Limbah adalah sisa aktivitas yang berasal dari makhluk hidup, misalnya limbah peternakan ayam. Ada beberapa bentuk limbah dalam peternakan ayam, yaitu limbah padat dan limbah cair. Bentuk limbah padat dari peternakan ayam adalah kotoran ayam, limbah krsital (kotoran ayam di kandang postal yang tercampur dengan litter), kerabang telur, bangkai ayam, dan DOC afkir di unit penetasan. Sementara itu, limbah cair dari peternakan ayam adalah air bekas pencucian kandang dan peralatan, air bekas sanitasi, dan air minum ayam. Lalu, bagaimana cara penanganan limbah peternakan ayam ini? Ada banyak cara penanganan limbah peternakan ayam. Cara penanganan limbah peternakan ayam dapat dilakukan dengan membuat saluran pembuangan berbentuk saluran air atau selokan untuk limbah cair. Untuk penanganan limbah ternak unggas, maka telah dilaksanakan kegiatan pemagangan pengolahan limbah ternak unggas bagi petani. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku bekerjasama dengan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Temmangingngi Kota Palopo pada tanggal 18-20 September 2019. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Peternakan Ibu A. Wahidah S. Achmad, SP., MMA mewakili Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kota Palopo. Kegiatan pemagangan pengolahan limbah ternak unggas ini diikuti oleh 20 (dua puluh) orang peternak unggas di wilayah Kota Palopo dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab serta kegiatan demonstrasi cara mengelola limbah ternak unggas menjadi sebuah produk yang memberikan nilai tambah bagi peternak. Cara penanganan limbah peternakan ayam dengan cara diolah sangat bermanfaat untuk menekan pencemaran lingkungan. Cara penanganan limbah peternakan ayam berupa pengolahan yang dilakukan dengan benar juga akan meningkatkan kualitas dari limbah itu sendiri. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, cara penanganan limbah peternakan ayam bisa dengan cara pembuatan kompos. Berdasarkan nilai ekonomis setelah pengolahan, limbah bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu limbah ekonomis dan non-ekonomis. Limbah ekonomis adalah limbah yang bisa diproses menjadi produk baru yang memiliki nilai jual, sedangkan limbah non-ekonomis tidak. Cara penanganan limbah non-ekonomis hanya ditujukan agar limbah mudah diuraikan dan tidak mencemari lingkungan. Pada peternakan ayam, salah satu limbah ekonomis adalah kotoran ternak yang secara praktis bisa digunakan untuk pupuk tanaman. Namun belakangan ini, mulai dikembangkan teknologi yang berfungsi meningkatkan nilai ekonomis. Kotoran ternak bisa diproses menjadi produk lain yang nilai jualnya lebih tinggi. Dari kotoran ayam, ada beberapa produk yang bisa diperoleh, yaitu gas bio, pupuk padat, dan pupuk cair. Cara penanganan limbah peternakan ayam berupa pembuatan kompos memerlukan sejumlah bahan baku. Bahan baku untuk pembuatan kompos, yaitu: a) limbah organik (kotoran ayam) sebanyak 83%; b. abu sebanyak 10%; c. serbuk gergaji (kayu lunak) sebanyak 5%; d. kalsit sebannyak 3%; dan bakteri pengurai (stardec) sebanyak 0,25%. Teknik dan cara penanganan limbah seperti ini dilakukan dengan cara menyatukan kotoran ayam yang telah dicampur dengan serbuk gergaji serta dicampur juga dengan bahan lainnya. Setelah itu, susunlah secara berlapis-lapis. Susunan ini kemudian diaduk sampai homogen dan dibiarkan dengan tumpukan yang tingginya minimal satu meter. Sementara itu, pembalikan dikerjakan sekali dalam satu minggu dan kompos akan jadi setelah delapan kali pembalikan. Diharapkan kegiatan pemagangan / bimbingan teknis tematik ini dapat memberikan manfaat bagi peternak dalam memanfaatkan dan mengolah limbah ternak unggas yang dimiliki sehingga memiliki nilai tambah bagi peternak dan keluarganya. Febriyanto, S.P_Penyuluh Pertanian Pertama_III/b