Kekuatan-Kekuatan Yang Mempengaruhi Keputusan Pengambilan keputusan merupakan proses dengan langkah-langkah tertentu yang dillakukan sebagai upaya mengatasi/memecahkan masalah. Pengambilan keputusan merupakan serangkaian proses menentukan satu pilihan alternatif. Sesuatu keputusan diambil untuk dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Kiranya telah disadari bahwa pelaksanaan keputusan tidak pernah terjadi dalam suasana kekosongan. Artinya ada tiga kekuatan yang selalu mempengaruhi sesuatu keputusan yang diambil itu. Ketiga kekuatan itu adalah :1. Dinamika daripada individu di dalam organisasi2. Dinamika daripada kelompok orang di dalam organisasi3. Dinamika daripada lingkungan organisasiDinamika Individu. Sebuah organisasi merupakan sekumpulan dari beberapa individu. Individu-individu ini memiliki ide dan pemahaman yang sama dalam visi dan tujuan ke masa depan. Mereka membentuk organisasi dalam rangka mewujudkan visi dan tujuan masa depan yang menjadi impian dan cita-citanya. Pengaruh individu dalam organisasi sangat terasa hal ini terlihat pada pemimpinnya. Seorang pemimpin yang mempunyai kepribadian yang kuat, pendidikan yang tinggi, pengalaman yang banyak akan memberi kesan dan pengaruh yang besar terhadap bawahannya dalam rangka mewujudkan visi dan tujuan tersebut. Pemimpin yang baik akan selalu membimbing anggota organisasinya untuk membuat keputusan yang mengarah kepada kepentingan organisasi dan bukan pada kepentingan individu yang menunjukkan keinginan pribadi seorang.Faktor – faktor yang dapat mendukung dinamika individu dalam organisasi adalah sbb :a. Rasa tanggung jawab yang baik secara individu maupun kolektif. Setiap anggota organisasi yang menyadari makna tanggung jawab individu dan kolektif sangat menguatkan keputusan yanng diambil dalam organisasi. Kekutatan keputusan ini dapat memperlancar dalam menjalankan rencana kerja dan meraih visi dan misi yang telah ditetapkan.b. Apa yang sudah dipelajari individu dalam organisasi harus segera diaplikasikan dalam pekerjaan. c. Menjalankan teknik akselerasi. Artinya sebisa mungkin mendukung kegiatan setiap individu agar proses berorganisasi terjadi dengan lebih cepat dan baik. d. Rencana pengembangan personal artinya individu harus mengerti bahwa sebuah organisasi tidak dapat menjamin mereka tentang lapangan pekerjaan seumur hidup namun organisasi dapat membantu individu untuk mengembangkan karir mereka. e. Tersedia kesempatan yang seluas – luasnya untuk mengembangkan karir. f. Pembelajaran individu harus dihubungkan kepada pembelajaran organisasi secara struktur dan lebih eksplisit agar sinergis.Dinamika Kelompok. Kelompok yang baik dalan suatu organisasi adalah kelompok yang telah dewasa atau terus menerus berusaha supaya menjadi dewasa. Yang dimaksudkan dengan kedewasaan disini adalah :1. Kemampuan memina kerjasama yang intim dan harmonis dalam pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawab bersama2. Kesediaan untuk membawahkan kepentingan pribadi dan kelompok kepada kepentingan yang lebih luas, yaitu kepentingan organisasi3. Kesediaan untuk menyerahkan sebagian hak kepada organisasi yang dibarengi oleh kesanggupan untuk menerima kewajiba yang lebih besar4. Kemampuan untuk memikirkan cara baru, prosedur baru, sistem baru demi peningkatan kemampuan kerja yang lebih besar. 5. Kemampuan untuk menerima dan mempergunakan perubahan. Perubahan dapat dipandang sebagai suatu indikasi bahwa organisasi yang mengalami perubahan itu adalah organisasi yang hidup.Dalam hubungannya dengan pengambilan keputusan adalah menjadi tanggungjawab seorang pemimpin untuk mengambil keputusan sedemikian rupa sehingga keputusan itu mempercepat proses pendewasaan kelompok kerja di dalam organisasi.Dinamika Lingkungan. Semua kondisi dan pengaruh yang mengelilingi dan mempengaruhi sesuatu keputusan termasuk ke dalam kategori lingkungan. Setiap keputusan mempunyai lingkungan sendiri yang bersifat khas. Dalam arti yang sesungguhnya semua keputusan harus taat kepada tekanan-tekanan yang bersumber dari lingkungan. Tentunya merupakan suatu harapan pula supaya keputusan yang diambil merubah lingkungannya sebagai suatu kekuatan yang mempengaruhi proses dan pola pegambilan keputusan. Hal ini seirama dengan apa yang telah dikatakan di muka bahwa setiap organisasi bergerak tidak dalam suasana kekosongan.Selain yang telah dijelaskan, dalam pengambilan keputusan terdapat pula kesulitan diantaranya dalam memperoleh informasi yang cukup; mengumpulkan bukti-bukti; adanya berbagai kepentingan yang berbeda dan mempengaruhi pilihan tindakan yang berbeda-beda pula; dampak keputusan yang sulit dikenali; umpan balik keputusan yang biasanya bersifat sporadis; prses perumusan keputusan yang tidak dimengerti secara benar. ( Ir. Amirudin Aidin Beng, MM) Sumber : 1. Sistem Informasi Untuk Pegambilan Keputusan oleh Dr.S.P Siagian. 19802. Wirawan, Teddy. 2012. Pengambilan Keputusan – Dasar Dan Kekuatan. (https://teddywirawan.wordpress.com, diakses 2015)