Loading...

KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL) KELOMPOK WANITA TANI LESTARI DESA SEMUKUT KECAMATAN PULAU MERBAU

KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (KRPL)  KELOMPOK WANITA TANI LESTARI DESA SEMUKUT KECAMATAN PULAU MERBAU
Penulis : Mimi Ria Wati,A.MdPPL Desa Semukut Kecamatan Pulau Merbau Ketersediaan pangan dalam jumlah yang cukup sepanjang waktu merupakan keniscayaan yang tidak terbantahkan. Hal ini menjadi prioritas pembangunan pertanian nasional dari waktu ke waktu. Ke depan, setiap rumah tangga diharapkan mengoptimalisasi sumberdaya yang dimiliki, termasuk pekarangan, dalam menyediakan pangan bagi keluarga. Keberadaan kawasan rumah pangan lestari (KRPL) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mampu mendukung program ketahanan serta swasembada pangan. Terbatasnya lahan, tidak menjadi halangan lebih menggelorakan program KRPL pada lingkungan yang terbatas. Prinsip dasar KRPL adalah: (a) pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dan dirancang untuk ketahanan dan kemandirian pangan, (b) diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal, (c) konservasi sumberdaya genetik pangan (tanaman, ternak, ikan), dan (d) menjaga kelestariannya melalui kebun bibit desa menuju (e) peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.Konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari ini sudah dijalankan di Desa Semukut Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti oleh Kelompok Wanita Tani Lestari yang beranggotakan sebanyak 18 KK. Gerakan KRPL ini bermaksud untuk menekan biaya pengeluaran rumah tangga tani dengan cara memenuhi kebutuhannya sehari-hari dengan memanfaatkan sumberdaya yang mereka miliki. Hal ini sudah dibuktikan sendiri oleh Kelompok Wanita Tani Lestari di Desa Semukut Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti yang menanam berbagai tanaman horti seperti tomat, cabe, sawi, kangkung, terong, bayam dan selederi. Mereka bisa menutupi biaya kebutuhan sayur sehari-hari mereka dengan menanam diperkarangan mereka sendiri bahkan mereka juga mendapat tambahan pendapatan dari hasil penjualan mereka.Lahan yang sempit bukan sebagai penghalang untuk kita bercocok tanam, karena kita bisa memanfaatkan perkarangan rumah yang sempit itu menjadi taman sayur untuk menambah pendapatan ekonomi keluarga, kita bisa menggunakan polybag atau kaleng-kaleng bekas untuk wadah bercocok tanam. Mengapa harus pilih yang bermodal kalau kita masih bisa memanfaatkan barang bekas untuk bercocok tanam?. Selain menanam sayur-sayuran diperkarangan rumah kita juga bisa menanam tanaman obat keluarga, pemeliharaan ikan air tawar dan juga mungkin peternakan unggas. Sasaran yang ingin dicapai dari konsep KRPL ini adalah berkembangnya kemampuan keluaraga dan masyarakat secara ekonomi dan sosial dalam memenuhi kebutuhan pangan dan gizi secara lestari, menuju keluarga dan masyarakat yang mandiri dan sejahtera.