Loading...

Kegiatan Program "BEKERJA" 2019 KEMENTAN di Desa Rantau Karau Tengah, Rantau Karau Raya, dan Rantau Karau Hilir

Kegiatan Program "BEKERJA" 2019 KEMENTAN di Desa Rantau Karau Tengah, Rantau Karau Raya, dan Rantau Karau Hilir
Program pengentasan kemiskinan dari Kementerian Pertanian melalui Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) memberikan harapan baru bagi Rumah Tangga Miskin Pertanian (RTMP) di desa, dimana untuk Kabupaten Hulu Sungai Utara ada 5 Kecamatan yang mendapatkan kegiatan ini, salah satunya adalah Kecamatan Sungai Pandan. Untuk Kecamatan Sungai Pandan sendiri mendapatkan kegiatan BEKERJA di 16 desa, 3 desa diantaranya adalah desa Rantau Karau Tengah, Rantau Karau Raya dan Rantau Karau Hilir dengan Penyuluh WKPP Farida Adriani, SP, dengan didampingi oleh TKSK (Tenaga Kerja Sukarela) ibu Hamidah, SP yang mendampingi 16 desa di Kecamatan Sungai Pandan. Melihat tingginya semangat beberapa penerima bantuan, kepala desa Rantau Karau Tengah (Bapak. Muhammad Saderi, S.Psi.I), Kepala Desa Rantau Karau Raya (Bapak. Muhammad Syahid, S.Pd.I), dan Kepala Desa Rantau Karau Hilir (Bapak. Gazali Rahman) optimis program pengentasan kemiskinan berbasis pertanian ini akan menjadi solusi permanen bagi RTMP untuk keluar dari garis kemiskinan, melalui peningkatan pendapatan dan perbaikan gizi keluarga sesuai yang diharapkan oleh Menteri Pertanian. Ini adalah bagian dari terobosan-terobosan program untuk percepatan pengurangan angka kemiskinan khususnya di pedesaan yang didominasi masyarakat atau rumah tangga yang bergerak di sektor pertanian. Untuk desa Rantau Karau Tengah, mendapatkan bantuan dan distribusi pakan & obat-0batan pada tanggal 7 November 2019 dan dilanjutkan dengan distribusi itik pada tanggal 8 November 2019 untuk 75 RTMP dengan total dana pembuatan kandang sebesar Rp. 37.500.000,- (masing-masing RTMP menerima Rp. 500.000,-), total jumlah itik 3.750 ekor (masing-masing RTMP menerima 50 ekor itik), total pakan itik 11.250 kg (masing-masing RTMP menerima 150 kg), total vitamin 3.000 shachet dan 75 botol disinfektan (masing-masing RTMP menerima 40 shachet vitamin dan 1 botol disinfektan). Penyuluh WKPP juga bekerjasama di lapangan dengan Ibu Nidahayati selaku UPKK di desa tersebut. Untuk desa Rantau Karau Raya, mendapatkan bantuan / distribusi pakan, obat-obatan dan itik pada tanggal 5 Desember 2019 untuk 61 RTMP dengan total dana pembuatan kandang sebesar Rp. 30.500.000,- (masing-masing RTMP menerima Rp. 500.000,-), total jumlah itik 3.050 ekor (masing-masing RTMP menerima 50 ekor itik), total pakan itik 9.150 kg (masing-masing RTMP menerima 150 kg), total vitamin 2.440 shachet dan 61 botol disinfektan (masing-masing RTMP menerima 40 shachet vitamin dan 1 botol disinfektan). Penyuluh WKPP juga bekerjasama di lapangan dengan Bapak. Amriannor selaku UPKK di desa tersebut. Untuk desa Rantau Karau Hilir mendapatkan bantuan / distribusi pakan, obat-obatan dan itik pada tanggal 5 Desember 2019 untuk 69 RTMP dengan total dana pembuatan kandang sebesar Rp. 34.500.000,- (masing-masing RTMP menerima Rp. 500.000,-), total jumlah itik 3.450 ekor (masing-masing RTMP menerima 50 ekor itik), total pakan itik 10.350 kg (masing-masing RTMP menerima 150 kg), total vitamin 2.760 shachet dan 69 botol disinfektan (masing-masing RTMP menerima 40 shachet vitamin dan 1 botol disinfektan). Penyuluh WKPP juga bekerjasama di lapangan dengan Bapak. Eddy Rusadi selaku UPKK di desa tersebut. Lebih lanjut semua pihak yang terlibat berharap agar masyarakat RTMP dan seluruh pihak dapat bersama-sama untuk mensukseskan program BEKERJA karena dapat meningkatkan pendapatan dan gizi keluarga. Saat monitoring tersebut terlihat hampir semua RTM yang diberikan bantuan merasa senang dan memiliki semangat untuk mengembangkan bantuan tersebut. Mereka bersyukur dan mempunyai harapan baru untuk merubah kehidupannya menjadi lebih baik dari saat ini. Selanjutnya Bapak. Ir. Yuli Hertawan selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara menyampaikan bahwa beliau mengharapkan Penyuluh pendamping melaksanakan tugas dengan baik dan apabila ada yang bermasalah dengan ternaknya, segera menghubungi dan mengkonsultasikan dengan bidang keswan dan kesmavet agar bisa segera ditindaklanjuti dengan cepat. (Farida Adriani, SP)