KEGIATAN SEKOLAH LAPANGAN (SL) PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN CABAI MERAH DI WKPP SENEBOK LAPANG BPP KECAMATAN
Cabai merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang menarik untuk dikembangkan karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan setiap hari dibutuhkan oleh semua lapisan masyarakat. Selama ini teknis budidaya yang dilakukan oleh petani di lapangan belum mengikuti teknologi yang direkomendasi sehingga produksi yang dihasilkan juga belum dapat memenuhi kebutuhan permintaan pasar. Dilain pihak, salah satu kunci keberhasilan dalam usaha budidaya cabai merah adalah apabila petani memiliki wawasan dan keterampilan dalam menerapkan teknologi yang dianjurkan. Maka diperlukan pelatihan dan belajar bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Sekolah lapangan adalah proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahatani lebih efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan. Untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan mutu tanaman cabai merah di Kabupaten Aceh Timur dilaksanakan Sekolah Lapangan cabai merah di Kelompok Tani "Suka Makmur" WKPP Senebok Lapang Kecamatan Peureulak Timur selama 4 kali pertemuan, 3 kali pertemuan melalui Dana Dekonsentrasi Penyuluhan Pertanian Tahun Anggaran 2017 dan satu kali dilaksanakan swadaya. Kegiatan Sekolah Lapangan cabe merah diikuti oleh 20 orang peserta yang berasal dari satu kelompok tani dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Oktober 2017.Kegiatan Sekolah Lapangan berlangsung dilapangan terbuka dilaksanakan di Desa Senebok Lapangan Peureulak Timur. Pertemuan sekolah lapangan di hadiri oleh Bapak Sufyan, S.P selaku Kepala BPP Peureulak Timur, Penyuluh Pertanian PNS dan TH – TB PP, ketua dan anggota kelompok tani "Suka Makmur" serta aparat desa dengan materi Pengendalian penyakit Layu Bakteri dan Keriting daun pada tanaman cabai merah. Pemaparan materi disampaikan oleh penyuluh pendamping yaitu Sdr. Syahril Ramadhan Penyuluh PNS tentang pengendalian penyakit keriting daun pada tanaman cabai merah bahwa penyakit tersebut sangat sulit diberantas apalagi dihilangkan samapai 0%. Pengendalian penyakit layu daun di upayakan sejak tanaman masih muda yaitu dengan menggunakan mulsa plastik perak pada areal tanam, membuang tanaman yang terserang dan segera disulam dengan semaian yang sehat, untuk tahapan lebih lanjut dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida selektif agar tidak memusnahkan predator.Setelah pengarahan tentang pemberantasan penyakit layu daun penyuluh pendamping menyampaikan permasalahan tanaman yang sering terserang layu bakteri. Pengendaliannya harus dilakukan secara terpadu perlakuan benih sebelum tanam dengan cara merendam bibit menggunakan bakterisida, usahakan drainase tanah secara baik disekitar kebun sehingga lahan tidak becek dan dapat dilakukan pergiliran tanaman yang bukan famili solanaceae.Penyuluh pendamping memandu kegiatan pengendalian penyakit pada tanaman cabai merah dan menggunakan obat – obatan sesuai yang direkomendasi. (Penulis artikel : (1). Penyuluh Pendamping Syahril Ramadhan, (2). Kepala BPP dan (3). Admin Cyber Kabupaten Aceh Timur (4). Devis Harianti, S.P)