Loading...

KELMPOK TANI PAYO MIGKUANG DESA PEMATANG GADUNG SIAP MALAKSANAKAN TANAM PADI DUA KALI SETAHUN

KELMPOK TANI PAYO MIGKUANG DESA PEMATANG GADUNG SIAP MALAKSANAKAN  TANAM PADI DUA KALI SETAHUN
Kelompok Tani Payo migkuang adalah salah satu kelmpok tani didesa Pematang Gadung Kecamatan Mersam Kabupaten Batang Hari dimana luas tanam padi 15 ha degan luas tanam Desa pematang gadung seluas 98 ha, berdasarkan hasil panen dengan ubinan yang telah dilaksanakan tingkat prduktivitas 8,08 ton/ha degan variaetas Ipara 32. " Kita harus berupaya untuk meningkatakan produksi beras ", ingat PPL dalam melakukan tugas menyuluh bidang pertanian harus dilaksanakan dalam keadaan kondusif bagi para petaninya, dan melalui BPP Mersam bersama instansi terkait melalui program dan kegiatan serta kinerjanya diharapkan mampu memproduksi beras, setidaknya mampu untuk konsumsi masyarakat Desa Pematang Gadung, Meurut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hrtikultura yang diwakili oleh Bapak Kabid Peyuluhan Bapak Muhammad Alfian,SP Berkenaan dengan jumlah prduksi yang dicapai 8,08 ton GKP/ha atau 791,84 ton gabah Kering Panen atau 514,66 ton beras / tahun jika dibadingkan dengan kebutuhan beras masyarakat desa Pematang Gadung sebanyak 321,621 ton beras artinya desa Pematang Gadung surplus 193,039 ton beras/ pertahun karena beras tidak perlu memikirkan pangsa pasar karena kita semua butuh beras, ,Harga beras tidak pernah turun, diharapkan agar petani konsentrasi penuh untuk menanam padi, disamping dapat melakukan kerja yang lain, melalui bertanam padi diharapkan agar petani kita bisa naik haji, menyekolahkan anak sampai sarjana, setidaknya melalui hasil usaha produksi padi yang petani tanam. Sejalan dengan ketua Kelompok Tani Payo Migkuang direncanakan akan melakukan tanam kedua 2 kali setahu) seluas 15 ha, dimana pihak Dinas tanaman pangan dan Hrtikultura siap pengadaan benihya. Dan untuk diperhatikan, Petani kita lebih baik diberi contoh langsung daripada diberi ilmu secara teori, membangun manusia harus dengan manusia juga, sedang sarana dan prasarana hanya menunjang saja, semua tergantung dengan manusianya, (pola pikirnya), ini dilakukan guna mewujudkan Batang Hari swasembada pangan 2016-2021. Disampaikan oleh :Abdul Fata,SP