Kegiatan usaha di bidang pertanian selama ini dianggap kurang menjanjikan bagi kaum muda sehingga hampir tidak ada generasi muda yang mau terjun dan berusaha di bidang pertanian apalagi dengan skala usaha dan kepemilikan lahan yang sangat terbatas berkisar 0,2 – 0,7 Ha. Kecilnya skala usaha ditambah lagi dengan kurangnya keseriusan dalam pengelolaan serta sistem usahatani yang bersifat parsial semakin membuat usaha pertanian menjadi kurang menguntungkan dan penuh resiko serta ketidakpastian. Di tengah kondisi, kendala dan permasalahan yang dihadapi pertanian di Bali, Pemerintah Provinsi Bali meluncurkan Program Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI) dengan maksud untuk lebih memberikan jaminan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, menuju Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera (BALI MANDARA). Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI) merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Bali di sektor pertanian dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya masyarakat tani di perdesaan. SIMANTRI merupakan salah satu upaya terobosan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Bali dalam mempercepat adopsi teknologi pertanian melalui pengembangan model percontohan dalam percepatan alih teknologi kepada masyarakat perdesaan. SIMANTRI mengintegrasikan kegiatan sektor pertanian dengan sektor pendukungnya baik secara vertikal maupun horizontal sesuai potensi masing-masing wilayah dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya lokal yang ada. Diversifkasi horizontal dalam SIMANTRI yang dimaksud adalah mengusahakan beberapa komoditi secara terpadu yaitu tumpang sari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan bahkan kehutanan (agroforestry), sedangkan diversifikasi vertikal dalam SIMANTRI adalah mengembangkan unit pelayanan sarana produksi dan lembaga keuangan mikro, melaksanakan intensifikasi dan ekstensifikasi usahatani, kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil dan pengolahan/pemanfaatan hasil ikutan (bio urine, bio gas, kompos, pakan, bio arang, asap cair, jamur, lebah madu, susu, sabun dari susu dll). Melalui program SIMANTRI diharapkan dapat diintegrasikannya kegiatan antar sub sektor terkait sehingga kegiatan agribisnis dapat dilaksanakan lebih fokus, terpadu, bersinergi dan berkelanjutan. Dalam rangka memberikan motivasi kepada kelompok pelaksana SIMANTRI yang sampai akhir Tahun 2015 tercatat berjumlah 549 unit untuk mempercepat adopsi teknologi pertanian serta meningkatkan pemanfaatan dan nilai tambah produksi yang dihasilkan dari Program SIMANTRI, sehingga dapat tumbuh dan berkembang menjadi mandiri, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali melaksanakan evaluasi dan penilaian SIMANTRI Berprestasi Tahun 2016 terhadap kelompok-kelompok pelaksana SIMANTRI yang ditunjuk mewakili masing-masing kabupaten/kota. Berdasarkan hasil penilaian oleh Tim Evaluasi yang beranggotakan perwakilan SKPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, terhadap aspek-aspek penilaian yang meliputi : aspek dinamika kelompok, aspek teknis, sosial dan ekonomi serta keberhasilan yang dicapai kelompok, ditetapkan peringkat SIMANTRI Berprestasi Tingkat Provinsi Bali Tahun 2016, dengan urutan peringkat sebagai berikut : 1. SIMANTRI 445, Dwita Gangga Dukuh Sari, Desa Abuan, Kintamani – Bangli. 2. SIMANTRI 453, Telaga Sari, Desa Pikat, Dawan – Klungkung. 3. SIMANTRI 392, Kerta Sari, Desa Duda Timur, Selat - Karangasem. 4. SIMANTRI 463, Babakan Sari, Desa Sangeh, Abiansemal – Badung. 5. SIMANTRI 421, Amerta Buana, Desa Bukti, Kubutambahan – Buleleng. 6. SIMANTRI 432, Sari Bhakti Rahayu, Desa Biaung, Penebel – Tabanan. 7. SIMANTRI 498, Pangsut Mekar Sari, Desa Pejeng Kangin, Tampaksiring-Gianyar. 8. SIMANTRI 401, Sari Mumbul, Desa Melaya, Kec. Melaya – Jembrana. Yang menonjol dari keberadaan dan aktivitas SIMANTRI 445, Dwita Gangga Dukuh Sari, Desa Abuan, Kecamatan Kintamani - Bangli sebagai Peringkat I dalam Lomba SIMANTRI Tahun 2016 hampir di semua aspek penilaian terutama menyangkut : integrasi dan keterpaduan seluruh sub sektor (tanaman pangan, perkebunan dan peternakan), produksi dan pemanfaatan pupuk organik (padat dan cair), perkembangan dan kesehatan ternak, adanya dampak kegiatan sejenis secara swadaya oleh petani sekitar. Disamping itu akivitas kelompok juga didukung dengan sistem administrasi yang transparan dan akuntabel, sehingga meningkatkan rasa kebersamaan, kekeluargaan dan rasa ikut memiliki oleh masing-masing anggota. Kepada peringkat 1 sampai 6 diberikan hadiah berupa : Piagam Penghargaan dan Sapi dengan rincian : Juara I diberikan 4 ekor sapi, Juara II diberikan 3 ekor sapi, Juara III diberikan 2 ekor sapi dan Juara Harapan I, II dan III masing-masing diberikan 1 ekor sapi. Sedangkan untuk peringkat 7 dan 8 diberikan Piagam Penghargaan. Penyerahan hadiah kepada pemenang dilakukan langsung oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, pada tanggal 26 Agustus 2016 bertempat di SIMANTRI 445, Dwita Gangga Dukuh Sari, Desa Abuan, Kecamatan Kintamani - Bangli dalam acara penyerahan hadiah pemenang Lomba SIMANTRI berprestasi Tahun 2016 yang dihadiri oleh petugas dan perwakilan SIMANTRI masing-masing kabupaten serta masyarakat. Dalam sambutannya Gubernur berharap program SIMANTRI agar tetap berlanjut dan mendapat perhatian dari SKPD terkait, khususnya SKPD Lingkup Pertanian karena SIMANTRI merupakan program tanpa limbah (zero waste system) dan sangat ramah lingkungan serta sangat sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian dalam upaya menciptakan pembangunan pertanian yang berkelanjutan (sustainable agriculture) dimana aspek lingkungan menjadi salah satu titik perhatian utama guna terciptanya keseimbangan ekosistem lahan pertanian disamping aspek peningkatan produksi. Kepada pengelola SIMANTRI, Gubernur berharap agar lebih serius mengelola SIMANTRI, lebih cerdas dalam menerima dan menerapkan inovasi karena melalui pengelolaan yang baik akan memberikan tambahan pendapatan berlipat. SIMANTRI bukanlah hanya sekedar memelihara sapi di kandang koloni, tetapi memiliki tujuan yang lebih luas yaitu berkembangnya usaha agribisnis dan usaha ekonomi kreatif di perdesaan. Gubernur menyadari bahwa tidak semua SIMANTRI dapat berkembang dengan baik, karena berbagai faktor mulai dari kesalahan penetapan lokasi, kelembagaan, kesalahan pengelolaan dan lain-lain. Untuk itu Gubernur berharap SIMANTRI dapat terus dikawal, didampingi dan dibina secara berkelanjutan sampai pada akhirnya menjadi kelompok yang mandiri. Pada akhir sambutannya Gubernur memberikan ucapan selamat kepada pemenang, namun juga mengingatkan bahwa penghargaan dan hadiah bukanlah akhir dari sebuah hasil kerja, tetapi merupakan awal untuk terus berprestasi, berkreasi dan meningkatkan kinerja kelompok dalam mengembangkan usaha melalui SIMANTRI. Kepada kelompok yang belum berhasil meraih prestasi diharapkan tetap bersemangat dan terus bekerja dan terus meningkatkan aktivitas dalam menambah jumlah ternak dan mengolah serta memanfaatkan limbah tanaman menjadi pakan, limbah ternak serta biogas yang dihasilkan seoptimal mungkin untuk menambah penghasilan anggota kelompok. Tingkatkan pemanfaatan pupuk organik padat dan cair dan secara perlahan tetapi pasti mulai meninggalkan penggunaan pupuk kimia dalam usahatani sehingga terwujud pertanian ramah lingkungan dan lestari Oleh : Ir. I Made Oka Parwata, MMA. (PP. Madya Distan TP. Prov. Bali)