Loading...

KEADAAN PUPUK SUSPENSI PADA TANAMAN TEBU

KEADAAN  PUPUK SUSPENSI PADA TANAMAN TEBU
Pupuk suspensi ; Pupuk ini berupa cairan, namun terdiri darihara tanaman yang hanya sebagian dapat terlarut. Untuk mempertahankan suspensinya sering dibubuhi bahan pensuspensi (suspending agent). Contoh pupuk suspensi adalah urea amonium sulfat (UAS) yang mengandung 29% N dan 5 % S. Pupuk suspensi tidak dapat disimpan terlalu lama, dan sebaiknya diaduk secara berkala untuk menghindari terjadinya kerak di dasar tangki penyirnpanan. Pemakaian pupuk suspensi berkembang cepat di Amerika Serikat. Beberapa kelebihan pupuk suspensi ini terutarna adalah:(1) Dibanding pupuk larutan (pupuk cair yang sebenarnya), biaya produksinya lebihrendah, karena dapat menggunakan bahan yang tidak terlalu murni; (2) Dapat dibuat dengan kadar hara tinggi, terutama untuk pupuk yang tingkat (grade) kandungan kaliumnya tinggi ; (3) Jumlah hara mikro yang dapat disuspensi biasanya !ebih besar daripada yang dapat dilarutkan di pupuk larutan. Dalam kebanyakan hal, bilamana menggunakanpupuk suspensi, semua hara mikro dapat ditambahkan ke dalam pupuk suspensi; (4) Herbisida dan insektisida dalam bentuk tepung, umumnya tidak larut di dalam pupuk larutan, narnun dapat disuspensikandan diagih seragam (merata). Sebagai bahan sumber P untuk pupuk suspensi, yang paling dikenal adalah monoarnonium posfat (MAP) dan diarnonium posfat (DAP) padatan. Sekarang telah dapat dibuat pupuk suspensi berkadar (grade) nitrogen (N) dan posfat (P2O5) tinggi di samping pupuk suspensi kalium yang sudah lama dibuatnya. Pupuk suspensi kalium grade tinggi yangbanyakdikenal bersusunan (sebagai N - P2O5- K20) 7 - 21 - 21,3 - 10 - 30 dan 4 - 12 - 24. Pupuk suspensi nitrogen grade tinggi yangmutakhir bersusunan sebagai 21-7 -7,14 - 1414, 20 - 10 - 10, dan 24 - 8 - O. Sedangkan untuk pupuk suspensi P grade tinggi bersusunan sebagai 10 - 34 - 0, 13 - 38 - 0 Pupuk slurrymerupakan campuran cairan yang mengandung bahan hara tanaman yanglarut dan tidak larut, yang menghendaki pengadukan secara mekanik terus-menerusuntuk menjaga agar partikel padat tercampurmerata, dan memastikan pemberian pupuk yang seragam. Pupuk slurry ini di lapangan kurang dikenal, dan seringkali terbaur dengan pupuk suspensi.Pada akhir-akhir ini banyak limbah dari proses industri pembuatan bumbu penyedap, monosodium glutarnat (MSG), yang dipasarkan sebagai "pupuk cair". Sebelum dipasarkan "Iimbah cair" tersebut biasanya "diperkaya" unsur nitrogen dengan proses sederhana, denganmenggunakan amonia, yang serentak juga menurunkan pH cairannya. Jika kandungan nitrogennya masih dianggap kurang sering pula dibubuhi urea. Grade dan spesifikasinya sangat beragam sehingga menyulitkan da!am menentukan aras takaran pupuk yang dikehendaki. Klasifikasi pupuk berdasarkan macam dan jumlah unsur hara yang dikandungnya ; klasifikasi ini terutama diterapkan pada pupuk hasil industri yang dikenal sebagai pupuk buatan alau "commercial fertilizers", dan pupukalarn yang mengalami "pengolahan" sehingga kandungan hara lebih tinggi dan relatif murni. Klasifikasi pupuk berdasarkan macam dan jumlah hara yang dikandungnya, merupakanklasifikasi yang paling lazim dan secara intemasional banyak digunakan. Di sini pupuk dikelompokkan menjadi : pupuk tunggal(straight fertilizers) dan pupuk majemuk (compoundfertilizers). Pupuk tunggal, merupakan suatu istilah yang digunakan untuk memberi defmisi tentang pupuk-pupuk yang mengandung hanya satu dari tiga unsur hara utama, yaitu nitrogen (N), posfor (P), dan kalium (K), yang dapat dibedaka menjadi:(1) Pupuk tunggal nitrogen, seperti Urea, Amonium Sulfat, atau amoniak (anhydrousammonia) yang hanya mengandung nitrogen; (2) Pupuk tunggal posfor, seperti superposfat, yang hanya mengandung P; (3) Pupuk tunggal kalium, seperti kalium sulfat atau kalium khlorida, yang hanya mengandung unsur K. Dalam menggunakan istilah-istilah tersebut, lazim tidak dimasukkan belerang (S) sebagai unsur hara. Beberapa yang disebut sebagai pupuk tunggal juga sering mengandung belerang. Di kalangan praktisi sering dikemukakan "pupuk campur" (mixed fertilizers) yang mengandung lebih dari satu unsur hara utama. Istilah ini diperuntukkan untuk pupuk-pupuk yang merupakan suatu campuran fisik terdiri dari dua atau lebih pupuk tunggal, baik dalam bentuk tepung maupun butir. Dalam bentuk tepung pupuk ini mudah mengalami segregasi ramuan (ingredients) akibat keragaman ukuran partikel, terutama jika pupuktersebut diangkut dalam jarak jauh. Analisis pupuk tersebut umumnya rendah, sehingga memerlukanjumlah yang besar untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Namun pupuk ini masih disukai untuk hortikultura dan tanaman pekarangan. Pupukmajemuk, adalah pupuk yang mengandung dua atau lebih dari tiga unsur hara utama (N, P, dan K) yang dibuat dengan reaksi kimia. Pada pupuk majemuk, setiap pertikel pupuk unsur hara kimia yang seragam, sehingga tidak mungkin terjadi segregasi unsur di dalam karung selama pengangkutan. Pada umumnya kandungan unsur haranya tinggi. Sifat-sifat ini tidak dimiIiki oleh pupuk carnpur (mixed fertilizers) seperti yang telah diuraikan di muka. Di dalam pasaran perdagangan tidak terlaludibedakan antara pupuk campur dan pupuk majemuk. Kedua jenis pupuk tersebut dipasarkan lebih banyak dengan menggunakan nama pupuk-Iengkap (complete fertilizers). Dengan teknologi mutakhir pupuk lengkap ini dapat mengandung kadar total hara yang jauh lebih tinggi daripada pupuk campur, dikecualikan pupuk "compound", yaitu berkisar antara 30-60 persen. Keuntungan pemakaian pupuk majemuk atau lengkap ini ialah bahwa dengan satu kali pemberian, pemupukan telah selesai, dan tidak ada permasalahan dalam pencampuran pupuk. Jika pemupukan dikerjakan dalam dua tahap,tahap keduanya tinggal menambah kekurangannya dengan pupuk tunggal sehinggasesuai dengan perbandingan hara N, P, dan Kyang dikehendaki oleh tanaman. Dengan berkembangnya pupuk buatan(commercial fertilizers) pemakaian pupuk alamorganik yang mencakup antara lain tepung tulang, tepung darah, tepung ikan, bungkilkacang dan sebagainya, terdesak dan menghilang. Namun pemakaian pupuk kandang,kompos dan pupuk hijau masih terus dikembangkan, terutama dalam rangka melaksanakansistem pertanian berkelanjutan dan "organic farming". Penulis : AgusSutarman,PenyuluhPertanianPusat.Email :agussutarman56@gmail.comSumber Tulisan : Dasar-Dasar Teknologi Budidayat Tebu dan Pengolahan Hasilnya, Marsadi Pawirosemadi, UNM 2011 dan dari berbagai sumber