KEGIATAN PENGENDALIAN TIKUS DENGAN PENGEMBANGAN RUBUHA Di UPTD PKP KECAMATAN MONTONG
LATAR BELAKANG Tikus merupakan hama paling ditakui oleh petani. Serangan tikus dapat membuat tanaman gagal panen baik padi, jagung maupun kacang tanah. Pada tahun 2018 serangan tikus di kecamatan Montong sangat banyak. Salah satu upaya pengendalian adalah dengan pengembangan tyto alba ( burung hantu). Kelompok tani di Kecamatan Montong Kabupaten Tuban beserta dinas terkait terutama petugas penyuluh lapang, sebenarnya telah melakukan berbagai upaya pengendalian. Teknik pengendalian yang sudah dilakukan petani di Kecamatan Montong antara lain gropyokan, kegiatan ini melibatkan banyak pihak seperti petan. Populasi tikus di Kabupaten Tuban khsusnya di Kecamatan Montong yang terus meningkat, kemungkinan disebabkan karena populasi musuh alami seperti kucing, ular di sawah dan burung hantu di alam jumlahnya semakin sedikit. Menurunnya populasi musuh alami tikus ini karena perilaku manusia yang banyak memburu ular dan burung hantu untuk keperluan ekonomi. Hal ini yang memicu tikus dapat berkembang secara optimal tanpa ada yang memakan. Upaya pengembangan burung hantu di Kecamatan Montong :1. Memasukan Program Pembuatan Rubuha masuk dalam musrengbang desa sampai kabupaten.Desa yang sudah menganggarkan adalah Pucangan untuk 4 empat rubuha tahun 2018 ini. Untuk bantuan dari Pemkab Tuban sudah terpasang di Desa Montongsekar sebanyak 10 buah.2. Penyuluhan pengembangan burung hantu baik saat arisan/pertemuan rutin maupun saat kunjungan ke petani/kelompok tani. Hingga hari ini semua sudah berjalan meskupun belum maksimal, tetapi pemahaman petani dan masyarakat Montong tentang pengendalian tikus dengan burung hantu sudah diterima tinggal tindak lanjut dan pengawalan. Penulis : Yovie Isnawan, STP (Penyuluh Pertanian, Kec. Montong)