KEGIATAN PENINGKATAN PENGETAHUAN SIKAP DAN KETERAMPILAN PETANI DI KABUPATEN PEKALONGAN
Peranan kelembagaan petani (kelompok tani), dalam pemberdayaan masyarakat tani melalui keanggotannya menjadi sangat strategis, mengingat seluruh aspirasi keluarga tani, kelompok tani, gabungan kelompok tani, dan masyarakat pertanian umumnya yang tertuang dalam setiap Rencana Usaha Keluarga (RUK) dan akan terjaring ke dalam Rencana Usaha Bersama (RUB). Seiring dengan majunya Zaman dan dalam rangka mencapai swasembada pangan 2017, kebutuhan produk pertanian baik secara kualitas maupun kuantitas akan meningkat, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun kebutuhan bahan baku industri, jelas ini adalah merupakan peluang usaha bagi para pelaku utama yaitu petani, peternak, pekebun, nelayan dan juga pelaku usaha yaitu Asosiasi, koorporasi sektor pertanian. Dan juga merupakan tantangan mengingat hambatan – hambatan yang akan muncul dimasa kini dan yang akan datang , terutama adalah minimnya pengetahuan para pelaku utama dan pelaku usaha tentang inovasi teknologi baru serta kurang baiknya menejemen kelompoktani yang ada. Oleh sebab itu diperlukan pendampingan dan juga pelatihan yang menunjang peningkatan pengetahuan, sikap dan ketrampilan petani sehingga secara kualitas bisa meningkat kesejahteraanya. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Ketrampilan Petani yang diikuti pengurus kelompok tani sebanyak 50 peserta dari perwakilan kecamatan Se-Kabupaten Pekalongan. Pelatihan dilakukan dalam tiga angkatan sehingga total pengurus yang dilatih sebanyak 150 pengurus kelompok. Kegiatan Pelatihan dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Daerah Kabupaten Pekalongan yang sudah dimulai tahun 2012 hingga saat ini. Pada tahun anggaran 2017 telah dilakukan pelatihan sebanyak tiga angkatan yakni Angkatan I pada bulan April 2017, Angkatan II pada bulan Juli 2017 dan Angkatan III dilaksanakan pada bulan September 2017. Pelatihan petani di isi narasumber dari penyuluh pertanian kabupaten maupun praktisi pertanian yang berhasil sebagai acuan petani. Materi meliputi manajemen kelompok tani, administrasi kelompok dan juga budidaya tanaman terpadu. Diakhir pelatihan diberikan materi praktek pembuatan pupuk organic maupun pembuatan pupuk cair dan pelatihan penunjang lainnya. Diharapkan dengan pelatihan tersebut pengetahuan petani dapat meningkat khususnya pengurus kelompok, untuk selanjutnya sebagai tindak lanjut pengurus kelompok tersebut akan dapat membina anggota kelompoknya. Sehingga nantinya kesejahteraan petani dapat meningkat dengan baik