Loading...

Kebutuhan Unsur Hara Untuk Tumbuh Kembang Tanaman

Kebutuhan Unsur Hara Untuk Tumbuh Kembang Tanaman
Kita tahu bahwa unsur hara sangat dibutuhkan tanaman untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal. Untuk itulah kita perlu melakukan pemupukan pada tanah, yang tidak lain tujuanya adalah untuk memperkaya unsur hara pada tanah yang menjadi media tanam. Unsur hara tanaman sering disebut juga unsur hara esensial karena memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Jika kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara tersebut, maka pertumbuhan dan perkembangan tanaman tidak akan sempurna. Tanaman yang mengalami kekurangan unsur hara akan menunjukkan gejala defisiensi, yaitu perubahan pertumbuhan dan perkembangan yang tidak seperti biasanya atau abnormal. Dan sebaliknya, apabila kelebihan satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan gangguan juga pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman, yang biasanya disebut dengan keracunan atau toksik. Selain itu, kelebihan satu unsur hara tertentu dapat mengakibatkan gangguan serapan unsur lainnya, meskipun unsur lain tersebut tersedia dalam jumlah mencukupi. Unsur Nitrogen (N) merupakan unsur hara makro utama yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Unsur hara ini sangat mudah berubah bentuk dalam sisi ikatan kimianya sehingga rawan tercuci oleh air hujan maupun panas matahari yang terik. Nitrogen diserap oleh tanaman dalam bentuk nitrat (NO3) dan ammonium (NH4+).Fungsi nitrogen bagi tanaman adalah untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan baik daun maupun batang karena nitrogen merupakan penyusun dari semua protein dan asam nuklat yang berperan penting bagi tanaman itu sendiri. Selain itu, Nitogen juga berfungsi sebagai senyawa pembentuk atau penyusun hijau daun (klorofil). Ada beberapa gejala yang muncul apabila tanaman kekurangan atau kelebihan (keracunan) unsur hara Nitrogen, antara lain: Gejala Kekurangan :- Daun kekuningan, sempit, pendek dan tegak- Daun tua cepat menguning dan mati- Kerdil, pertumbuhan lambat Gejala Kelebihan :- Pemberian N yang berlebih menyebabkan kekurangan Kalium (K) Unsur fosfor (P) merupakan unsur hara yang diperlukan dalam jumlah besar atau makro. Keunikan dari unsur ini adalah walaupun jumlahnya paling sedikit dibanding 2 saudaranya yaitu nitrogen dan kalium pada tanaman, namun fosfor dianggap sebagai “kuncinya kehidupan”. Karakteristik fosfor yang membedakanya dengan unsur lain adalah unsur ini tidak mudah dilarutkan air dan fosfor cenderung lambat pergerakannya dalam tanah. Untuk itu unsur ini bisa terkandung dalam jumlah yang banyak dalam tanah dibanding unsur makro lainya.Fungsi fosfor adalah untuk pembelahan sel, pembentukan albumin, pembentukan bunga, buah, dan biji. Selain itu, fosfor juga berfungsi untuk mempercepat pematangan buah, memperkuat batang, untuk perkembangan akar, memperbaiki kualitas tanaman, metabolisme karbohidrat, membentuk nucleoprotein (sebagai penyusun RNA dan DNA) dan menyimpan serta memindahkan energi seperti ATP. Unsur fosfor juga berfungsi untuk meningkatkan ketahanan terhadap penyakit.Jika tanaman kekurangan unsur fosfor, maka gejala yang timbul adalah tanaman kerdil, ruas batang pendek, tepi daun berwarna keunguan atau kemerahan, dan pembentukan buah dan biji berkurang. Unsur hara terpenting selain N dan P adalah Kalium (K). Unsur hara ini biasanya disebut sebagai unsur hara mutu karena memiliki pengaruh langsung pada ukuran, bentuk, warna, dan daya simpan hasil panen.Selain membantu dalam meningkatkan kualitas buah, kalium berfungsi dalam merangsang pembentukan akar baru dan dapat membantu penyerapan air dan unsur hara dalam tanah, menguatkan batang tanaman, serta membantu dalam pembentukan karbohidrat dan protein pada tanaman. Unsur hara kalium mudah didapatkan pada produk pupuk buatan seperti KCL (Kalium Clorida), K2SO4 (Kalium Sulfat), dan KNO3 (Kalium Nitrat). Bentuk dari pupuk K biasanya berbentuk granul atau butiran yang larut di dalam air, warna cenderung lebih merah jika dibandingkan dengan urea namun ada juga yang berwarna biru. Selain dalam bentuk pupuk buatan, secara alami unsur K juga bisa diperoleh dari bahan organik seperti sabut kelapa. Sabut kelapa mempunyai kandungan kalium yang cukup tinggi, namun untuk memperolehnya terlebih dahulu perlu dilakukan proses fermentasi agar terbentuk Mol sabut kelapa. Pemupukan dengan kalium (K) dapat dilakukan dengan cara dikocor, ditebar atau ditaburkan langsung pada tanaman. Pupuk jenis ini bisa dikombinasikan dengan jenis pupuk lainnya seperti Urea dan SP-36. Ditulis : Amilia Juniarti, SP (Penyuluh Pertanian Muda pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo) Sumber : 8villages.com dan vegIMPACTNL .