Loading...

KEGIATAN TANAM JAJAR LEGOWO 2 : 1 SL UPSUS DI (WKPP) SIDADADI KECAMATAN HAURGEULIS KABUPATEN INDRAMAYU

KEGIATAN TANAM JAJAR LEGOWO 2 : 1 SL UPSUS DI   (WKPP) SIDADADI KECAMATAN HAURGEULIS KABUPATEN INDRAMAYU
Sistem tanam jajar legowo 2:1 merupakan salah satu hal yang mempengaruhi proses peningkatan produksi padi, selain dari penggunaan bibit unggul, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit serta pemeliharaan lain seperti pengairan.Tujuan utama tanam sistem jajar legowo 2:1 adalah meningkatkan populasi tanaman dengan mengatur jarak tanam dan menyisipkan tanaman pada barisan pinggir.Populasi tanam adalah salah satu penentu hasil produksi.kondisi jarak tanam dapat menghasilkan populasi optimal melalui pengaturan sistem penanaman dan jarak tanam.Pada penerapan sistem jajar legowo jarak tanam yang digunakan adalah (25 x 25) cm antar rumpun dalam baris; 12,5 cm jarak dalam baris, dan 50 cm jarak anatar barisan/lorog (25 x 12,5 x 50) cm. untuk keberhasilan tanam jajar legowo ini sebaiknya di hindari jarak tanam yang sangat rapat, mengakibatkan jarak dalam baris saangat sempit. Pada Kegiatan SL UPSUS di WKPP Sidadadi diterapkan Inovasi Tanam Jajar legowo 2:1, di harapkan melalui kegiatan ini akan diperoleh peningkatan produksi hasil yang lebih signifikan di banding dengan system tegel biasa. Adapun lahan, dosis pupuk dan bibit yang digunakan pada kegiatan ini, hendaknya memenuhi persyaratan sebagai berikut :a. Lahan datar, tidak terasering dengan kemiringan lahan kurang dari 25%b. Sebaiknya gunakan bibit yang varietasnya mudah untuk menghasilkan jumlah anakan yang banyakc. Usahakan barisan tanaman searah Sinar Matahari (Timur – Barat) agar memudahkan tanaman untuk menyerap sinar matahari sampai ke permukaan tanahd. Dosis pemupukan sebaiknya di tambah sebanyak 10 – 20% dari tanam biasaKeuntungan menerapkan dari sistem jajar legowo 2:1 di antaramya adalah :a. Meningkatkan jumlah tanaman, melalui penggunaan sistem jarwo ini jumlah tanaman dapat meningkat sampai dengan 33,31% di banding sistem tegel.b. Dapat meningkatkan produktifitas hasil panen 7 – 15%c. Dapat memperbaiki kualitas gabah karena adanya tanaman sisipan d. Sinar matahari diserap tanaman lebih optimal, menyebabkan sirkulasi udara lebih baik sehingga dapat mengurangi resiko penyakit akibat jamur dan bakteri yang berkembang pada kondisi kelembaban tinggi seperti kresek.e. Mengurangi serangan hama tikusf. Memudahkan dalam pemeliharaan tanaman dan pemupukan.Kelemahan dari penerapan sistem jajar legowo di antaranya adalah :a. Membutuhkan tenaga tanam lebih banyak dan waktu yang lebih lama dalam proses tanamb. Jumlah benih yang diperlukan lebih banyak, karena populasi tanaman bertambahc. Biasanya gulma yang tumbuh lebih cepat pada tanam sistem jajar legowo Penulis Melly Risdiani, SP – Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Haurgeulis- Indramayu