KEGIATAN RJIT (REHABILITASI JARINGAN IRIGASI TERSIER) DI SUBAK KEDANGAN BURUAN, DESA BURUAN KEC. BLAHBATUH, KABUPATEN GIANYAR Oleh : I Nyoman Murya, SP Ketersediaan sarana dan prasarana irigasi yang baik tentunya sangat diharapkan oleh petani. Tidak berfungsi atau rusaknya salah satu bangunan irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem irigasi yang ada, sehingga mengakibatkan efisiensi dan efektifitas irigasi menurun. Menurunnya kinerja sistem irigasi yang ada tentunya akan mempengaruhi proses usaha tani dan berdampak langsung pada kualitas dan kuantitas tanaman apalagi tanaman padi yang merupakan komoditi utama pertanian lahan sawah di Indonesia. Dengan tersedianya sarana irigasi salah satunya saluran irigasi yang baik akan mampu meningkatkan Indeks Penanaman (IP) padi yang sebelumnya bisa sekali setahun menjadi dua kali atau lebih. Pengelolaan air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai. Sarana dan prasarana tersebut dapat berupa: bendungan, bendung, saluran primer, saluran sekunder, boks bagi, bangunan ukur, dan saluran tersier serta saluran tingkat usaha tani. Tidak berfungsinya atau rusaknya salah satu bangunan irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem irigasi yang ada, sehingga mengakibatkan efisiensi dan efektifif. Sesuai amanat Undang-Undang No. 11 tahun 1974 tentang Pengairan dan Peraturan Pemerintah No. 77 tahun 2001 tentang Irigasi, jaringan irigasi terdiri dari tiga tingkatan dimulai dari irigasi primer, sekunder hingga jaringan tersier. Untuk irigasi tersier dan kuarter bahwa pembangunan, rehabilitasi, peningkatan jaringan irigasi menjadi wewenang, tugas dan tanggung jawab perkumpulan petani pemakai air (P3A) di wilayah kerjanya. Akan tetapi mengingat sebagian besar pemerintah Kabupaten/Kota dan petani pemakai air sampai saat ini belum dapat menjalankan tanggung jawabnya, maka Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian berusaha untuk membantu meningkatkan pemberdayaan petani pemakai air dalam pengelolaan jaringan irigasi melalui kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi. Di Tahun 2020 salah satu kelompok kelompok tani (subak) yang memperoleh bantuan Kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian di wilayah Kabupaten Gianyar adalah Subak Kedangan Buruan, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh. Subak Kedangan Buruan merupakan subak sawah dengan luas baku sawah 38 Ha. Memang masih banyak saluran irigasi di wilayah Subak Kedangan Buruan dengan kondisi rusak yang mengakibatkan banyak air yang terbuang sehingga ada beberapa sawah yang tidak mendapat air dengan lancar karena debit airnya mengecil. Angggaran yang diperoleh untuk rehabilitasi jaringan irigasi adalah sebesar Rp. 41.800.000,- dimana bantuan tersebut masuk ke Rekening UPKK Subak Kedangan Buruan pada Bank BNI Cabang Gianyar. Sesuai dengan Pedoman Teknis Rehabilitasi Jaringan Irigasi, Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan (UPKK) dibentuk oleh kelompok tani/subak yang mempunyai tanggung jawab dan wewenang untuk menguji tagihan, memerintahkan pembayaran dan melaksanakan pembayaran pelaksanaan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi. Biaya tersebut digunakan untuk pembelian bahan bangunan / material dan upah tenaga kerja. Dalam pelaksanaan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi di Subak Kedangan Buruan, Desa Buruan dikerjakan dengan pasangan beton, dimana saluran irigasi yang diperbaiki dengan 245 meter pasangan cor kanan, kiri dan lantai dengan tinggi 42 cm dan lebar 30 cm dengan ketebalan cor 12 cm. Sebelum kegiatan perbaikan irigasi dimulai, terlebih dahulu diadakan sosialisasi kepada seluruh anggota subak yang dihadiri oleh PPL WKPP Desa Buruan (I Wayan Nuraga) dan Koordinator BPP Kecamatan Blahbatuh (I Nyoman Murya, SP), dimana dalam sosialisasi tersebut disepakati kegiatan akan dimulai tanggal 17 April 2020 serta seluruh anggota subak sanggup melaksanakan kegiatan perbaikan jaringan irigasi secara jujur, sukarela, dan bergotong royong, Pengerjaan kegiatan ini dimulai dari tanggal 17 April 2020, dimana kegiatan diawali dari membersihkan saluran irigasi yang akan diperbaiki, membuat rangkaian/ulatan besi, sampai dengan proses pengecoran. Kegiatan perbaikan jaringan irigasi di Subak Kedangan Buruan selesai pada tanggal 12 Juni 2020. Petani yang tergabung di Subak Kedangan Buruan sangat berterimakasih karena pemerintah merealisasikan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi sesuai dengan proposal yang diajukan. Hal ini dibuktikan dengan keterlibatan anggota subak secara aktif dan bergotong royong mulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan kontruksi, dan pemeliharaan jaringan irigasi. Dalam setiap kegiatan dengan dikoordinir oleh Ketua Poktan/ Pekaseh Subak Kedangan Buruan yaitu I Nyoman Budiana dan Ketua UPKK Subak Kedangan Buruan I Wayan Sila, anggota subak secara sukarela dan saling membahu mengerjakan setiap tugas sesuai dengan kemampuannya sehingga kegiatan perbaikan jaringan irigasi dapat dikerjakan dengan baik.