Dalam rangka pemantapan pelaksanaan penggunaan dana dekonsentrasi penyelenggaraan penyuluhan pertanian Tahun 2015, maka Dinas Pertanian Kabupaten Bengkayang pada hari Kamis (30/04/2015) bertempat di Ruang Pertemuan Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Samalantan melaksanakan Kegiatan Temu Teknis Fasilitasi Pelaksanaan Dana Dekonsentrasi Tahun 2015 Tingkat Kabupaten Bengkayang. Sebagai narasumber dalam kegiatan ini yaitu Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Barat (BPTP KALBAR) Ir. Jiyanto,MM. dan dihadiri oleh pejabat struktural beserta staf Dinas Pertanian Kabupaten Bengkayang, koordinator BP3K, koordinator penyuluh, para penyuluh pertanian PNS, penyuluh pertanian THL-TBPP, penyuluh pertanian honorer daerah dan penyuluh pertanian THL APBD. Dalam sambutan Kepala Dinas Pertanian Kab. Bengkayang yang diwakili oleh Sekretraris Bapak KASA, S.TP. menyampaikan bahwa maksud dilaksanakan kegiatan ini agar pengelolaan dana dekonsentrasi sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan, baik dari aspek teknis maupun administrasi. Disamping itu beliau juga menyampaikan bahwa untuk tahun 2016 akan diupayakan operasional BP3K yang bersumber dari Dana Dekonsentrasi dengan syarat para penyuluh harus bekerja sesuai tugas pokok yaitu memberikan penyuluhan dan pendampingan ke petani di wilayah kerja masing-masing serta inovatif. Koordinator BP3K Kec. Samalantan Bapak SIGUNANTO, S.ST dalam sambutannya juga sangat mengharapkan dukungan dana operasional BP3K untuk menunjang kegiatan penyuluhan di wilayah kerja kecamatan. Sebagai narasumber, Bapak Ir. JIYANTO, MM. menjelaskan bahwa dalam mensukseskan program Upaya Khusus (UPSUS) di Kabupaten Bengkayang menyarankan agar dalam penanaman padi diharapkan mengikuti Kalender Tanam dan Rekomendasi Teknologi. Pada dasarnya tujuan Program UPSUS adalah Menyediakan kebutuhan prasarana dan sarana pertanian berupa air irigasi, benih, pupuk dan alsintan serta Meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas padi, jagung dan kedelai. Indeks Pertanaman (IP) meningkat minimal sebesar 0,5 dan produktivitas padi meningkat minimal sebesar 0,3 Ton GKP. Produktivitas kedelai minimal sebesar 1,57 Ton/Ha pada areal tanam baru dan meningkatnya produktivitas kedelai sebesar 0,2 ton/Ha pada areal existing. Produktivitas jagung minimal sebesar 5 Ton/Ha pada areal tanam baru dan meningkatnya produktivitas jagung sebesar 1 ton/Ha pada areal existing. Bapak JIYANTO juga mengharapkan sinergisitas antara TNI dan Penyuluh di lapangan sesuai dengan pedoman teknis, juklak dan juknis program. Penyerahan secara simbolis "Juknis Kalender Tanam dan Rekomendasi Teknologi" juga dilakukan oleh Bapak Ir. JIYANTO, MM. kepada Sekretaris Dinas Pertanian Kab. Bengkayang Bapak KASA, S.TP. Sementara itu Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kab. Bengkayang Bapak DARWIS, S.TP. dalam penyampaiannya juga menghimbau kepada rekan-rekan penyuluh agar melakukan pendampingan kepada petani dan ikut melakukan pengawalan seluruh kegiatan pertanian yang ada di wilayah kerja masing-masing. Penyuluh juga diharapkan agar segera menyampaikan data lengkap kelompok tani kepada Dinas Pertanian Kab. Bengkayang. Di penghujung acara, penyuluh senior di Kabupaten Bengkayang Bapak DANURI, S.TP. juga memberikan materi penyuluhan pertanian yaitu Paradigma Baru Penyuluhan Pertanian. Menurut beliau, keberhasilan Program UPSUS Swasembada Padi, Jagung dan Kedele tidak terlepas dari peran Penyuluh Pertanian. Untuk itu diperlukan paradigma baru penyuluhan pertanian yaitu : 1) Penyuluhan adalah Jasa Informasi. 2) Penyuluhan dengan informasi dan rekomendai lokalitas. 3) Penyuluhan dengan materi orientasi agribisnis. 4) Penyuluhan dengan pendekatan kelompok. 5) Penyuluhan fokus pada kepentingan petani. 6) Penyuluhan dengan pendekatan humanistik. 7) Penyuluhan dengan profesionalisme. 8) Penyuluhan dengan prinsip akuntabilitas. 9) Penyuluhan dapat memusakan petani. Sembilan unsur paradigma tersebut perlu dilaksanakan secara terpadu. Dengan dilaksanakan kegiatan ini kita optimis Program UPSUS di Kabupaten Bengkayang dapat terlaksana dengan sukses sehingga swasembada padi jagung dan kedele yang kita cita-citakan bersama dapat tercapai. (wem's #1 & moety)