Loading...

KEBUN BELAJAR KAKAO HAMPARAN PUU BHETO

KEBUN BELAJAR KAKAO HAMPARAN PUU BHETO
Kebun belajar kakao hamparan PUU Bheto binaan BPP Ria Raja dan beberapa lembaga lainnya, sering dikunjungi oleh pengunjung yang mau belajar tentang bibit kakao dengan cara sambung pucuk (okulasi). Pada kesempatan ini saya dan peserta Pelatihan Teknis Budidaya Pertanian Bagi Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) untuk Rayon I sedaratan Flores-Lembata. Dalam rangkaian pelatihan ini kami dibekali bagaimana cara melakukan sambung pucuk di kebun belajar kakao. Kebun ini berada di halaman rumah Pak Markus Ngga di Desa Ruku Ramba Kecamatan Tude Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur. Satu lagi materi yang kami peroleh yaitu sambung pucuk tanaman kakao. Rabu, 22 Juni 2016, Pukul 16.00 setelah mengelilingi kebun kakao Kelompok Bugu Jumu, kami mampir di kebun belajar kakao. Di kebun ini berbaris rapi koker untuk persiapan penanaman anakkan kakao. Ada juga bibit yang telah siap sebagai batang bawah untuk penyambungan. Pak Markus menjelaskan bagaimana cara mempersiapkan pucuk yang akan disambung ke batang bawa. Pucuk yang diambil kurang lebih panjang 3-4 mata tunas berwarna hijau kecoklatan. Untuk batang atas harus sama besar dengan batang bawah tujuannya agar ketika disambung tidak terjadi perbedaan. Batang atas di potong berbentuk V dan batang bawah dipotong pucuknya tinggalkan 4-5 pucuk. Batang bawah dibelah dengan panjang kurang lebih 1,5 cm. Langkah selanjutnya adalah penyambungan batang atas ke batang bawah yang sudah siap. Sambungan diikat dengan tali. Pada saat mengikat harus hati-hati sehingga tidak menyentuh batang atas. Kemudian disarung dengan plastik agar tidak kemasukan air. Setelah dicontohi bagaimana cara sambung pucuk maka setiap peserta diberi kesempatan mempraktekkan. Beberapa peserta melakukan praktek penyambungan pucuk dan mereka merasa gembira bisa melakukan sambung pucuk yang diperoleh di kebun belajar kakao. Suatu pembelajaran yang diperoleh selama satu setengah jam. Waktu berjalan begitu cepat hingga pukul 17.30 WITA kami bergegas untuk meninggalkan kebun belajar dengan ucapan terima kasih karena ilmu yang kami peroleh. Selamat mencoba. Penulis : Henderina S. Laiskodat, Bidang Ketenagaan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan BKPP Provinsi NTT