KEGIATAN DEMONSTRASI KOMODITI PADI NON PADI DI LOKASI KELOMPOK MAJU TERUS DESA LIYOTO, KEC. BONGOMEME PADA KEGIATAN READSI
Materi : Oleh Bapak Sukarto ( Dari BPTP Prov. Gorontalo ) Demonstrasi Penanaman Jagung Sistim Jajar Legow Materi sistim Tanam Jajar Legowo Tanaman jagung tidak membentuk anakan sehingga penerapan sistem jarwo pada tanaman jagung lebih diarahkan pada: Meningkatkan penerimaan intensitas cahaya matahari pada daun dan diharapkan hasil asimilat meningkat sehingga pengisian biji dapat optimal. Memudahkan pemeliharaan tanaman, terutama penyiangan gulma baik secara manual maupun dengan herbisida, pemupukan, serta pemberian air. Memudahkan penanaman untuk pertanaman II dengan sistem tanam sisip yang dilakukan 2 minggu sebelum pertanaman I dipanen (khusus untuk wilayah potensial penanaman jagung 2 kali berturut-turut) sehingga menghemat periode pertumbuhan tanaman di lapangan. Anjuran populasi tanaman untuk jagung adalah berkisar antara 66.000 – 71.000 tanaman/ha. Untuk dapat tercapainya populasi tersebut, maka jarak tanam biasa yang diterapkan adalah 75 cm x 20 cm (1 tanaman/lubang) atau 70 cm x 20 cm (1 tanaman/lubang). Pada wilayah yang mempunyai masalah tenaga kerja, dapat diterapkan jarak tanam 75 cm x 40 cm (2 tanaman/lubang) atau 70 cm x 40 cm (2 tanaman/lubang). Namun pada budidaya jagung di kecamatan Kedopok yang menerapkan sistem tanam jarwo menggunakan jarak tanam 80 cm x 20 cm (1 tanaman/lubang). Menentukan Jarak Tanam. Jarak tanam menentukan populasi. Semakin rapat jarak tanamnya semakin banyak populasinya. Pada kondisi seperti ini kemungkinan terjadinya persaingan semakin besar dalam hal mendapatkan faktor-faktor tumbuh (CO2, cahaya, air dan hara). Akan tetapi, dengan jarak tanam yang lebar populasinya semakin sedikit, tidak efisien dalam pemanfaat lahan, terjadi kebocoran energi matahari, tanah terbuka sehingga memacu pertumbuhan gulma terutama gulma berdaun sempit. Oleh karena itu jarak tanam harus diatur untuk mendapatkan populasi yang optimun sehingga diperoleh hasil yang maksimum. Pada umumnya untuk mendapatkan populasi yang optimum (66.000 – 75.000 tanaman per hektar), jarak tanam dapat dibuat 75 cm x 20 cm (1 tanaman per lubang) atau 75 cm x 40 cm (2 tanaman per lubang) untuk tanah-tanah subur atau tanaman di musim hujan. Jarak tanam 70 cm x 20 cm (1 tanaman per lubang) atau 70 cm x 40 cm (2 tanaman per lubang) untuk tanah-tanah yang kurang subur atau tanaman di musim kemarau. Penanaman 2 biji dalam satu lubang kemungkinan terjadinya persaingan antar tanaman lebih besar. Teknik penanaman yang umum dilakukan pada tanaman jagung adalah dengan dimasukan kedalam lobang hasil penugalan. Sistem jajar legowo (TAJARWO) merupakan sistem tanam yang memperhatikan larikan tanaman . Sistem tanam jajar legowo merupakan tanam berselang seling antara 2 atau lebih baris tanaman jagung dan satu baris kosong. Tujuannya agar populasi tanaman/ha dapat dipertahankan bahkan dapat ditingkatkan (Suriapermana dan Syamsiah 1994). Keuntungan dari sistem tanam jajar legowo ini adalah menjadikan semua tanaman atau lebih banyak tanaman menjadi tanaman pinggir. Tanaman pinggir akan memperoleh sinar matahari yang lebih banyak dan sirkulasi udara yang lebih baik, memperoleh unsur unsur hara yang lebih merata serta mempermudah pemeliharaan tanaman (Mujisihono dan Santosa 2001). Buat lubang tanam dengan tugal, jarak tanam (100-50) cm x 20 cm (legowo),atau masukkan benih dalam lubang, 1 biji per lubang dan tutup benih dengan pupuk organik 1 genggam atau jarak tanam (100-50) cm x 40 cm.