Tanaman budidaya, sebagaimana makhluk hidup lainnya seperti hewan dan manusia, selain pernapasan juga memerlukan makan dan minum. Kalau hewan dan manusia dapat mencari dan menjangkau makanan dan minumannya dengan berpindah tempat atau berjalan mendekati "sumbemya", tidak demikian halnya dengan tanaman yang sudahtertanam dan terpancang di tempatnya. Paling jauh tanaman tersebut dapat melacak dan menjangkau makanannya sejauh tebaran perakarannya. Jika wilayah sejauh tebaran perakaran tersebut telah rnenjadi semakin "kurus" , tanamannya akan semakin merana. Agar tanaman tidak merana diperlukan bantuan dan kebaikan hati manusia untuk menyiapkan dan menyediakan makanan tersebut, biasanya berupa sebagai pupuk, di tempatnya yang sesuai.Makanan manusia dan hewan pada umumnya berupa senyawa organik, baik dimakan langsung ataupun diolah terlebih dahulu. Sari makanannya berupa "gizi" (sering juga disebut sebagai nutrisi), termasuk di dalamnya berbagai vitamin dan mineral tertentu. Sedangkan makanan utama tanaman berupa ion-ion dari sari senyawa anorganik baik dari hasil pelapukan batuan atau mineralisasi bahanbahanorganik sisa-sisa tetumbuhan atau hewan-hewan. "Gizi" makanan tanaman biasanya disebut sebagai hara tanaman atau hara mineral maupun nutrisi tanaman. Seperti yang telah diuraikan di dalam bab hara tanaman, hingga sekarang telah diketahui sekurang-kurangnya ada 16 unsur yang dapat rnembentuk hara tanarnan. Unsur tersebut dibagi menjadi dua kelompok sebagai berikut : 1) Kelompok hara makro, sembilan unsur: C,H, 0, N, S, P, K, Ca, dan Mg; 2) Kelompok hara mikro, tujuh unsur : Fe, Zn,Cu, Mn, B, Mo, dan Cl.Di samping itu, pada tetumbuhan tingkat rendahdiketahui ada beberapa lagi unsur mikro yangdiperkirakan memberikan "manfaat" baginya, yaitu : Na, Si, Co, I, dan V.Pengelompokan tersebut lebih bersifat untukmemudahkan berkaitan dengan perkiraankebutuhan jumlah takaran unsur hara yangdiperlukan oleh tanaman pada umumnya.Dari 16 unsur hara tersebut, 15 unsurdiserap oleh tanaman dari dalam tanah dalambentuk kation (N, K, Ca, Mg, Fe, Zn, Cu, Co,Mn), dalam bentuk anion(N, P, S, Cl, Mo)ataumolekul (B, H, 0). Unsur hara karbon (C) diserap sebagai CO2.Pengertian Dasar dan Terminologi Pupuk; Tantangan pada masa yang akan datang,terutama pada masalah hara tanaman akansemakin berat. Keberhasilan dalam mengatasinyapenting sekali untuk menjamin persediaansandang dan pangan (termasukgula) yang sehatdengan harga yang layak (dalam arti bersaing)dalam rangka memenuhi kebutuhan yang sesuaidengan perkembangan penduduk dunia. Dengansemakin meningkatnya degradasi lahan pertaIlian,maka untuk memperoleh hasil panenyang tinggi dengan kualitas yang tinggi pula,maka tanah-tanah pertanian memerlukanpembenahan baik fisik, kimia (hara), maupunbiologinyadengan pemberian suatu bahan dalambentuk pupuk.Pupuk adalah bahan atau senyawa yangdapat menyediakan hara tanaman ataumembenahi kesuburan tanah. Pupuk tersebutmerupakan sarana yang paling handaluntukmeningkatkan produksi tanaman dan memperbaikikualitas bahan pangan dan pakan. Dengandemikian yang dimaksud dengan pupuk akan mencakup; a. Setiap bahan yang diberikan ke dalam tanahatau disemprotkan pada tanaman denganmemberikan hara makanan yang diperlukan tanaman; b) Suatu bahan yang diberikan ke dalam tanahyang dapat rnengubah keadaan fisik, kimiadan biologi (hayati) tanah sesuai dengantuntutan tanaman.Dengan cakupan tersebut , tanaman penutuptanahjenis "pupuk" hijau, rabuk kandang, abubakar,dan bahan-bahan sejenisnya masuk didalam kategori pupuk. Dalam pengertian yang lazim, istilah pupuk adalah suatu bahan buatan pabrik sebagairamuan yang mengandung satu atau lebih unsurhara tanaman, yang biasanya dikenal sebagai"commercial fertilizers". Selain mengandunghara makro, pupuk inijuga dapat mengandunghara mikro yang diperlukan oleh tanaman. Tipepupuk hara makro dan mikro yang paling sesuaiuntuk tujuan tertentu tergantung pada kecepatanpenangkapan hara yang diinginkan (penyemprotandaun atau penyediaan cepat dalambentuk larut air di tanah, maupun aktivitaslambat untuk penyediaan yang kontinu), padakombinasi hara yang dikehendaki, dan padaadanya akibat tambahan karena cepatnyapertumbuhan, seperti mobilisasi hara-hara tanahlainnya.Klasifikasi pupuk ; Untuk memudahkan penggunaan seharihari,seringkali pupuk dikelompokkanmenjadibeberapa golongan sesuai dengan tinjauannya,antara lain berdasarkan pada (i) asal kejadiannya,(2) suatu senyawa kimianya, (3) bentukdan sifat fisiknya. dan (4) unsur hara yangdikandungnya. Meskipun demikian, pengelompokantersehut tidak dapat menghindarikemungkinan adanya tumpang-tindih dankerancuan pada beberapa pupuk tertentu, yangakan dijumpai pada uraian kemudian.Klasifikasi pupuk berdasarkan asalkejadiannya : Cara klasifikasi atau pengelompokan inisudah sangat tua yang dahulu banyak digunakandi negara Barat. Cara klasifikasi ini kurang sesuai karena tidak memberikan gambarantentang nilai pupuk untuk pertanian. Berdasarkanasal kejadiannya pupuk dikelompokkanmenjadi (a) pupuk alam dan (b) pupuk buatan.Pupuk alamadalah pupukyang teljadi secara alami baik melaluiPerombakanatau tidak. Pupuk alami ini meliputi (i)kotoran hewan dan manusia (pupuk kandang,tinja, urine, dsb), (ii) sisa-sisa bangkai (tepungikan, darah, tulang dsb), (iii) guano (dari kotoranikan, kelelawar, burung, dsb), (iv) komposPupuk dan Pemupukan(sampah rumah tangga, kola, sisa tanaman, dsb),dan (v) pupuk hijau (dari berbagai macamjenis).Guano dahulu hanya mencakup pupuk yangberasal dari kotoran-kotoran "burung laut, yangsetelah mengalami pengaruh fisik dan suhu. Secara alami terjadi perombakan danmineralisasi. Kandungan unsur hara utamanyaumumnya posfor di samping sedikit nitrogen,pada jenis tertentu ada yang mengandung kalium.Pengertian guano di dalam praktekkemudian meluas sehingga mencakup lain-lainbahan atau campuran bahan organik yangkandungan utamanya nitrogen dan posfor,sehingga lalu ada guano ikan, guano ikan paus, bahkan di Deli (Sumatra Utara) padaperkebunan tembakau digunakan untuk namacampuran bahan organik yang merupakanpupuk yang mengandung nitrogen, posfor, dankalium, dan disebut "tabaksguano", yangsebenarnya tidak tepat dan dapat merancukan.Ada beberapa pupuk alam sebagai bahantambang (galian) yang merupakan persenyawaankimia dengan Kadar unsur hara yang tinggi. Pupuk ini dapat dipakai tanpa melalui prosespenggilangan.Beberapa contoh pupuk semacam ini adalahSendawa Chili (Chilisalpeter), garam kalium, danposfat-posfat alam. Dalam praktek pupuk iniacapkali tidak digolongkan sebagai pupuk alam,tetapi sebagai pupuk buatan. Hal ini mungkindilihat adanya kenyataan bahwa pupuk tersebutmengalami proses "penggilingan" sebelumdipakai dan ditebar ke dalam tanah. Memangada pupuk alam yang mengalami proses"industri" sebelum dipasarkan sebagai pupuk,misalnya "garam kalium" sebelum dipasarkandiproses dahulu melalui berbagai sistem antaralain (i) pelarutan panas (thermal dissolution), (ii)pengambangan (flotation), dan (iii) pemisahankering-dingin Secara elektrostatik (electrostaticbeneficiation). Proses ini umum dilakukan padatambang garam kalium di Jerman. Penulis : AgusSutarman,PenyuluhPertanianPusat.Email :agussutarman56@gmail.comSumber Tulisan : Dasar-Dasar Teknologi Budidayat Tebu dan Pengolahan Hasilnya, Marsadi Pawirosemadi, UNM 2011 dan dari berbagai sumber.