Untuk meningkatkan keterampilan didalam budidaya Jeruk Siem, Kelompok Wijasari Desa Munduk melakukan pelatihan tentang pemangkasan serta pemeliharaan jeruk. Kegiatan ini dilaksanakan oleh kelompok dengan pola swadaya. Hari Senin, 2 April 2018. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada areal kebun ketua kelompok Putu Saputra Tenaya, berlokasi di Banjar Dinas Tamblingan , Desa Munduk Kecamatan Banjar, pada areal satu hektar tanaman jeruk. Desa ini merupakan kawasan holtikultura jeruk dataran tinggi, pada ketinggian 700 sampai 1200 m dgL Sebagai pemandu pelatlhan, adalah'PPL Wilbin Munduk, Petugas Pengamat Qrganisme Tumbuhan, dan Koordator Bali Penyuluhan Kecamatan Banjar. Materi diutamakan tentang pemangkasan jeruk, budidaya jeruk, pemasaran, semangat motivasi serta dinamika kelompok dan praktek pemangkasan dilokasi kebun ketua Kelompok.Ketua Kelompok menyampaikan tujuan pelatihan ini adalah, untuk meningkatkan pengetahuan, serta keterampilan anggota kelopok Wijasari, dan dapat mengaplikasikan tegnologi dilokasi kebunnya masing-masing. Saat ini luas areal jeruk dikawasan Banjar Dinas Tamblingan mencapai, 100 Ha, namun demikian jeruk hanya ditanam tidak monokultur, dengan tanaman hortensia. Selanjutnya diungkapkan tanaman hortensia merupakan tanaman sebagai penghasil mingguan, Sedangkan jeruk merugakan hasil pertanian tahunan. Apabila petani sudah paham terhadap bagaimana budidaya tanaman tumpangsari niscaya peningkatan pendapatan meningkat. Hambatan atau kendala yang dihadapi petani jeruk adalah adanya serangan OPT diantaranya diplodia, Hama pengisap buah, dan harga saat panen yang sangat murah. ( I Nyoman Sudrana, SP )