinya. Ciri-ciri tanaman bawang merah yang dapat dipanen atau sudah waktunya dipanen , antara lain daunnya sudah mulai layu dan daun sudah menguning sekitar 70 sampai 80 % dari jumlah tanaman. Ciri lainnya , pangkal batang mengeras , sebagian umbi telah tersembul di atas tanah dan lapisan-lapisan umbi telah penuh berisi dan berwarna merah. Pemanenan bawang merah sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat kondisi cuaca cerah dan daun tidak berembun lagi. Selain itu, keadaan tanah harus kering agar umbi tidak cepat busuk. Pencabutan umbi bawang merah harus dilakukan hati-hati jangan sampai batangnya putus. Usahakan umbinya tidak tertinggal di tanah. Setelah itu, umbi bawang merah dibersihkan dari tanah yang melekat dan segera dikeringkan. Sumardi Sumber : Badan Litbang Pertanian ,2014