Loading...

KASUS RABIES DAN SOSIALISASI DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI BALI

KASUS RABIES DAN SOSIALISASI DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI BALI
Dengan adanya kejadian suspect rabies pada manusia di Desa Dencarik Kecamatan Banjar di Bulan September 2016, Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan ProvInsi Bali melakukan sosialisasi dengan masyarakat Desa Dencarik Kecamatan Banjar. Pelaksanaan dilakukan di Kantor Perbekel Desa Dencarik hari Rabu, 14 September 2016.Tim sosialisasi menyampaikan saran dan pesan agar masyarakat senantiasa waspada terhadap penyakit rabies, mengetahui gejala penyakit yang terjadi pada hewan pembawa Rabies {HPR), memelihara hewan piaraan , anjing, kucing, kera yang sudah mendapatkan vaksin anti rabies, serta memelihara hewan kesayangannya dengan baik, seperti diikat, dikandangkan dan dilakukan vaksinasi sesuai dengan jadwal vaksinasi dengan teratur.Sesuai dengan informasi Petugas Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng, bahwa di Desa Dencarik sudah dua kali terjadi susfect rabies pada manusia, dengan demikian harapan para nara sumber tidak akan terjadi kasus yang menimpa ketiga kalinya. Desa Dencarik sudah merupakan Desa dengan zona merah untuk penyakit Rabies.Hasil investigasi Petugas Peternakan Kecamatan Banjar, terhadap seorang anak yang diduga susfect rabies terjadi gigitan tanggal 22 Juni 2016 pada sore hari, pada anak berumur 11 tahun, alamat korban ada di Dusun Bajangan Desa Dencarik, Kejadian gigitan anjing pada saat ada upacara ngaben , saat upacara pecaruan ada banyak anjing. Korban saat itu disuruh mengusir anjing yang berkelahi. Dan anjing tersebut menggigit tangan kiri dibawah siku. Luka sedikit. Sore itu korban langsung dibawa ke Puskesmas Banjar. Dari petugas Puskesmas Banjar, mengharapkan agar dilakukan pengawasan terhadap anjing yang menggigit, namun menurut orang tua korban tidak menemukan lagi anjing tersebut, sampai kejadian anaknya terindikasi penyakit Rabies, pada 4 September 2016.Dengan adanya kasus Rabies, harapan para narasumber baik dari Dinas Peternkan dan Kesehatan hewan Provinsi Bali, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten, serta Kecamatan Banjar, apabila ada riwayat gigitan seperti tersebut agar senantiasa berkonsultasi dengan pihak petugas kecamatan agar diberikan rekomendasi pemberian VAR pada masyarakat. Apakah gigitan resiko tinggi maupun tidak, sehingga tidak terjadi kasus yangterulang kembali. ( I Nyoman Sudrana, PP Buleleng )