Loading...

KEGIATAN PUPM DI PENAJAM PASER UTARA

KEGIATAN PUPM DI PENAJAM PASER UTARA
Kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) yang dimulai sejak tahun 2016 merupakan program dari Kementerian Pertanian RI. Salah satu kegiatan dalam PUPM diantaranya fasilitasi yang diperuntukkan bagi usaha distribusi pangan melalui Toko Tani Indonesia yang dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di daerah sentra produksi. Tahun 2016 sejumlah 500 gapoktan/LUPM (1.000 unit TTI) di 33 Provinsi. Kegiatan PUPM berperan dalam mengatasi anjloknya harga pada masa panen raya dan tingginya harga pada saat paceklik dan menjadi instrumen yang dibuat Pemerintah untuk menahan gejolak harga dalam situasi tertentu, merupakan mekanisme yang berkelanjutan baik pada saat situasi suplai melimpah dan kurang atau sebagai stabilisator, dalam menjaga pasokan pangan pemerintah bersama masyarakat. Kabupaten Penajam Paser Utara di Tahun 2016 ini mendapat Kegiatan PUPM di tiga Gapoktan masing-masing di tiga Kecamatan yaitu kecamatan Penajam, Kecamatan Sepaku dan Kecamatan Babulu. Hingga Bulan Juni ini telah didistribusikan beras kemasan 5 Kilogram ke masing masing Toko Tani Indonesia (TTI) yang ada di 3 Kecamatan tersebut. Diharapkan dengan adanya Toko Tani Indonesia (TTI) bentukan Kementerian Pertanian Republik Indonesia hadir sebagai solusi untuk kebutuhan pangan atau sembako murah untuk masyarakat. Toko Tani Indonesia (TTI) kelak menjadi rujukan atau patokan harga kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, bawang merah, cabai merah, cabai rawit dan lainnya. Masyarakat dapat secara langsung membeli berbagai kebutuhan pangannya di toko ini dengan harga yang lebih murah atau terjangkau karena barangnya langsung dikirim dari produsen, dibuatnya TTI ini juga sebagai upaya pihaknya dalam memutus mata rantai distribusi atau penyaluran pangan. Untuk itu, nantinya harga yang berlaku di pasaran akan lebih murah dan terjangkau oleh masyarakat. Dengan adanya TTI ini semua pihak akan bisa diuntungkan, baik petani, pengusaha, dan masyarakat sebagai konsumen, sehingga nantinya diharapkan tidak akan ada lagi Operasi Pasar karena TTI juga akan berfungsi sebagai pihak yang akan menstabilkan harga. Diharapkan kedepannya bukan hanya menjelang Ramahan saja, tapi seterusnya selesai Ramadhan akan kita lakukan. Harapan ke depan, dua dan tiga tahun atau sepuluh tahun ke depan tidak ada lagi cerita operasi pasar karena ada Toko Tani yang menstabilkan harga. Permasalahan yang muncul Ketersediaan pangan bukan pada suplai atau permintaannya namun dalam penyaluran atau distribusinya. ada dua manfaat yang bisa didapat dengan memberlakukan program tersebut. Pertama, harga pangan di tingkat petani bisa dinaikan dan kedua, akan ada keuntungan di tingkat konsumen karena harga bisa diturunkan dengan distribusi yang memadai. Jadi konsumen bisa tersenyum karena harganya murah dan petani pun bisa tersenyum karena harganya lebih mahal. Admin Cyber Extension Kab. Penajam Paser Utara