Klasifikasi berdasarkan sifat fisiknya ; berdasarkan sifat fisiknya terdapat dua kelompok pupuk, yaitu pupuk padat dan pupuk cair. Di Indonesia pupuk cair ini penggunaannya masih terbatas, terutama baru digunakan untuk tanaman tertentu, misalnya anggrek dan beberapa tanaman hortikultura, yang merupakan kesenangan (hobby) atau mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.(1) Pupuk padat ; Sebagian besar pupuk yang beredar di pasaran merupakan pupuk padat, baik dalam bentuk butir (granuler atau prill) manpun pelet atau tablet. Sejak teknologi pupuk modern berkembang, dan faktor-faktor seperti kadar hara, kombinasi berbagai hara dan biaya produksi menjadi pertimbangan yang penting, penggunaan pupuk padat berkembang pesat. Semua kehutuhan pupuk, terutama posfat (P2O5) dan kalium (K2O), praktis dipenuhi pupuk padat tersebut; (2) Pupuk cair ; Yang dimaksud dengan pupuk cair adalah larutan-Iarutan dan suspensi-suspensi pupuk, keduanya dapat mengandung bahan berhara tunggal maupun berbagai macam hara. Dalam definisi pupuk cair ini tidak termasuk larutan amoniak (anhydrous ammonia) dan larutan pupuk nitrogen lain yang bertekanan, meskipun yang disebutkan kemudian tersebut juga berupa cairan, namun beberapa hal berbeda dengan larutan nitrogen yang tidak bertekanan. Pupuk campur cair yang tidak bertekanan tercakup (termasuk) sebagai pupuk cair. Di Indonesia pupuk cair ini masih jarang digunakan secara umum. Di Eropa penggunaan pupuk cair sudah sangat umum, walaupun penerapannya agak khusus. Di Amerika pupuk cair, baik larutan rnaupun suspensi, sudah merupakan suatu kelompok bentuk utama pupuk yang sekarang digunakan.Peramuan pupuk cair pada umumnya re!atif lebih rnahal daripada pupuk padat yang konvesional. Namun pemakaiannya didorong oleh berbagai pertimbangan dan hal-hal berikut ini:1) Penempatan pupuk dapat menjadi lebih tepat dan sesuai di dalam tanah, yaitu di wilayah perakaran tanaman sehingga penyerapan hara oleh tanaman menjadi lebih efisien; 2) Bahan pupuk yang diberikan relatif menjadi rnakin berkurang, sehingga mengurangi dampak pencemaran lingkungan yang dapat terjadi pada penggunaan pupuk berat atau berlebihan, khususnya pencemaran air tanah atau permukaan; 3) Mengangkut dan memperlakukannya relatif lebih mudah, dan biasanya pelaksanaan pemupukannya jauh lebih cepat daripada memakai pupuk padat; 4) Pupuk cair merupakan pembawa herbisida yang baik, yang kadang-kadang dapat ditambahkan dalam ladang atau kebun. Demikian pula halnya dengan pestisida. Karena campuran pestisida-pupuk cair dapat diberikan merata (uniform), pengendalian penyakit secara baik dapat dilaksanakan serentak, sehingga mengurangi satu perjalanan melintas kebun dan memperkecil terjadinya pemadatan; 5) Pupuk cair juga merupakan pembawa hara mikro yang baik. Oleh karena itu memungkinkan penempatan yang lebih tepat sejumlah kecil hara mikro yang diperlukan pada lokasi yang dikehendaki agar penggunaan pupuknya efisien; 6) Dalam kebanyakan hal, ongkos peramuan (manufacturing), pengangkutan dan pelaksanaan pemupukan kira-kira sarna dibandingkan dengan pupuk padat. Dalambeberapa hal memang ada yang lebih kecil; 7) Pupuk cairmudah sekali disesuaikan suatu cara pernberian yang khusus, seperti melalui irigasi tetes (drip) atau semburan (sprinkler). Pada masa sekarang, kira-kira dua pertiga dari semua pupuk cair yang banyak digunakan umumnya berupa larutan pupuk nitrogen (N). Persentase yang banyak digunakan adalah amoniak (anhydrous ammonia) dan aquaamonia.Meskipun demikian ada pula jenis pupuk lainnya misalnya Urea-ammonium Nitrat(VAN). Larutan semua pupuk ini mempunyai nisbah berat N-Urea : N-Amonium-nitrat kira-kira sarna. Kandungan nitrogen dan suhu penggararnannya bergantung kandungan airnya. Di dalam praktek terdapat tiga tipe "generik" formulasi pupuk cair, yaitu (i) pupuk cair yang sebenarnya (true liquid fertilizers), sering disebut sebagai "larutan pupuk" (fertilizer solution), (ii) pupuk suspensi, dan (iii) pupuk slurry.Pupuk cair yang sebenarnya ; Pupuk ini merupakan cairan yang terjadi dari pupuk yang dilarutkan di dalam air. Larutannya umumnya jernih, mungkin juga berwarna, tidak terdapat partikel bahan, baik tersuspensi di dalam air ataupun mengendap di dasar tangki. Contoh pupuk cair jenis ini antara lain aqua amonia yang merupakan larutan amoniak (anhydrous ammonia) di dalam air,larutan UANdan larutan kalium nitrat (KHO3).LarutanUAN digunakan untuk pemberian pupuk secara langsung, atau sebagai campuran pupuk di dalam cairan. UAN biasanya terbuat dari larutan-larutan antara hasil fase pertama pembuatan urea dan amonium nitrat. Kombinasi yang paling dikehendaki adalah suatu campuran urea dan amonium nitrat dalam perbandingan yang memberikan kelarutan nitrogen (N) tertinggi. Campuran tersebut akan mengandung dalam persen beratkurang lebih 45 persen amonium nitrat, 35 persen urea, dan 20 persen air . Penggaraman (salting-out, kristalisasi) akan terjadi pada suhu 32°F (0,00°C), dan mengandung 32 persen nitrogen. Pupuk cair ini hendaknya tidak disimpan pada suhu di bawah pembekuan. Dalam pengembangan penggunaan pupuk cair, khususnya pupuk cair yang sebenarnya,ada yang digunakan sebagai pupuk daun (foliar fertilizer). Pupuk ini diberikan kepada tanaman langsung melalui daun. Pupuk dapat digunakan untuk menyediakan dan melengkapi beberapa unsur makro yang diperlukan tanaman, namun agaknya tidak seluruh jumlah yang diperlukan dapat disediakan dan dipenuhidengan jalan ini. Kebanyakan pupuk daundilengkapi pula dengan unsur hara mikro yang keperluan keseluruhannya dapat dicukupi melalui daun, dan dapat menyediakan seluruh spektrum hara mikro yang diperlukan. Pupukcair yang mengandung hara mikro, seperti Fe, Zn, Cu, dan Mn, biasanya dipasarkan sebagai larutan kelat (chelated solution), dan ditujukan terutama untuk pemupukan melalui daun. Larutan kelat ini umumnya mengandung 5 persen logam (metal) yang kadang-kadang dicampur dengan 4 persen belerang. Pupuk daun lebih berfungsi untuk melengkapi kebutuhan hara yang mungkintidak atau kurang dapat dipenuhi melalui tanah. Hal ini mungkin yang menjadikan pupuk dauntersebut di Indonesia diberi nama atau dikenal sebagai pupuk pelengkap cair (PPC). Beberapa PPC di pasaran mempunyai berbagai susunan hara utama N, P, dan K yang dilengkapi dengan beberapa unsur hara milcro. PPC tersebut dijual dengan berbagai macam nama dagang, anlara lain Baypolan, Wuxal, Complesal, Gandasil, dan Shell foliar. Di Australia juga dikenal pupuk daun dengan nama Shirleys' Nu-Ieaf dan Shirleys' Macrosol (Glendinning, 1974). Pupuk-pupuk tersebut, baik yang terdapat di Indonesia maupun di Australia, ada yang sudah berupa cairan, ada pula yang masih berupa kristal atau tepung. Untuk pemakaian pupuk-pupuk tersebut lazimnya dilarutkan di dalam air sesuai dengan petunjuk yang telah ditentukan oleh pabrik pembuatnya. Penulis : AgusSutarman,PenyuluhPertanianPusat.Email :agussutarman56@gmail.comSumber Tulisan : Dasar-Dasar Teknologi Budidayat Tebu dan Pengolahan Hasilnya, Marsadi Pawirosemadi, UNM 2011 dan dari berbagai sumber.Sumber Gambar : http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/tag/petani/