Loading...

Kegiatan Program Karang Kitri di Dasawisma Nusa Indah Desa Talkandang Kec.Situbondo Kab. Situbondo

Kegiatan Program Karang Kitri di  Dasawisma Nusa Indah Desa Talkandang Kec.Situbondo Kab. Situbondo
Mempunyai halaman rumah yang luas adalah dambaan semua orang. Mungkin halaman tersebut bisa dibuat parkir mobil atau taman bermain anak anak. Tidak halnya di tempat rumah dinas saya, setiap rumah mempunyai halaman yang lumayan luas, tapi bukan untuk digunakan sebagai fasilitas parkir atau lainnya melainkan untuk menanam palawija dan sayur mayur.. Awalnya saya gumun (terkejut), kenapa halaman rumah harus diberi tanaman sayur mayur, kan gak asik untuk dipandang, biasanya halaman rumah itu berhiaskan bunga, eh ini malah ditanami sayur mayur kok lucu sih hehe. Namun, setelah beberapa lama saya beradaptasi dengan keadaan seperti ini ternyata asik juga lo, selain menambah rindangnya halaman rumah, dengan adanya karang kitri setidaknya ada tanggung jawab yang harus diemban (biuh bahasane hehehe) oleh penghuni rumah dinas tersebut. Karang kitri sendiri dibagi menjadi dua, ada yang khusus milik pribadi ada juga yang kepemilikan dan kepengurusannya milik bersama alias berkelompok, tiap tiap kelompok beranggotakan 10 orang. Dasawisma Nusa Indah Desa Talkandang Kecamatan Situbondo mendapat program Karang kitri T.A 2016 dengan fasilitas antara lain kolam terpal,Kebun Bibit Desa(KBD) dan beberapa benih sayuran dan bibit tanaman obat keluarga(TOGA).Langkah awal yang dilakukan antara lain sosialisasi program Karang Kitri ke anggota Dasawisma oleh PPL WKPP Situbondo I(Agus Supriyadi,A.Md).Langkah Kedua adalah pembuatan proposal ke tingkat Kabupaten melalui Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Situbondo.Selanjutnya adalah sosialisasi program Karang Kitri oleh tim Propinsi Jawa Timur dengan peserta perwakilan Dasawisma yang dapat program Karang Kitri.Selanjutnya adalah pendropingan sarana oleh tim rekanan ke masing-masing lokasi Dasawisma antara lain KBD,Bibit TOGA dan Benih sayuran.Penyuluh Pertanian Lapangan(PPL) selaku ujung tombak Pemerintah di masyarakat melakukan pertemuan awal yakni pengenalan program Karang Kitri Ke anggota Dasawisma. Di Pertemuan Lanjutan adalah mulailah pembibitan benih sayuran dalam tray ataupun polibag kecil.Sambil menunggu bibit sayuran siap dipindah ke polibag besar,anggota Dasawisma membuat kolam dari terpal untuk budidaya ikan dalam hal ini sesuai kesepakatan adalah ikan lele.Setelah umur bibit sayuran cukup umur(sekitar 3 minggu setelah sebar),lakukan pindah tanam ke polibag besar(diameter 30-40 cm) untuk dipelihara dipekarangan rumah anggota Dasawisma. Penulis : Agus S Sumber : BPP. Panarukan