Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kepulauan Meranti mengadakan kegiatan pertemuan koordinasi Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL) dengan tema “Sehat Bahagia dengan Pangan Lokal yang diadakan di Ruang Pertemuan Kopi Tiam Jln. Diponegoro Selatpanjang. Pertemuan dihadiri oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Kepala Dinas Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Kasi Ketersediaan Pangan dan Disribusi, Kasi Kerawanan dan Keamanan Pangan, Kasi Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ketua dan Anggota UMKM Kulim Jaya Desa Kulim Kecamatan Merbau. Kegiatan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL) dilaksanakan dalam rangka mendukungpenganekaragaman pangan masyarakat berbasis sumber daya lokal yang merupakan kegiatan prioritas dalam upaya penyediaan pangan berbasis sumber daya lokal, pemanfaatan teknologi dan perluasan akses pasar. Dalam sambutanya Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kepulauan Meranti menyampaikan bahwa tanaman sagu mejadikan sumber daya lokal dari Kabupaten Kepulauan Meranti dan cocok dikembangkan di lahan gambut dan sudah banyak makanan olahan dari sagu yang telah dihasilkan oleh Kabupaten Kepulauan Meranti dengan adanya Rekor Muri pada tahun 2016 sebanyak 369 olahan berbahan dasar sagu. Pemerintah Daerah juga sudah mencari peluang untuk pengembangan produk dari sagu baik dari segi produsen maupun pengemasannya. Hapan kedepannya timbulnya kreatifitas dan inovasi untuk pengembangan produk yang dihasilkan lebih baik dari kualitas dan produktifitasnya. Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau menyampaikan materinya mengenai Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL) Provinsi Riau Tahun 2020. Selain itu disampaikan juga pesan dari Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau apabila ada kegiatan/pertemuan agar mengganti pangan tidak dari gandum tapi dengan menggunakan pemanfaatan sumber daya lokal (kentang, ubi kayu, jagung, sagu, sorgum, dll). Harapannya UMKM yang telah mendapatkan bantuan PIPL apabila ada permasalahan untuk menyampaikan ke dinas yang nantinya bisa disampaikan ke dinas terkait untuk dapat ditindaklanjuti. Kelangkapan Administrasi UMKM agar dirapikan dan dipersiapkan untuk mengantisipasi kedatangan Tim dari Badan Ketahanan Pangan Kemeterian Pertanian pada saat permeriksaan. Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Kepulauan Meranti menyampaikan Kabupaten Kepulauan Meranti mendapatkan Kegiatan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL) dari dana APBN untuk UMKM Kulim Jaya Desa Tanjung Kulim Kecamatan Merbau Tahap I tahun 2019 yaitu Tahap Pembangunan Pabrik dana Tahap II tahun 2020 yaitu Tahap Pengembangan PIPL. Disampaikan juga perkembangan produksi UMKM Kulim Jaya dari awal menerima bantuan sampai dengan kondisi ysekarang. Untuk Tahap pengembangan UMKM Kulim Jaya membuat produk mie sagu sehingga akan menambah nilai jual dan peningkatan pendapatan anggota UMKM. Hapan kedepannya UMKM Kulim Jaya dapat memberikan inovasi dalam kemasan produknya sehingga produk lebih bagus dan ada daya tarik sehingga nilai jual tepung sagu meningkat. Kegiatan dilanjutka dengan diskusi mengenai permasalahan dan kendala yang dihadapi oleh UMKM Kulim Jaya untuk mencarikan solusi atas hambatan maupun kendala yang terjadi. Penulis : Nursita Apriani, SP PPL Kelurahan Selatpanjang Timur Kecamatan Tebing Tinggi