Loading...

KELEMBAGAAN KELOMPOKTANI KECAMATAN METRO TIMUR

KELEMBAGAAN KELOMPOKTANI KECAMATAN METRO TIMUR
Manusia ditakdirkan sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dengan segala perlengkapan dirinya seperti tangan, kaki disertai dengan 5 indranya yaitu mata, telinga, hidung, lidah, mulut, menyebabkan seorang manusia perlu orang lain, untuk diajak bicara, diajak berjalan sama-sama dan lain-lain. Manusia juga dilengkapi rasa sayang, marah, benci, cinta, rindu dan sebagainya.Kelompok terkecil dalam masyarakat adalah keluarga yaitu suami, istri, dan anak. Pada beberapa suku bahkan keluarga-keluarga itu tergabung dalam sebuah rumah besar atau rumah-rumah yang berdekatan, sehingga di pedesaan sering kita lihat, satu kampung bersaudara semua. Perkembangan transportasi menyebabkan kelompok keluarga dalam kampung itu mulai lepas dengan adanya pendatang-pendatang yang mulai hidup di sana.Kelompok lainnya diluar keluarga mulai terbentuk kelompok-kelompok kecil, misalnya yang senang musik akan bergabung dengan yang senang main musik. Yang senang olah raga, main bola misalnya, akan bergabung dengan yang senang main bola. Demikian juga dengan bapak-bapaknya karena sama-sama usahanya, misalnya usaha ternak ayam akan cenderung berkelompok dengan yang beternak ayam, dari pada dengan mereka yang beternak kambing. Atau berkelompok karena sama-sama berusaha tani dan rumahnya berdekatan.Sebuah kelompok dapat terbentuk karena ; ada kesamaan-kesamaan diantara anggotanya dan ada kepentingan atau tujuan yang sama, yang ingin dicapai.Kelompoktani maupun Gapoktan seharusnya juga demikian, para petani berkelompok karena dua hal diatas, walaupun pembentukannya difasilitasi atau dimotivasi oleh penyuluh Pertanian.Jumlah kelompok tani yang ada di BPP Kecamatan Metro Timur sampai dengan Tahun 2018 adalah 19 Kelompok, terdiri atas : Kelompok Pemula tidak ada,Kelompok Lanjut sebanyak 13 kelompok, Kelompok Madya sebanyak 6 kelompok, Kelompok Utama tidak ada.Dukungan potensi Sumber Daya Alam yang ada di BPP Kecamatan Metro Timur, masih sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Luas lahan sawah 462 Ha, dan lahan darat 487,73Ha, sebagian besar dapat digunakan untuk kegiatan budidaya dan sampai saat ini lahan tersebut belum digunakan secara optimal oleh para petani.Ada 3 macam kelompok, yaitu : pertama Kelompok INFORMAL, yaitu kelompok yang terbentuk dengan sendirinya karena ada kesamaan-kesamaan diantara anggota-anggotanya. Kelompok INFORMAL ini tidak mempunyai pengurus, tidak punya aturan-aturan atau kesepakatan. Anggota ini tidak tetap. Kedua kelompok NON FORMAL, yaitu Kelompok yang :anggotanya tetap,ada Pengurusnya, ada aturan tertulis yang berbentuk Anggaran Dasar dan punya legalitas (pengesahan) badan hokum, dan ketiga kelompok FORMAL, sama seperti Kelompok Non Formal, ada pengurus, ada aturan dan punya legalitas tapi ada hirarki seperti pada partai, misalnya ada di tingkat desa, kecamatan, kabupaten dst.Sebuah kelompok dapat diharapkan tetap utuh, tetap aktif atau dinamis, jika tujuan kelompok jelas dan diketahui oleh seluruh anggotanya, ada pengurus yang dibentuk sesuai dengan tujuan kelompok, serta komunikasi dalam kelompok baik, mulai ketua sampai anggota memiliki kemauan untuk mendengarkan dan memberikan umpan balik.Komunikasi dalam kelompok baik, mulai ketua sampai anggota memiliki kemauan untuk mendengarkan dan memberikan umpan balik, juga kerjasama di dalam kelompok maupun dengan pihak luar dapat berlangsung dengan baik.Kerjasama dapat berlangsung baik jika ada keterikatan yang kuat diantara anggota, suasana kelompok hangat, setia kawan dan saling mempercayai, serta mempunyai aturan-aturan yang disusun dan disepakati bersama.Hal tersebut diatas sangatlah penting karena dapat menambah rasa kebersamaan pada petani dan sebagian besar sudah diterapkan oleh para petani di Kecamatan Metro Timur. Sebaliknya, sebuah kelompok dapat melemah, tidak berfungsi dan bahkan bubar, apabila :Diantara anggota-anggotanya ada ketidaksamaan (tidak sependeritaan, tidak sependapat, tidak setujuan, dan sebagainya), diantara anggota-anggotanya ada yang tidak mengetahui /mengerti tujuan berkelompok, tidak ada saling percaya (yang ada hanya saling curiga/saling menduga/saling menuduh dan saling menyalahkan), kurangnya komunikasi antara anggota dengan pengurus, keputusan yang diambil, tidak berdasarkan musyawarah yang baik dan terakhir adanya provokator dari luar.Upaya untuk mendukung terwujudnya keutuhan kelompok tani serta menambah semangat kebersamaan di atas, maka Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Metro Timur sebagai kepanjangan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro yang berada di jajaran paling depan dan langsung berhubungan dengan pelaku utama perlu menentukan langkah-langkah dalam melakukan pelayanan dalam pembinaan kepada para petani sebagai pelaku utama sekaligus sebagai pelaku usaha dan mitra aparat pertanian dalam hal ini penyuluh pertanian yang paling dekat dengan petani antara lain diantaranya:Menyelenggarakan pendidikan/pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan petani, memfasilitasi petani/kelompok tani dalam mengembangkan usaha tani yang berorientasi agribisnis melalui kemitraan usaha dengan swasta, membantu memfasilitasi petani dalam pemasaran hasil dan informasi pasar, membantu memfasilitasi kelompok tani dalam pengadaan saprodi dan pemupukan modal usaha, memfasilitasi penyelenggaraan temu usaha dan temu karya petani dan memfasilitas petani dalam mengembangkan kelembagaan ekonomi melalui penumbuhan Gapoktan menunju terbentuknya Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) di pedesaan.Selain itu yang terpenting adalah memperhatikan hal-hal yang dapat Menjaga Keutuhan Kelompok diantaranya ; Tujuan kelompoktani dijelaskan sehingga diketahui oleh seluruh anggotanya, pemilihan pengurus dilakukan secara demokratis dan dibentuk sesuai tujuan kelompok, komunikasi dalam kelompok baik, artinya pada setiap pembicaraan mulai ketua sampai anggota memiliki kemauan untuk mendengarkan saran pendapat dan bersedia memberikan umpan balik, adanya kerjasama di dalam kelompok maupun dengan pihak luar yang berlangsung baik, ada keterikatan yang kuat diantara anggota, suasana kelompok hangat, setia kawan dan saling mempercayai, dan yang paing penting ada aturan-aturan yang disusun dan disepakati bersama.(Nina Aminah/Penyuluh Pertanian Metr Timur)