Loading...

Kecamatan Hantakan Panen Bawang Merah Dimusim Kemarau

Kecamatan Hantakan Panen Bawang Merah Dimusim Kemarau
KECAMATAN HANTAKAN PANEN BAWANG MERAH DIMUSIM KEMARAU Ada beberapa jenis tanaman yang sulit bertahan hidup jika kekurangan air apalagi pada saat musim kemarau, salah satunya adalah bawang merah. Kebanyakan petani sayuran seringkali menghindari penanaman bawang merah pada saat kemarau tiba atau kandungan air dalam tanah menipis, namun lain halnya dengan petani bawang merah kecamatan Hantakan, atau lebih tepatnya petani bawang merah Desa Alat, pada kelompok tani Berkat Bersama I, melakukan budidaya bawang merah pada saat musim kemarau bagi mereka memiliki keuntungan tersendiri, salah satunya adalah harga bawang merah yang lumayan tinggi dipasaran. Pada awal bulan Oktober tahun 2019 dimana kemarau sudah beberapa bulan berlangsung petani desa Alat justru bisa panen bawang merah dengan luasan ± 0,6 Ha. Dengan perlakuan/ teknik pemeliharaan yang tepat, dan penambahan modal sedikit lebih besar untuk penyiraman tanaman nyatanya budidaya berhasil dilakukan dengan produktivitas ± 4,8 ton/ Ha Askep. Meskipun hasil ini masih jauh dari angka produktivitas nasional yaitu 8 – 12 ton/ Ha, tapi hasil ini sudah lumayan baik yang dihasilkan pada saat musim kemarau, dengan keadaan lahan di kecamatan Hantakan. Mensiasati dengan tanam biji/ benih untuk peningkatan populasi tanaman dan pengelolaan hama terpadu (PHT), selain itu juga untuk menghemat biaya yang mana jika menggunakan bibit/ umbi bisa mencapai 1,5 ton bibit/ ha, dengan penggunaan benih/biji hanya memerlukan ± 5 Kg/ ha. Dan menghemat biaya sampai Rp.20jt/ Ha. Keuntungan lainnya adalah dalam hal pengangkutan yang mudah dan juga efisiensi penggunaan pupuk. Penyiraman sendiri petani menggunakan sprinkler, meskipun pada pembuatan awal memerlukan biaya besar namun setelah dihitung hitung dengan hasil yang diterima teknologi ini lebih murah karena dapat digunakan selama lebih dari 5 tahun, dan saat musim kemarau petani lebih mudah dalam hal penyiraman. Untuk penggunaan pupuk sendiri petani desa Alat lebih banyak menggunakan pupuk organik buatan sendiri, dan hal ini dapat menekan biaya produksi juga pupuk ini sangat membantu untuk ketahanan tanaman meskipun saat musim kemarau. Admin Simluhtan Kecamatan Hantakan (Taufikkurahman, SST)