KEGIATAN PANEN DAN PASCA PANEN PADA SL JAGUNG DI WKPP HAURKOLOT KECAMATAN HAURGEULIS KABUPATEN INDRAMAYU
Setelah melakukan kegiatan budidaya pada tanaman jagung mulai dari pengolahan tanah, tanam, pemupukan, pengairan dan pengendalian hama penyakit, kegiatan panen dan pasca panen sangat berperan untuk menentukan produksi dan kualitas dari jagung. yang sudah di panen. Kriteria tanaman jagung siap panen bisa dilihat secara visual atau secara teoritis. Penentuan waktu panen ini sangat penting untuk memilih tujuan panen (konsumsi atau untuk disimpan). Waktu yang tepat untuk pemetikan adalah siang hari pada saat cuaca panas agar kadar air biji berkurang.Kegiatan Panen SL Jagung di WKPP Haurkolot dilaksanakan pada tanggal 06 Oktober 2017. Jagung yang dipanen berumur 80 hari setelah tanam. Kegiatan pemanenan jagung ditentukan melalui pengamatan visual atau secara teoritis. Secara visual ciri tanaman jagung siap panen adalah kelobot jagung telah menguning/mengering berwarna cokelat, biji mengeras dan kadar air biji ± 30 %. Secara teoritis, tanaman jagung bisa dipanen setelah 8 minggu sejak keluar bunga.Teknik pemanenan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jagung tersebut. Pada jagung dengan kadar air tinggi dilakukan dengan cara menyabit batang setinggi pinggang kemudian jagung di petik. Pada jagung dengan kadar air rendah (hibrida) pemanenan dilakukan dengan cara memetik jagung secara langsung. Panen jagung yang dilakukan di poktan Haur Jaya adalah dengan cara dipetik langsung, dengan tujuan sebagian untuk konsumsi dan sebagian untuk disimpan. Hasil 4,2 ton/haUntuk jagung pipilan proses pengeringan diperlukan untuk mengurangi kandungan air hingga kisaran tertentu. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara dikeringkan menggunakan sinar matahari atau dengan cara menggunakan pemanas seperti bed dryer. Keunggulan pengeringan dengan penjemuran adalah tidak memerlukan biaya sedangkan pengeringan menggunakan pemanas prosesnya relatif cepat. Kelemahan penjemuran adalah waktu yang diperlukan lama, sedangkan dengan mesin pemanas waktunya cepat tapi biaya relatif mahal.Proses pemipilan dilakukan dengan maksud memisahkan biji dari tongkol. Pemipilan biasanya dilakukan ketika jagung sudah melalui proses pengeringan. Proses pemipilan dilakukan dengan dua cara yaitu cara manual dan mekanik. Cara manual adalah jagung dipipil langsung dari tongkolnya dilakukan tanpa menggunakan mesin pipil, sedangkan cara mekanik jagung dipipil dengan menggunakan mesin pipil jagung.Proses selanjutnya adalah proses penyimpanan untuk menjaga agar kondisi jagung tetap pada kondisi baik sampai waktu tertentu. Jagung yang sudah dipipil di simpan dalam wadah/kemasan kemudian disimpan dalam gudang. Gudang tempat penyimpanan harus dalam keadaan kering.Kegiatan penanganan pasca panen jagung ini bertujuan untuk mendapatkan hasil panen yang sesuai standar kualitas dan mutu. Kegiatan ini juga diharapkan agar pada masa panen berikutnya produksi dan kualitas meningkat, oleh karena itu penanganan di katakan sebagai sebuah strategi untuk mengurangi resiko gagal panen. Penulis Melly Risdiani, SP. / PP BPP Haurgeulis Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu