KEGIATAN UBINAN PADI UNTUK MENGHITUNG PERKIRAAN ANGKA PRODUKSI
Kegiatan budidaya padi masa tanam pada periode Oktober-Februari di Kecamatan Mandau memasuki masa panen. Rabu, 26 Februari 205 telah dilaksanakan kegiatan ubinan padi oleh UPT Balai Penyuluh Pertanian. Ubinan ini berlokasi di kelompok tani Makmur kelurahan Talang Mandi dan kelompok tani Karya Makmur di Desa Harapan Baru. Pengambilan ubinan merupakan salah satu cara memprediksi jumlah produksi padi yang masih ada di lahan melalui penentuan sampel, pengukuran dan penimbangan. Dalam ilmu statistika ubinan digunakan sebagai contoh/sampel. Kegiatan Ubinan merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh PPL (penyuluh pertanian) untuk mendapatkan informasi tentang produksi pada tanaman pangan yang akurat dan menggambarkan kondisi terkini. Perkiraan hasil panen tanaman padi melalui titik sampel dengan cara diukur dengan ukuran 2,5 x 2,5 m² yang kemudian diukur dan ditimbang hasilnya. Hasil inilah yang dapat dijadikan dasar dalam produksi produksi dalam 1 Ha. Tujuan dari pengambilan sampel ubinan ini adalah untuk mengetahui perkiraan hasil produksi tanaman dalam luasan 1 Ha. Pada tahun 2023, kegiatan budidaya padi di Kecamatan Mandau dilakukan di Desa Harapan Baru seluas 100 Ha dan Kelurahan Talang Mandi seluas 30 Ha dengan kegiatan IP200. UPT Penyuluh Pertanian Kecamatan Mandau bersama kelompok tani Karya Makmur serta Kelompok tani Makmur melakukan kegiatan ubinan komoditas padi, sehingga diketahui bahwa angka produktivitas padi rata-rata Kecamatan Mandau tahun 2023 adalah 3,79 ton/ha. Pada tahun 2024, kegiatan budidaya padi di Kecamatan Mandau dilakukan di Desa Harapan Baru seluas 150 Ha dan Kelurahan Talang Mandi seluas 12 Ha dengan kegiatan IP200. Berdasarkan dari data hasil ubinan, maka angka produktivitas padi kecamatan Mandau pada tahun 2024 adalah 5.570 Kg/ha atau 5,57 Ton/Ha. Hal ini mengalami peningkatan produksi yang cukup besar yaitu sebesar 2,18 Ton/Ha. Angka produktivitas ini diharapkan dapat terus meningkat, dengan dilakukannya upaya meminimalisir kendala yang dihadapi pada musim tanam selanjutnya. Kendala yang dihadapi pada budidaya padi di Kecamatan Mandau adalah keadaan cuaca yang sangat ekstrim dan juga kurangnya sarana dan prasarana yang dimiliki petani, misalnya dengan semakin meningkatnya harga pupuk maka petani hanya melakukan pemupukan seadanya artinya petani tidak melakukan pemupukan sesuai anjuran. Tidak adanya bantuan benih dari pemerintah juga sangat berpengaruh pada jadwal tanam dan hasil produksi yang menjadi sangat beragam. Serangan hama dan penyakit tanaman juga dihadapi petani seperti hama keong, hama walang sangit, hama penggerek batang dan lainnya. Penulis : Rizki Aprelia, S.P (Penyuluh Pertanian Kec. Mandau Kab. Bengkalis Prov. Riau)Februari 2025