KEGIATAN KLASTERISASI PETANI MANGGA DI KECAMATAN HAURGEULIS KABUPATEN INDRAMAYU
Mangga merupakan komoditas Hortikultura yang banyak di kembangkan di masyarakat Indramayu, karena memiliki peluang yang bagus dari aspek pasar, nilai ekonomis, areal pengembangan serta kandungan gizi yang terdapat pada buah mangga. Buah mangga muda biasanya di manfaatkan untuk di buat asinan, mangga mengkal dapat di buat manisan dan mangga yang masak dapat di manfaatkan untuk membuat dodol atau sirup.Penanganan pasca panen dan pengolahan hasil produksi buah mangga memegang peranan penting dalam Agribisnis dan Agro Industri, karena selain dapat menekan kerusakan dan kerugian hasil juga dapat meningkatkan nilai tambah buah mangga. Klasterisasi Petani Mangga merupakan kegiatan kerjasama antara PT.Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan para petani mangga. PT. PNM adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang Jasa Keuangan yang didirikan sebagai bagian dari solusi strategis Pemerintah untuk meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat melalui pengembangan akses permodalan dan program peningkatan kapasitas bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).PNM memberikan jasa pembiyaan secara langsung kepada UMKM melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM). Solusi lain yang diberikan PNM melalui ULaMM adalah solusi non Finansial berupa peningkatan kapasitas kewirausahaan bagi para pelaku usaha agar mampu memiliki kemampuan dan manfaat lain untuk mengembangkan usahanya."Bangga menjadi petani mangga" adalah tema dari kegiatan ini, melalui kegiatan klasterisasi di harapkan petani mangga yang tergabung di dalamnya dapat di beri modal usaha dan pengetahuan untuk dapat mengembangkan kegiatan usahanya secara luas sehingga merasa bangga menjadi petani mangga. ULaMM bermaksud membuka wawasan petani agar dapat memanfaatkan buah mangga sebagai bahan olahan seperti dodol dan sirup.Adanya kegiatan ini diharapkan kerugian yang dihadapi petani mangga pada saat produksi mangga melimpah akibat sifat buah mangga yang mudah rusak dan busuk, harga buah menjadi rendah serta banyaknya buah yang terbuang dapat di atasi dengan penerapan dan pemanfaatan teknologi olahan mangga. Pembuatan sirup dan dodol mangga dilakukan dengan cara praktek langsung menggunakan bahan baku utama buah mangga. Melalui penerapan teknologi pengolahan buah mangga, akan diperoleh bentuk produk yang lebih menarik, mempunyai daya simpan lebih lama sehingga nilai jualnya lebih tinggi yang selanjutnya akan memberikan keuntungan lebih untuk petani dari hasil olahan buah mangga.Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan dodol mangga ini yaitu mangga 1 kg, gula paasir 1/4 kg, agar-agar 1 bungkus. Adapun cara membuatnya adalah kupas mangga dan iris menjadi potongan yang kecil-kecil. Masukan potongan mangga kedalam wajan dan masak sampai menjadi bubur. Kemudian masukan gula paasir dan agar–agar kedalam bubur tersebut. Aduk hingga menjadi kental sampai bahan tidak lengket di wajan. Angkat dan siamkan sampai dingin. Apabila bahan sudah dingin bentuk dodol sesuai selera dengan pembungkus dari kertas wajit. Semoga dengan adanya pinjaman dan pembinaan berkelanjutan dari PT. PNM ini petani dan pengrajin olahan mangga dapat memperoleh tambahan penghasilan bagi keluarganya. Penulis Melly Risdiani, SP Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Haurgeulis- Indramayu