Dalam proses penyuuhan pertanian keberhasilan yang dicapai yaitu dapat menetapkan pesan/materi yang tepat sesuai dengan sasaran pembangunan pertanian tersebut tanpa mengabaikan kebutuhan dari masyarakat petani. Pesan atau materi penyuluhan pertanian untuk dapat diterima dan dihayati serta diterapkan sehingga dapat meningkatkan kemampuan, bila cara penyampaiannya yang dipilih cocok dengan kondisi dari masyarakat petani. Memilih cara atau metode/teknik ini akan menentukan kebrhasilan didalam penyelenggaraan program penyuluhan pertanian yang merupakan bagian dari pembangunan pertanian. Karyawisata merupakan salah satu metode yang sering digunakan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian. Dilihat dari pendekatan kepada sasaran, karyawisata merupakan metode dengan pendekatan kelompok. Pengertian Karyawisata Karyawisata adalah kegiatan perjalanan secara bersama yang dilakukan oleh sejumlah petani untuk mempraktikkan hasil suatu pengajaran atau melakukan suatu karya yang bermanfaat di tempat yang dituju. Tujuan Karyawiata Karyawisata bertujuan untuk meyakinkan para petani dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk melihat sendiri hasil penerapan teknologi baru, demonstrasi suatu keterampilan, alat baru dan sebagainya. Juga untuk memperoleh pandangan dari hasil pembangunan daerah lain. Keunggulan Karyawisata Memberikan motivasi kepada petani untuk melakukan suatu kegiatan Membina keakraban diantara sesama petani Memperluas wawasan Menumbuhkan sikap kepemimpinan Kelemahan Karyawisata Biayanya relatif mahal Seringkali sulit untuk memenuhi keinginan semua peserta Bila acara terlalu padat atau salah memilih obyek akan menimbulkan kekecewaan Seringkali menghadapi hambatan sarana dan prasarana. Pada hari Senin tanggal 16 September 2019 sebanyak 20 orang petani kakao Kota Sawahlunto melaksanakan karyawisata ke kelompoktani Saiyo Sawah Kandang Jorong Batu Palano Nagari Salayo Kecamatan Kubung Kabupaten Solok. Karyawisata ini merupakan rangkaian dari acara pelatihan pasca panen kakao kegiatan pengembangan dan peningkatan penanganan pasca panen dan pengolahan hasil srta nilai tambah produk perkebunan tahun 2019 Bidang Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Sawahlunto. Karyawisata ini bertujuan untuk melihat secara nyata bagaimana budidaya kakao yang dilaksanakan di kelompoktani Selayo khususnya dikebun kakao milik Bapak Busron Bahar salah seorang anggota kelompoktani Saiyo, yang merupakan juara tingkat Nasional untuk pemeliharaan kakao. Pada saat pelaksanaan karyawisata, Bapak Yusrizal Gindo selaku pemandu dan pak Busron Bahar menerangkan bahwa dalam budidaya kakao dilaksanakan sebagai berikut : Pemangkasan. Pemangkasan dilaksanakan secara rutin, sehingga disini tidak ada pemangkasan berat. Sanitasi dan Pemupukan. Sanitasi dilakukan dengan selalu menjaga kondisi dikebun agar selalu bersih dari gulma yang merugikan, juga dari sisa-sisa pemangkasan yang dapat menyebabkan penularan OPT. Sedangkan pemupukan dilakukan sesuai dengan petunjuk teknis, dan ditambah dengan pemberian pupuk kandang yang bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah. Disamping itu, untuk menjaga ketersediaan air dan memanfaatkan daun-daun kakao sisa dari pemangkasan dibuat RORAK diantara barisan batang-batang kakao yang ada. RORAK adalah lubang (parit) yang dibuat dengan kedalaman 50 - 60 cm dan lebarnya juga 60 cm, sedangkan panjangnya disesuaikan dengan kondisi. Sisa-sisa pemangkasan dan gulma dimasukkan kedalam lubang tersebut sebagai tambahan pupuk organik. Dan rorak ini juga bisa berfungsi sebagai penahan/penyimpan air. Panen Sering. Panen sering dilakukan untuk memutus serangan OPT terutama serangan Penggerek Buah Kakao (PBK) yang dapat mengurangi hasil dengan prosentase yang besar. Sambung Pucuk dan Sambung Samping. Sambung pucuk dan sambung samping dilakukan untuk mengganti tanaman kakao yang sudah kurang produktif, baik yang disebabkan oleh umur kakao yang sudah tua maupun penyebab lainnya. Fermentasi. Fermentasi dilakukan untuk menaikkan kualitas biji kakao yang kita hasilkan, sehingga kita punya harga tawar dengan pihak pembeli. Fermentasi dilakukan selama 5 hari dengan menggunakan kotak fermentasi dengan kapasitas 50 kg. Terakhir Pak Yusrizal dan Pak Busron mengatakan bahwa kakao merupakan tanaman yang perlu perhatian. Apabila kita memberikan perhatian padanya, maka diapun akan memberikan perhatian kepada kita dengan produksi yang tinggi. Jangan berharap banyak, bila kita tidak memberikan apa-apa padanya. Kunjungilah kebun kakao kita setiap hari dengan membawa gunting pangkas, karung dan gerobak. OLEH : WISTA ERLELI.S.PKP - KOORDINATOR PP BPP KECAMATAN BARANGIN KOTA SAWAHLUNTO.