Cara bercocok tanam Penanaman benih jagung secara tradisional dilakukan dengan tangan menggunakan tugal untuk melubangi tanah. Dalam pertanian dengan mekanisasi, penanaman bijian jagung dilakukan menggunakan mesin penabur benih (seed driller). Kepadatan populasi tanam yang biasa dipakai adalah 60 000 sampai 120 000 tanaman per ha, yang biasa diterjemahkan dalam jarak antarbaris (50-100 cm) dan jarak dalam baris (10-40 cm).Kebutuhan hara jagung dikenal cukup tinggi dan dipenuhi melalui pemupukan. Selain memerlukan pupuk organik sebagai pupuk dasar/awal, jagung memerlukan masukan nitrogen (N, dari urea ataupun ZA), fosfat (biasanya dari SP36), dan kalium (K, biasanya dari KCl) untuk pertumbuhan dan hasil yang baik. Namun demikian, sejak 2000-an di Indonesia diperkenalkan pula pupuk majemuk yang telah mengandung ketiga unsur pokok tersebut. Pupuk organik cair (POC) juga mulai diperkenalkan untuk digunakan.Pada pertengahan masa pertumbuhan vegetatif, jagung mengeluarkan akar udara (aerial roots) sehingga memerlukan pembumbunan untuk memaksimalkan penyerapan hara. Pengendalian tumbuhan pengganggu (gulma) dilakukan menggunakan herbisida atau dilakukan dengan pendangiran. , penyakit utama jagung adalah :1. penyakit bulai (maize downy mildew) karena infeksi Peronosclerospora,2. karat daun jagung karena cendawan Puccinia (terutama P. polysora),3. bercak daun jagung (Southern leaf blight) karena cendawan Bipolaris maydis (teleomorf: Cochliobolus heterostrophus),4. hawar daun jagung (Northern leaf blight) karena cendawan Setosphaeria turcica (anamorf: Exserohilum turcicum),5. busuk pelepah (sheath blight) karena cendawan Rhizoctonia solani,6. busuk batang jagung karena bermacam-macam cendawan dan oomycetes, dan7. busuk tongkol oleh cendawan Fusarium, Diplodia, dan Gibberella,8. gosong bengkak (corn smut) karena cendawan terutama Ustilago maydis,9. penyakit mosaik kerdil jagung karena infeksi Maize Dwarf Mosaic Virus.Hama utama jagung 1. penggerek batang jagung Ostrinia furnacalis (Asia tropika) dan Ostrinia nubilalis (daerah subtropika dan iklim empat musim)2. lalat bibit Atherigona spp.,3. uret, terutama Lepidiota stigma (Jawa dan Sumatera),4. ulat tanah, seperti Agrotis,5. ulat grayak Spodoptera,6. penggerek tongkol Helicoverpa armigera7. belalang kembara Locusta migratoria,8. tikus sawah Rattus argentiventer,9. kumbang gudang, terutama Sitophilus zeamais dan S. oryzae, dan10. ngengat gudang, seperti Sitotroga.